38 Tahun Mengabdi, Mungkinkah Kelak Hadir Universitas Muhammadiyah Sibolga?
Oleh: Jufri – Pegiat Sosial Politik dan Dakwah Kebangsaan
Baru saja membuka handphone pagi ini, saya mendapatkan sebuah kabar baik yang diposting sekitar dua belas jam sebelumnya oleh Ketua STIT Muhammadiyah Sibolga, Ulianto Hutagalung. Informasi tersebut menyampaikan terbitnya Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia tentang izin penyelenggaraan dua program studi baru di STIT Muhammadiyah Sibolga, yakni Ekonomi Syariah dan Bimbingan Konseling Islam.
Alhamdulillah, sebuah kabar yang patut disyukuri dan diapresiasi.
Setelah 38 tahun berdiri, capaian ini tentu bukan sekadar penambahan dua program studi baru. Lebih dari itu, ini merupakan babak baru pengabdian perguruan tinggi Muhammadiyah dalam memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Sebuah ikhtiar panjang yang menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu menghasilkan buah secara instan. Ada kesabaran, konsistensi, doa, perjuangan, dan kolaborasi banyak pihak yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Tentu saja, prestasi ini patut kita syukuri dan apresiasi. Namun, lebih dari sekadar merayakan capaian hari ini, kita juga perlu menjadikannya sebagai titik awal untuk meraih prestasi yang lebih besar pada masa mendatang.
Bahkan, tidak berlebihan jika kita mulai membayangkan sebuah harapan: mungkinkah beberapa tahun ke depan STIT Muhammadiyah Sibolga berkembang menjadi Universitas Muhammadiyah Sibolga? Semoga saja. Tentu dengan ikhtiar, perencanaan, kesiapan sumber daya manusia, tata kelola yang baik, dan dukungan seluruh pihak.
Tidak Berhenti pada Usia, Terus Bertumbuh dalam Pengabdian
Dalam perjalanan sebuah lembaga pendidikan, usia yang panjang tidak selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan. Ada perguruan tinggi yang usianya masih muda, tetapi berkembang pesat. Ada pula yang telah puluhan tahun berdiri dan masih terus berjuang memperluas kiprahnya.
Karena itu, terbitnya izin dua program studi baru di STIT Muhammadiyah Sibolga patut ditempatkan sebagai momentum penting. Setelah 38 tahun mengabdi, kini terbuka peluang yang lebih luas untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
Kita memahami bahwa membangun perguruan tinggi bukan pekerjaan sederhana. Ada urusan akademik, administrasi, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana, hingga tuntutan pemenuhan berbagai standar mutu pendidikan.
Semua itu membutuhkan kesungguhan dan kerja kolektif. Tidak cukup hanya dengan semangat pada saat mendirikan, tetapi juga diperlukan kemampuan untuk menjaga keberlangsungan, melakukan pembenahan, dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dalam konteks inilah, terbitnya izin program studi baru menjadi capaian yang layak disyukuri sekaligus amanah yang harus ditunaikan.
Pendidikan Muhammadiyah, Pengabdian yang Berkelanjutan
Muhammadiyah sejak awal dikenal sebagai gerakan Islam yang menjadikan pendidikan sebagai salah satu instrumen penting dakwah dan pembaruan masyarakat.
Pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya membangun karakter, mengembangkan kemandirian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran perguruan tinggi Muhammadiyah di berbagai daerah merupakan bagian dari ikhtiar tersebut. Tidak semuanya berada di kota besar dengan fasilitas lengkap dan dukungan ekonomi yang memadai. Sebagiannya justru tumbuh di daerah dengan tantangan tersendiri, tetapi memiliki semangat untuk membuka akses pendidikan bagi masyarakat setempat.
STIT Muhammadiyah Sibolga adalah bagian dari perjalanan pengabdian itu.
Dengan hadirnya Program Studi Ekonomi Syariah, masyarakat memperoleh peluang lebih luas untuk mempelajari ekonomi dan pengelolaan usaha berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Sementara itu, Program Studi Bimbingan Konseling Islam memiliki potensi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memberikan layanan bimbingan dan konseling dengan pendekatan keilmuan serta nilai-nilai Islam.
Kedua bidang tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Tantangan ekonomi membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas. Sementara itu, kehidupan sosial yang semakin kompleks juga membutuhkan tenaga pendamping yang memiliki kemampuan profesional, empati, dan pemahaman keagamaan yang baik.
Tentu saja, peluang itu harus diikuti dengan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, dosen yang kompeten, kurikulum yang relevan, serta tata kelola perguruan tinggi yang profesional.
Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan program studi yang bertambah, tetapi juga lulusan yang mampu memberikan manfaat nyata.
Apresiasi atas Perjuangan dan Kolaborasi
Dalam pengumuman yang disampaikan, Ulianto Marpaung selaku Ketua STIT Muhammadiyah Sibolga turut menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan doa, dukungan, dan bantuan hingga terbitnya keputusan tersebut.
Ungkapan terima kasih ini penting. Sebab, keberhasilan sebuah lembaga pada hakikatnya tidak pernah berdiri sendiri.
Ada pimpinan dan pengelola perguruan tinggi yang bekerja, dosen dan tenaga kependidikan yang menjalankan tugas, persyarikatan yang memberikan dukungan, pemerintah yang menjalankan kewenangannya, serta berbagai pihak yang ikut membantu sesuai kapasitas masing-masing.
Inilah pentingnya kolaborasi.
Dalam organisasi, terkadang kita terlalu mudah memberikan penghargaan kepada seseorang, tetapi lupa melihat kerja kolektif yang berada di belakangnya. Padahal, sebuah capaian besar biasanya lahir dari banyak tangan, banyak pikiran, dan proses panjang yang tidak semuanya terlihat oleh publik.
Karena itu, keberhasilan STIT Muhammadiyah Sibolga ini patut diapresiasi sebagai hasil dari ikhtiar yang perlu terus dirawat bersama.
Bagi saya, capaian ini juga menjadi pengingat bahwa organisasi yang baik bukan hanya organisasi yang mampu bertahan selama puluhan tahun, melainkan organisasi yang terus belajar, bertumbuh, dan memberikan manfaat yang semakin luas.
Tantangan Berikutnya Justru Baru Dimulai
Setelah izin program studi terbit, pekerjaan berikutnya tentu tidak berhenti pada pengumuman yang menggembirakan.
STIT Muhammadiyah Sibolga perlu memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas layanan akademik, memperkuat promosi, membangun kepercayaan masyarakat, dan memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan pengalaman pendidikan yang baik.
Penerimaan mahasiswa baru Gelombang II Tahun Akademik 2026/2027 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan dua program studi tersebut kepada masyarakat Sibolga, Tapanuli Tengah, dan wilayah sekitarnya.
Promosi tentu diperlukan. Namun, promosi yang baik harus ditopang oleh kualitas dan kepercayaan. Jangan sampai masyarakat hanya tertarik pada nama program studi, tetapi kemudian tidak mendapatkan layanan pendidikan sesuai harapan.
Di sinilah pentingnya komunikasi kelembagaan, manajemen sumber daya manusia, dan tata kelola yang berkelanjutan.
Perguruan tinggi harus mampu menyampaikan informasi secara terbuka, membangun hubungan baik dengan masyarakat, serta menunjukkan bahwa kehadirannya benar-benar menjawab kebutuhan lingkungan sekitar.
Kita juga berharap pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga sosial, dan persyarikatan dapat terus membangun sinergi. Pendidikan tinggi akan berkembang lebih baik ketika tidak berjalan sendirian, melainkan menjadi bagian dari ekosistem pembangunan daerah.
Dari STIT Menuju Universitas Muhammadiyah Sibolga?
Tentu, harapan untuk melihat STIT Muhammadiyah Sibolga berkembang menjadi Universitas Muhammadiyah Sibolga bukanlah sesuatu yang bisa diwujudkan hanya dengan keinginan. Perlu tahapan yang terukur, pemenuhan persyaratan, kesiapan kelembagaan, pengembangan program studi, peningkatan kualitas dosen, serta penguatan sarana dan prasarana.
Namun, bukankah banyak capaian besar bermula dari sebuah harapan yang kemudian diperjuangkan bersama?
Yang terpenting, harapan itu tidak berhenti menjadi wacana. Ia harus diterjemahkan menjadi rencana strategis, target yang realistis, dan kerja nyata yang berkelanjutan.
Pengembangan perguruan tinggi juga tidak semata-mata mengejar perubahan nama atau status kelembagaan. Yang lebih utama adalah peningkatan kualitas, perluasan akses pendidikan, penguatan riset, dan kontribusi yang semakin besar bagi masyarakat.
Jika fondasi itu terus diperkuat, insyaallah peluang untuk berkembang akan semakin terbuka.
Bayangkan jika beberapa tahun mendatang masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah tidak hanya memiliki pilihan pendidikan tinggi yang semakin beragam, tetapi juga memiliki perguruan tinggi Muhammadiyah yang semakin kuat, berkualitas, dan mampu melahirkan lulusan yang berdaya saing.
Itulah harapan yang layak kita rawat bersama.
Menjaga Optimisme, Melanjutkan Pengabdian
Alhamdulillah, setelah 38 tahun berdiri, STIT Muhammadiyah Sibolga kini memasuki babak baru dengan hadirnya dua program studi baru.
Kabar yang dibagikan oleh Ketua STIT Muhammadiyah Sibolga, Ulianto Marpaung, ini mengingatkan kita bahwa pengabdian membutuhkan kesabaran. Tidak semua perjuangan langsung menghasilkan capaian yang terlihat. Ada proses panjang yang harus dilalui, ada tantangan yang mesti diselesaikan, dan ada harapan yang terus dijaga.
Namun, setelah sebuah capaian berhasil diraih, kita juga tidak boleh berhenti pada rasa syukur dan kebanggaan. Syukur yang baik semestinya melahirkan tanggung jawab yang lebih besar.
Semoga terbitnya izin Program Studi Ekonomi Syariah dan Bimbingan Konseling Islam menjadi pintu pembuka bagi kemajuan STIT Muhammadiyah Sibolga. Semoga semakin banyak putra-putri Sibolga dan Tapanuli Tengah memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi dan mendapatkan pendidikan berkualitas.
Selamat dan sukses untuk STIT Muhammadiyah Sibolga. Apresiasi untuk Ulianto Marpaung beserta seluruh unsur yang telah berjuang dan berkontribusi dalam perjalanan panjang ini.
Tiga puluh delapan tahun adalah perjalanan yang patut dihargai. Dua program studi baru adalah capaian yang patut disyukuri. Dan masa depan yang lebih besar adalah cita-cita yang layak diperjuangkan.
Hari ini kita bersyukur atas lahirnya dua program studi baru. Esok, semoga kita kembali bersyukur atas capaian yang lebih besar, bahkan jika suatu saat nama Universitas Muhammadiyah Sibolga benar-benar menjadi kenyataan.
Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, kekuatan, dan keberkahan bagi seluruh ikhtiar dan kerja Kolektif seluruh pihak yang terlibat dalam menumbuhkan dan membesarkan STIT Muhammadiyah Sibolga yang berkelanjutan.
Silaturahmi, Kolaborasi, Sinergi, Harmoni.





