Perkuat Layanan, Lazismu Sumut Kunjungi PDM Mandailing Natal
PANYABUNGAN — Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sumatera Utara menggelar kunjungan kerja (roadshow) serta bersilaturahim dengan pimpinan daerah di kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), meliputi Tapanuli Tengah, Padangsidimpuan, dan Mandailing Natal (Madina). Agenda ini dilakukan guna memperkuat kualitas layanan serta mengoptimalkan pengelolaan zakat di tingkat wilayah.
Ketua Lazismu Wilayah Sumut, Putrama Al Khair, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa kehadiran tim wilayah ke Madina merupakan bagian dari tanggung jawab pembinaan untuk meningkatkan efektivitas pengumpulan dan penyaluran dana ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) di daerah.
Menurut Putrama, Mandailing Natal memiliki kekuatan ekonomi yang luar biasa, mulai dari sektor pertanian hingga ritel dan berbagai potensi lokal lainnya. Kendati demikian, angka penghimpunan zakat secara umum di Sumatera Utara masih tertinggal jauh dari potensi riil yang ada.
“Kalau kita lihat, potensi zakat di Sumatera Utara itu diperkirakan mencapai Rp8 triliun. Sayangnya, akumulasi yang berhasil dihimpun oleh seluruh lembaga zakat se-Sumut—termasuk BAZNAS—bahkan belum mencapai Rp100 miliar. Ada selisih angka yang sangat jauh,” ujar Putrama.
Ia menambahkan, dari total potensi raksasa di tingkat provinsi tersebut, porsi yang cukup dominan justru berada di Kabupaten Mandailing Natal. Faktor inilah yang mendorong Lazismu Wilayah Sumut untuk turun langsung mendampingi pengurus daerah agar mampu menggarap potensi tersebut secara maksimal.

Terkait target penghimpunan, Putrama menyoroti hasil Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pertengahan tahun lalu yang menetapkan target awal untuk Lazismu Madina sebesar Rp100 juta. Menurut pandangannya, angka tersebut masih terlalu kecil jika dikomparasikan dengan peta potensi riil di lapangan saat ini.
“Melihat situasi dan kondisi ekonomi di Madina, target Rp100 juta itu sebenarnya sangat minim. Jika kita bergerak bersama dan menguatkan sinergi dengan seluruh unsur pimpinan persyarikatan Muhammadiyah, jangankan Rp100 juta, angka Rp1 miliar pun sebenarnya sangat masuk akal dan bisa dicapai,” tegasnya penuh optimisme.
Meski demikian, Putrama menyadari bahwa Lazismu tidak dapat bergerak sendiri untuk merealisasikan target ambisius tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi serta dukungan penuh dari struktur persyarikatan Muhammadiyah di tingkat daerah.
“Harapan kita, Lazismu Madina mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) beserta seluruh unsur pimpinan yang ada di Mandailing Natal. Sinergi ini adalah kunci utama agar gerak Lazismu bisa lebih masif dalam menggerakkan seluruh potensi zakat demi kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya.
Ketua LazisMu Madina Zulfadli kepada jurnalis infomu.co menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan LazisMu PW Muhammadiyah Sumatera Utara ke Madina. Dorongan dan motivasi yang diberikan semoga menjadi motivasi untuk dapat bergerak lebih baik. Diakui, Zulfadli bahwa potensi ZIS di Madina cukup besar tinggal bagaimana caranya membangun trust, strategi dan perkuatan layanan. (Syaifulh)








