Perjalanan Sembilan Tahun LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Sumatera Utara
INFOMU.CO | Medan – LKSA ( Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) Bayi Sehat Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan kini berusia 9 tahun. LKSA itu memeringati Milad yang ke-9-nya, Sabtu (17/10) kemarin. Gedung Bayi Sehat Muhammadiyah Sumatera Utara itu berada di Jalan Jermal IV No,18 Medan Denai, Medan. Saat ini LKSA itu menampung 13 anak, mulai dari usia 9 bulan hingga 8 tahun.
Perjalanan 9 tahun LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah itu, disampaikan Kepala LKSA Rafdinal S.Sos MAP dihadapan hamper seratus undangan yang hadir, mulai dari pejabat pemerintahan, pengurus LKSA sampai tokoh terkait dengan perjalan LKSA itu, seperti Ketua BPH UMSU Prof. Dr. Agussani MAP yang sudah membersamai LKSA itu sejak berdiri.
Acara penuh khidmat dan kehangatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya anggota DPRD Kota Medan dr. H. Ade Taufiq, Sp.OG, Ketua Majelis Pelayanan Sosial (MPS) PWM Sumatera Utara Dr. Mohd. Yusri Isfa, Dewan Penasihat LKSA Bayi Sehat Prof. Dr. Agussani, M.A.P., serta perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provsu dan Dinas Sosial Kota Medan.
Banyak pihak yang mengapresiasi perjalanan 9 tahun LKSA Muhammadiyah itu. Tidak banyak LKSA Bayi sehat yang siap ‘mengurusi’ anak terlantar yang datang dari berbagai daerah. Mereka dirawat, dididik sampai difasilitasi dengan perawatan khusus. Karena ada juga anak yang meenyandang kekurangan.

LKSA BAYI SEHAT MUHAMMADIYAH, ISTIMEWA
Dalam sambutannya, Ketua LKSA Bayi Sehat Kota Medan, Rafdinal, S.Sos., M.A.P., merefleksikan perjalanan panjang lembaga yang dipimpinnya sejak resmi berdiri pada 14 Oktober 2017. Ia menjelaskan bahwa pada awalnya lembaga ini merupakan pilot project dari MPS Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, sebelum koordinasinya diserahkan penuh ke MPS PWM Sumatera Utara setahun kemudian.
“Keberadaan LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Medan sangat istimewa. Dari seluruh Indonesia, LKSA khusus bayi milik Muhammadiyah hanya ada di tiga kota, yakni Bandung, Surabaya, dan Medan. Di Sumatera Utara sendiri, kami merupakan satu-satunya panti asuhan yang memfokuskan pelayanan pada bayi,” terang Rafdinal.
Ia menceritakan, sebelum panti ini didirikan, MPS PP Muhammadiyah menyodorkan tiga opsi pilihan fokus panti: panti asuhan NAPZA, panti asuhan lansia, atau panti asuhan bayi. Melalui berbagai pertimbangan matang atas kondisi sosial Kota Medan—sebagai kota besar dengan dinamika kejahatan terhadap anak yang relatif tinggi—pihaknya memutuskan memilih panti asuhan bayi.
Dalam pola pengasuhannya, LKSA Bayi Sehat menerapkan dua konsep utama, yakni temporary center (pusat singgah sementara) dan permanent center (pengasuhan menetap). Hingga saat ini, sebanyak 15 anak asuh menetap di panti dengan rentang usia mulai dari 9 bulan hingga 8 tahun, dibimbing oleh 4 pengasuh dan 1 tenaga administrasi.
Tak hanya fokus pada anak yang tinggal di dalam panti, LKSA Bayi Sehat kini juga memperluas jangkauan layanannya dengan mendampingi sekitar 30 anak asuh berbasis keluarga (family-based care).
“Kami membantu pendampingan dan penanganan anak-anak yang tinggal bersama keluarga mereka sesuai kapasitas yang kami miliki,” tambah Rafdinal.
Rafdinal mengaku bersyukur karena di tengah berbagai keterbatasan operasional, LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Medan tetap eksis dan konsisten menjalankan fungsi-fungsi sosial kemanusiaan hingga menginjak usia sembilan tahun. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para donatur dan pemangku kepentingan yang terus menyokong keberlangsungan panti.Cari Buku Islam
Menyongsong Muktamar 49 Muhammadiyah
Menyongsong perhelatan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tahun 2027 mendatang di Medan, LKSA Bayi Sehat menegaskan kesiapannya sebagai salah satu Amal Usaha Muhammadiyah bidang Sosial (AUMSos)y ang terbuka untuk menerima kunjungan silaturahmi.
Selama ini, lembaga ini telah rutin menerima kunjungan dari para donatur, mitra pemerintah, hingga mahasiswa yang melakukan penelitian akademis.
Suasana milad semakin hangat ketika anak-anak asuh LKSA Bayi Sehat diberi kesempatan unjuk kebolehan di atas panggung. Dengan ceria dan percaya diri, mereka menampilkan kreativitas seni tari serta unjuk kecakapan berpidato yang mendapat apresiasi riuh dari para undangan yang hadir. ( Syaifulh)







