Di Hadapan 6.027 Mahasiswa Baru UMSU, Kapolri: Siapkan Diri Jadi Pemimpin Bangsa
INFOMU.CO, MEDAN – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) 2026 menjadi momentum bagi 6.027 mahasiswa baru untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia perkuliahan sekaligus tantangan masa depan. Kegiatan ini semakin istimewa dengan kehadiran Kapolri Jenderal Polisi Listio Sigit Prabowo dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir yang memberikan pembekalan kepada mahasiswa.
Kegiatan PKKMB UMSU 2026 ini, turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pekerja Migran sekaligus Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Zulfikar Ahmad Tawalla, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq, Kapolda Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Utara, Wali Kota Medan, para bupati, pejabat Polri, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Hadir pula Sekretaris Jenderal PP Pemuda Muhammadiyah Najih Prasetia, Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, jajaran PWM dan PWA Sumatera Utara, pimpinan Ortom Muhammadiyah, BPH UMSU, serta seluruh sivitas akademika UMSU.
Dalam sambutannya, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menyampaikan kebanggaan dan kehormatan atas kehadiran Kapolri dalam kuliah umum. Ia menyebut Kapolri sebagai sosok rendah hati yang bekerja dengan prinsip “sedikit bicara, banyak bekerja dan berbuat.”
Ia berharap kerja sama UMSU dan Polri, khususnya di bidang pendidikan, literasi digital, dan keamanan siber, terus diperkuat. Kehadiran Ketua Umum PP Muhammadiyah juga dinilai semakin memperkuat pelaksanaan PKKMB UMSU.
Akrim juga memaparkan perkembangan UMSU saat ini. Hari ini, UMSU memiliki 29.627 mahasiswa, 52 program studi, dan 117 mahasiswa asing dari Asia dan Afrika. UMSU juga menjadi kampus inklusif dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk 1.031 mahasiswa non-Muslim. Selain itu, terdapat 59 personel kepolisian yang menempuh pendidikan di UMSU.
Rektor UMSU juga menjelaskan kesiapan dalam pelaksanaan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang akan berlangsung di Sumatera Utara. Dalam persiapan Muktamar Muhammadiyah ke-49, UMSU menyiapkan lahan seluas 25 hektare dan membangun sejumlah fasilitas, termasuk Auditorium Berkemajuan berkapasitas 7.500 orang dan Gedung Walidah berkapasitas 2.500 orang, yang ditargetkan siap pada April 2027.
Turut memberi sambutan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution. Dalam sambutannya pada PKKMB UMSU 2026, Gubernur Sumut berpesan agar mahasiswa UMSU tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan kecerdasan buatan (AI), tetapi mampu berkembang menjadi pencipta dan produsen teknologi.
Di akhir sambutannya, Gubernur Sumut mengapresiasi keberadaan UMSU sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang memiliki peran penting di Sumatera Utara. Ia berharap Pemprov Sumut dan Muhammadiyah terus berkolaborasi dalam mencetak generasi muda yang berkontribusi bagi pembangunan dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir menyampaikan apresiasi kepada Kapolri yang kembali hadir di UMSU. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan jajaran kepolisian atas dukungan terhadap Muhammadiyah, termasuk dalam persiapan pembangunan gedung Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sumatera Utara.
Menurut Haedar, dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mencerdaskan dan memajukan bangsa. Ia menegaskan Muhammadiyah akan terus berkontribusi dalam membangun kehidupan bangsa dan peradaban Indonesia.
Kepada 6.027 mahasiswa baru UMSU, Haedar berpesan agar mereka bangga menjadi bagian dari almamater dan memanfaatkan masa kuliah dengan sebaik-baiknya. Ia menekankan bahwa iman dan ilmu merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan.
“Menuntut ilmu harus menjadi tujuan dasar kita semua,” pesan Haedar. Ia mengingatkan bahwa kuliah tidak hanya tentang memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi proses belajar kehidupan, membangun akhlak, karakter, kedewasaan, serta kemampuan menghargai keberagaman.
Haedar juga mengajak mahasiswa menjadikan UMSU sebagai ruang untuk mempersiapkan diri menjadi pelaku perubahan bagi Indonesia. Menurutnya, masa depan bangsa tidak boleh hanya disandarkan kepada orang lain, tetapi harus dibangun melalui kemandirian, pendidikan, dan kontribusi generasi muda.
“Nasib bangsa ini, nasib kita semua berubah tergantung kita. Jangan sandarkan kepada orang lain,” tegasnya.
Dalam Kuliah umum yang disampaikan oleh Kapolri, Jenderal Listio Sigit Prabowo menekankan bahwa mahasiswa UMSU harus memanfaatkan masa kuliah untuk mempersiapkan diri menjadi generasi penerus dan calon pemimpin bangsa. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi harus terus belajar, membangun karakter, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta memanfaatkan bonus demografi untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga persatuan dan menjadikan keberagaman Indonesia sebagai kekuatan bangsa.
Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat, Kapolri mengingatkan mahasiswa agar memiliki literasi digital dan kemampuan menyaring informasi. Perkembangan teknologi, AI, media sosial, kejahatan siber, narkoba, hingga penyebaran informasi yang belum terverifikasi menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kesiapan dan sikap kritis. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga agen perubahan yang mampu memberikan edukasi, membawa pengaruh positif, dan berkontribusi bagi masyarakat. (bess)







