PWMJATENG.COM, SEMARANG — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar Rapat Pleno Internal di Ruang Rapat VIP GKB 3 UNIMUS, Rabu (23/9/2026). Rapat strategis ini membahas penyampaian laporan pekanan (weekly report), persiapan Rakor Pendidikan dan Kesehatan, hingga perkembangan peta KPI, MLO, serta program PUSDIKLATMU.
Dalam rapat internal tersebut, Eksekutif PWM Jawa Tengah memaparkan laporan kinerja mingguan mengenai progress satu pekan terakhir dan rencana kerja satu pekan ke depan. Pengurus memanfaatkan hasil survei kepuasan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) sebagai basis data evaluasi
Manajer Eksekutif PWM Jawa Tengah, Ikhwanushoffa, menjelaskan bahwa survei kepuasan PDM memetakan sektor pelayanan yang menonjol maupun yang masih memerlukan perbaikan. Pemetaan perbandingan dengan layanan tahun sebelumnya ini menjadi baseline utama untuk pembenahan performa eksekutif ke depan.
Selain evaluasi kinerja mingguan, rapat pleno turut meninjau perkembangan penyusunan Peta Key Performance Indicator (KPI), serta penyelarasan program di tingkat PDM se-Jawa Tengah.
Persiapan Rakor Pendidikan dan Kesehatan
PWM Jawa Tengah juga mengagendakan Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pendidikan pada Sabtu (26/9/2026) di UNIMUS. Forum koordinasi ini mengundang jajaran PDM bidang Dikdasmen, FKKS, serta ketua, sekretaris, dan bendahara Dikdasmen dari seluruh kabupaten dan kota.
Melalui rakor pendidikan tersebut, pimpinan wilayah berupaya merumuskan ikhtiar terbaik demi memajukan mutu sekolah Muhammadiyah di Jawa Tengah. Langkah konsolidasi serupa berlanjut melalui Rakor Bidang Kesehatan yang dijadwalkan berlangsung di UNIMA pada Sabtu (10/10/2026).
Progres Program Pelatihan PUSDIKLATMU
Selain agenda rapat koordinasi, PWM Jawa Tengah terus melaporkan perkembangan program PUSDIKLATMU untuk menaikkan kapasitas dan keterampilan para eksekutif PDM. Program pelatihan kompetensi ini telah sukses dilaksanakan di tiga karesidenan, yakni Pati Raya, Semarang Raya, dan Solo Raya.
Selanjutnya, pengurus wilayah siap menggabungkan tiga karesidenan tersisa ke dalam satu gelombang pelatihan terpadu. Tiga wilayah tersebut mencakup Karesidenan Banyumas Raya, Kedu Raya, dan Pekalongan Raya.
Ikhwanushoffa menegaskan bahwa peningkatan kapasitas eksekutif merupakan kewajiban untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang maju, profesional, dan modern (MPM). Pihaknya meyakini bahwa pendidikan dan pelatihan merupakan jalur paling efektif untuk mengubah kondisi organisasi menjadi komunitas yang unggul (excellent).
Lewat forum PUSDIKLATMU, para pengurus saling membagikan pengetahuan dan pengalaman kerja antardaerah. Langkah kolaboratif ini nantinya akan memperkuat kualitas layanan persyarikatan agar PWM Jawa Tengah memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Editor: Akmal
The post Rapat Internal PWM Jawa Tengah Bahas Progres PUSDIKLATMU serta Persiapan Rakor Pendidikan dan Kesehatan appeared first on Muhammadiyah Jateng.




