Pasca-Monev, UMSU Perkuat Kapasitas KWT Mawar Desa Bekiung melalui Pendampingan Produksi Abon Sapi dan Cookies
INFOMU.CO | Langkat – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) 2026 di Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Sebagai tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi (Monev), Tim PDB UMSU kembali melaksanakan pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Desa Bekiung, Senin, 15 September 2026.
Pendampingan pasca-Monev ini merupakan bagian dari upaya memastikan program pemberdayaan yang telah dilaksanakan tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan difokuskan pada penguatan kapasitas anggota KWT Mawar dalam memanfaatkan peralatan produksi yang telah diberikan untuk mendukung pengembangan produk abon sapi dan cookies.
Sebelumnya, UMSU telah menyerahkan sejumlah peralatan produksi abon sapi dan cookies kepada KWT Mawar Desa Bekiung. Bantuan tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan potensi lokal melalui pengolahan hasil peternakan dan pertanian menjadi produk bernilai tambah ekonomi.
Melalui pendampingan lanjutan, Tim PDB UMSU melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan peralatan, proses produksi, serta kemampuan anggota kelompok dalam mengoperasikan dan merawat peralatan yang telah diberikan. Pendampingan juga diarahkan pada peningkatan efisiensi proses produksi, konsistensi kualitas produk, serta penguatan kemampuan kelompok dalam mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Ketua Tim PDB UMSU, Dr. Rimbawati, ST., MT., bersama anggota tim pelaksana, Assoc. Prof. Dr. Lila Bismala dan Ajeng Inggit Anugerah, S.Pd., M.Kes., menyampaikan bahwa pendampingan pasca-Monev merupakan tahapan penting untuk memastikan teknologi dan peralatan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Program pemberdayaan tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Setelah Monev, kami perlu memastikan peralatan dapat digunakan secara optimal, anggota kelompok semakin terampil, dan kegiatan produksi dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Tim PDB UMSU.
Menurut Tim PDB UMSU, pengembangan abon sapi dan cookies memiliki potensi besar karena memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkungan masyarakat. Melalui proses pengolahan yang tepat, bahan baku lokal dapat menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi sekaligus membuka peluang pengembangan usaha bagi kelompok perempuan di Desa Bekiung.
Pendampingan juga mencakup penguatan aspek manajemen produksi, penerapan kebersihan dan sanitasi, pengendalian kualitas produk, efisiensi penggunaan peralatan, serta pengembangan kemasan dan strategi pemasaran. Penguatan aspek tersebut menjadi penting agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang konsisten dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Ketua KWT Mawar Desa Bekiung, Wilasmini, bersama anggota kelompok menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang terus dilakukan UMSU. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam memanfaatkan peralatan produksi.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari UMSU. Kami tidak hanya menerima peralatan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan arahan mengenai cara menggunakan dan memanfaatkan peralatan tersebut untuk meningkatkan produksi,” ungkap Wilasmini.
Program PDB UMSU 2026 di Desa Bekiung mengusung tema “Desa Bekiung Energi Hijau: Integrasi Biogas Komunal dan Solar Dry Dome untuk Penguatan Pangan Lokal Berbasis Rantai Nilai Agro-Peternakan.”
Program tersebut mengintegrasikan penerapan teknologi energi terbarukan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain pengembangan biogas komunal dan solar dry dome, program juga diarahkan pada penguatan sektor pangan melalui pemanfaatan dan pengolahan hasil pertanian serta peternakan.
Pengembangan abon sapi dan cookies menjadi salah satu bagian dari upaya membangun rantai nilai agro-peternakan, mulai dari pemanfaatan bahan baku lokal, pengolahan, peningkatan kualitas, pengemasan, hingga pengembangan pemasaran. Dengan pendekatan tersebut, potensi lokal tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku, tetapi dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Melalui pendekatan pemberdayaan tersebut, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam mengembangkan dan mengelola potensi ekonomi desa. KWT Mawar diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak kegiatan ekonomi produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Tim PDB UMSU berharap pendampingan berkelanjutan pasca-Monev dapat memperkuat kapasitas KWT Mawar, meningkatkan produktivitas dan kualitas produk, serta mendorong terbentuknya usaha kelompok yang semakin mandiri dan berkelanjutan.
Ke depan, pendampingan akan diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi, penguatan kelembagaan kelompok, pengembangan kemasan dan merek produk, pemasaran digital, serta perluasan jejaring usaha. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong produk abon sapi dan cookies Desa Bekiung berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Melalui Program PDB 2026, UMSU terus mendorong sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan desa. Pendampingan pasca-Monev menjadi bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi mampu menghasilkan peningkatan kapasitas, produktivitas, dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. (PH)







