DPL Menyapa dari Negeri Jiran, Mahasiswa FAI UMSU Didorong Jadi Duta Islam Berkemajuan
INFOMU.CO, Malaysia–Thailand — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Malaysia dan Thailand tidak sekadar menjadi agenda akademik di luar negeri. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran global bagi mahasiswa untuk mengasah karakter, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, sekaligus memahami keberagaman masyarakat Asia Tenggara.
Semangat tersebut disampaikan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) FAI UMSU, Dr. Robie Fanreza, M.Pd., saat menyapa mahasiswa yang tengah menjalankan rangkaian KKN Internasional di kedua negara tersebut.
Dr. Robie mengingatkan bahwa mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama baik FAI dan UMSU. Karena itu, setiap aktivitas harus mencerminkan integritas akademik dan karakter Islami.
“Adik-adik mahasiswa sedang membawa nama baik Fakultas Agama Islam dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jadikan KKN Internasional ini sebagai kesempatan untuk belajar, mengabdi, membangun persaudaraan, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan,” pesannya.
Menurutnya, perbedaan bahasa, budaya, tradisi, dan kondisi sosial di Malaysia dan Thailand hendaknya dipandang sebagai sumber pembelajaran, bukan penghalang. Mahasiswa perlu menunjukkan sikap terbuka, toleran, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat.
“Jaga adab, jaga nama baik almamater, bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, dan tunjukkan bahwa mahasiswa Muhammadiyah mampu hadir dengan ilmu, akhlak, dan kepedulian,” ujarnya.
Dr. Robie juga menyampaikan pesan Dekan FAI UMSU, Assoc. Prof. Dr. Zailani, MA, agar mahasiswa menjaga kekompakan, disiplin, kreativitas, dan semangat kolaborasi selama menjalankan program.
“Jangan hanya pulang membawa cerita bahwa pernah ke Malaysia dan Thailand. Pulanglah membawa pengalaman, ilmu, jaringan persahabatan, dan perubahan positif yang dapat dibagikan kepada kampus dan masyarakat,” pesannya.
KKN Internasional tersebut pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar perjalanan akademik. Ia merupakan laboratorium pembelajaran global yang diharapkan melahirkan mahasiswa berilmu, berakhlak, adaptif, dan mampu menghadirkan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam kehidupan masyarakat internasional.





