Anwar Abbas : Pemblokiran Rekening di Bank Mandiri Bisa Berisiko Gerus Kepercayaan Masyarakat
INFOMU.CO | Jakarta – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas mengkritik pemblokiran rekening Bank Mandiri milik aktivis yang hendak mengikuti aksi unjuk rasa. Ia menilai langkah tersebut berisiko menggerus kepercayaan publik terhadap perbankan.
Menurut Anwar, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara. Karena itu, pemblokiran rekening untuk menghambat aktivitas demonstrasi dinilai tidak tepat dan berpotensi melanggar hak warga.
“Memblokir rekening orang yang akan berdemonstrasi sama saja artinya dengan mencegah dan menghalangi warga negara mempergunakan haknya,” tegas Anwar, Senin (24/8/2026).
Ia mengingatkan, perbankan berdiri di atas fondasi kepercayaan. Jika masyarakat mulai meragukan keamanan dana mereka akibat intervensi tanpa dasar hukum yang jelas, risiko penarikan dana besar-besaran atau rush money bisa muncul.
Anwar bahkan mengaitkan risiko tersebut dengan krisis 1998, ketika hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan memicu penarikan dana secara masif dan mengguncang stabilitas ekonomi.
Karena itu, ia meminta pemerintah dan aparat penegak hukum berhati-hati dalam mengambil tindakan terhadap rekening nasabah. Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya berdampak pada pemilik rekening, tetapi juga berpotensi merembet ke stabilitas perbankan dan perekonomian nasional.
“Saya mengimbau agar pihak pemerintah atau aparat jangan sampai melakukan pemblokiran terhadap rekening nasabah yang ingin unjuk rasa karena daya rusaknya cukup besar,” ujarnya. (BE)



