UMTS Gelar Pengembangan Kurikulum OBE Integratif, Perkuat Kearifan Lokal dan Keterampilan Abad ke 21
INFOMU.CO | Padangsidimpuan – Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) melaksanakan kegiatan Pengembangan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) Integratif Bermuatan Kearifan Lokal dan Keterampilan Abad ke 21. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 21 sampai 22 Mei 2026, tersebut dipusatkan di Ruang Seminar UMTS.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UMTS dan diikuti oleh para ketua program studi serta satu orang perwakilan dosen dari setiap program studi di lingkungan UMTS. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya universitas dalam memperkuat kualitas kurikulum agar semakin relevan dengan kebutuhan mahasiswa, dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta karakteristik lokal.
Dalam kegiatan tersebut, UMTS menghadirkan Abdul Ghofur sebagai narasumber. Peserta mendapatkan penguatan mengenai konsep, implementasi, dan pengembangan kurikulum berbasis OBE yang tidak hanya berorientasi pada capaian pembelajaran, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai nilai kearifan lokal serta keterampilan yang dibutuhkan mahasiswa pada abad ke 21.
Rektor UMTS dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan kurikulum merupakan bagian penting dari peningkatan mutu pendidikan tinggi. Menurutnya, kurikulum tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif, tetapi harus menjadi instrumen strategis untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
«“Kurikulum harus kita desain bukan hanya untuk menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa menghadapi masa depan. OBE memberikan kerangka agar seluruh proses pembelajaran benar benar berorientasi pada capaian dan kompetensi lulusan. Pada saat yang sama, identitas dan kearifan lokal tidak boleh kita tinggalkan,” ujar Rektor UMTS.»
Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya membangun kurikulum yang mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik sekaligus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, mampu berkolaborasi, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki karakter dan integritas.
«“Kita ingin lulusan UMTS memiliki keunggulan yang lengkap. Mereka harus kompeten secara akademik, terampil menghadapi perubahan, mampu memanfaatkan teknologi, tetapi tetap memiliki karakter, nilai kemuhammadiyahan dan kepedulian terhadap lingkungan sosial serta budaya lokal,” tegasnya.»
Selama kegiatan, peserta didorong untuk melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum pada tingkat program studi, termasuk menyelaraskan profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, struktur mata kuliah, strategi pembelajaran, asesmen, hingga keterkaitan kurikulum dengan kebutuhan pemangku kepentingan.
Integrasi kearifan lokal menjadi salah satu perhatian penting dalam pengembangan kurikulum. UMTS sebagai perguruan tinggi yang berada di wilayah Tapanuli Selatan memiliki potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber pembelajaran dan keunggulan akademik. Kearifan lokal diharapkan tidak hanya menjadi muatan tambahan, tetapi dapat diintegrasikan secara relevan ke dalam proses pendidikan dan capaian kompetensi mahasiswa.
Sementara itu, keterampilan abad ke 21 diarahkan untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, literasi digital, pemecahan masalah, serta kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting yang perlu tercermin dalam desain kurikulum.
Kegiatan selama dua hari tersebut juga menjadi ruang bagi program studi untuk berdiskusi dan menyusun langkah pengembangan kurikulum secara lebih terarah. Dengan keterlibatan ketua program studi dan perwakilan dosen, hasil kegiatan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penyempurnaan kurikulum di masing masing program studi.
Melalui kegiatan ini, UMTS menegaskan komitmennya untuk terus melakukan transformasi pendidikan tinggi melalui kurikulum yang berbasis capaian, adaptif terhadap perkembangan zaman, berakar pada kearifan lokal, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
Pengembangan kurikulum OBE tersebut diharapkan menjadi salah satu fondasi penting bagi UMTS dalam meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat daya saing lulusan, serta mewujudkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. (amin aziz)





