Investasi Riset dan Saintek Jadi Kunci Indonesia Menguasai Masa Depan
INFOMU.CO | Jakarta – Ilmu pengetahuan memiliki kedudukan penting dalam Islam sekaligus menjadi fondasi kemajuan bangsa. Karena itu, Indonesia perlu serius membangun pendidikan, riset, dan penguasaan teknologi.
Hal tersebut disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas pada Kamis (20/8) dalam kultum di Masjid At-Tanwir, Jakarta Pusat.
Anwar mengutip QS Al-Mujadalah ayat 11 yang menegaskan janji Allah untuk meninggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu.
“Allah berjanji akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu,” ujar Anwar.
Menurutnya, pesan tersebut relevan dengan pembangunan bangsa. Ilmu harus dikembangkan melalui riset dan diterjemahkan menjadi teknologi serta inovasi yang meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Anwar menilai salah satu tantangan Indonesia adalah komposisi lulusan perguruan tinggi yang masih lebih banyak berasal dari bidang ilmu sosial dibandingkan sains dan teknologi (saintek). Padahal, menurutnya, penguatan bidang eksakta dibutuhkan untuk membangun kapasitas riset, teknologi, dan produktivitas nasional.
Karena itu, negara yang ingin maju perlu memiliki sumber daya manusia yang kuat di bidang sains dan teknologi sekaligus memberikan dukungan anggaran yang memadai untuk penelitian dan pengembangan (research and development/R&D).
Ia membandingkan Indonesia dengan Korea Selatan, China, dan Malaysia yang dinilai lebih serius mengembangkan basis sains, teknologi, serta riset. Indonesia, kata Anwar, perlu memperkuat pendidikan bidang eksakta sekaligus meningkatkan investasi penelitian.
“Penguasa masa depan adalah negara yang serius mengalokasikan APBN-nya untuk riset dan pengembangan,” tegasnya.
Bagi Anwar, kemajuan tidak cukup dibangun dengan kekuatan ekonomi dan teknologi. Pengembangan ilmu harus berjalan bersama iman agar pengetahuan yang dimiliki menjadi kekuatan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi bangsa.
Pesan tersebut menegaskan bahwa membangun manusia berilmu bukan hanya kebutuhan pembangunan, tetapi juga bagian dari ikhtiar mewujudkan janji Allah tentang kemuliaan orang-orang yang beriman dan berilmu. (muhammadiyah.or,id)






