Iman, Ilmu, dan Amal: Jalan Muhammadiyah Memajukan Kehidupan Bangsa
INFOMU.CO | Yogyakarta – Islam yang dipahami Muhammadiyah sejak awal berdiri hingga kini adalah pemaduan antara iman, ilmu, dan amal. Pemahaman itu yang menjadikan bagi warga Muhammadiyah tidak mendikotomi antara urusan dunia dengan akhirat.
Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ridho Al Hamdi menegaskan, jalan menuju surga warga Muhammadiyah tak hanya dengan salat semata.
‘Jadi orang Islam, khususnya orang Muhammadiyah tidak boleh memisahkan yang penting salat lima waktu saja. Sebab hidup tidak hanya cukup dengan salat saja,”katanya.
Dalam Pengajian yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Nitikan pada Sabtu (15/8) di Yogyakarta itu, Ridho menjelaskan, pemahaman itu menjadikan Muhammadiyah berperan aktif untuk urusan keindonesiaan.
Memajukan kehidupan kebangsaan, menurutnya termasuk dari bagian ibadah, sebab Muhammadiyah mengajarkan antara dunia dan akhirat tidak dipisah-pisahkan.
Konsep Islam Berkemajuan orientasi beragama itu adalah beramal nyata. Sebaik-baik manusia yang bermanfaat buat yang lain,katanya.
Maka pendirian Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang kesehatan seperti rumah sakit dilakukan Muhammadiyah untuk menyehatkan bangsa Indonesia, dan segala bangsa.
Termasuk pendirian AUM bidang Pendidikan, kata Ridho, merupakan usaha Muhammadiyah untuk mencerdaskan bangsa Indonesia, sehingga ketika nanti diberi amanah jabatan tidak membuat kebijakan yang ngawur.
“Bahkan Muhammadiyah hadir di sejumlah titik di pedalaman di Indonesia di mana di situ negerinya enggak ada sekolah, bahkan kampusnya juga belum ada,”imbuhnya.
Tak hanya itu, mengutip Buya Syafii Maarif, Ridho menyampaikan, bahwa Islam termasuk Muhammadiyah itu anti kemiskinan, sekaligus berpihak kepada orang miskin.
Semangat amal nyata sebagai manifestasi dari iman dan ilmu, menjadi pijakan Muhammadiyah untuk bergerak menghapus penjajahan yang dialami bangsa Indonesia, bahkan negara-negara dunia.
Menurutnya, ketertinggalan yang dialami umat Islam bukan karena agamanya, tetapi karena kaum muslimnya– sebab pemahaman terhadap agama yang masih campur aduk.
Sebab Islam adalah agama yang mempunyai pemikiran ke depan. Islam yang mencerahkan, memberikan solusi. Islam yang memajukan kehidupan bukan yang jumud atau yang tertinggal. (muhammadiyah.or.id)







