Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., menyoroti kedudukan penting media sebagai pilar utama penyebaran pesan keagamaan di dalam persyarikatan. Pesan ini beliau sampaikan ketika meresmikan pembukaan Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah ke-3 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Puluhan jurnalis dan pengelola saluran digital dari jaringan Muhammadiyah di seluruh penjuru Indonesia turut hadir dalam pertemuan tersebut. Pada kesempatan itu, Prof. Dadang mengingatkan bahwa kemajuan teknologi telah menggeser kebiasaan masyarakat dalam mencari berita.
Kondisi ini mengharuskan organisasi untuk menyesuaikan diri dengan cepat dan tidak sekadar berdiam diri melihat perubahan zaman.
Posisi Muhammadiyah, menurut beliau, harus berada di garis depan sebagai pembuat konten yang bermutu, dapat diandalkan, dan membawa kebaikan bagi publik.
Beliau menekankan perlunya peralihan peran dari yang sebelumnya sekadar menerima informasi menjadi pembuat berita yang mencerdaskan.
Tantangan lain yang menjadi perhatian adalah godaan untuk mencari ketenaran sesaat di dunia maya.
Para pengelola saluran informasi afiliasi diminta menahan diri dari praktik pembuatan berita yang semata-mata memburu tingginya angka kunjungan maupun jumlah pengikut.
Lebih dari sekadar menyiarkan kegiatan harian organisasi, berbagai saluran ini memiliki kewajiban untuk mewadahi gagasan segar, memajukan keilmuan, mendukung ranah pendidikan dan kebudayaan, serta memperjuangkan hak-hak masyarakat luas.
Limpahan berita yang tidak terkendali serta peredaran kabar bohong menjadikan tugas pengelola berita semakin berat. Dalam situasi ini, penerapan prinsip pengecekan kebenaran berita (tabayyun) menjadi perisai utama untuk menjaga mutu pemberitaan.
Prof. Dadang secara khusus mengingatkan bahwa tuntutan untuk menyajikan berita dengan cepat tidak boleh mengorbankan ketepatan fakta. Beliau juga menyatakan bahwa pencarian ketenaran harus selalu berlandaskan kebenaran, sementara usaha menarik minat pembaca tidak boleh melanggar asas etika kepatutan jurnalistik.
Gagasan tentang kerja sama kemudian disuarakan untuk memperluas jangkauan gagasan Islam Berkemajuan. Slogan “banyak kanal, satu nilai dasar” digaungkan agar seluruh pihak—mulai dari pimpinan tingkat wilayah, daerah, perguruan tinggi, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga barisan kader—mau merapatkan barisan.
Melalui pertemuan ini, terdapat tiga sasaran pasti yang diharapkan dapat diwujudkan oleh seluruh pengelola saluran informasi di lingkungan persyarikatan:
- Peningkatan keahlian teknis serta kecakapan digital bagi setiap sumber daya manusia yang terlibat.
- Peningkatan mutu sajian informasi sehingga mampu memberikan nilai guna dan dampak yang baik bagi pembaca.
- Penguatan ikatan kerja sama serta jejaring antar saluran informasi afiliasi di seluruh wilayah Indonesia.
Manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat luas tetap menjadi puncak pencapaian yang dituju, bukan semata-mata pencarian perhatian publik secara instan.
Harapan agar saluran informasi persyarikatan terus tumbuh menjadi wadah yang memajukan dan mencerdaskan bangsa menjadi penutup arahan Prof. Dadang, sebelum beliau secara langsung meresmikan dimulainya acara tersebut.



