Semarak Milad Nasyiatul ‘Aisyiyah ke-15, PWNA Sumut Perkuat Kepemimpinan Perempuan Muda
INFOMU.CO, Medan – Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) Sumatera Utara menggelar Seminar bertajuk “Refleksi Menuju Aksi: Arah Baru Kepemimpinan Perempuan Muda”, sebagai rangkaian Semarak Milad ke-15 Nasyiatul ‘Aisyiyah . Kegiatan berlangsung secara hybrid di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Utara. Ahad (2/8/2026).
Seminar ini dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara Drs. Mario Kasduri, MA, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sumatera Utara Dr. Nur Rahmah Amini, M.Ag., Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) Sumatera Utara Ristia Ningrum, Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi PAN M. Faisal, B.IRKH., M.H., serta sekitar 160 peserta yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring, perwakilan dari 10 Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah Regional Sumatera.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PWM Sumatera Utara Drs. Mario Kasduri, MA menegaskan bahwa momentum menuju Muktamar ke-15 Nasyiatul ‘Aisyiyah dan Muktamar ke-49 Muhammadiyah tahun 2027 harus menjadi titik penguatan bagi kader-kader perempuan muda Muhammadiyah.
Menurutnya, Nasyiatul ‘Aisyiyah memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi pemimpin perempuan yang berintegritas, berkemajuan, serta mampu menjawab berbagai tantangan zaman.
Ia berharap Nasyiatul ‘Aisyiyah terus melahirkan kader-kader yang tidak hanya aktif di lingkungan organisasi, tetapi juga mampu berkiprah di tengah masyarakat melalui kepemimpinan yang berkarakter, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Sementara itu, Ketua PWNA Sumatera Utara Ristia Ningrum menjelaskan bahwa seminar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut Muktamar ke-15 Nasyiatul ‘Aisyiyah yang akan diselenggarakan di Solo pada 6–8 Agustus 2026 mendatang.
Ia mengungkapkan, PWNA Sumatera Utara akan mengirimkan sebanyak 44 peserta yang berasal dari 23 Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah serta lima utusan PWNA Sumatera Utara untuk mengikuti forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut.
Seminar menghadirkan dua narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi. Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi PAN, M. Faisal, B.IRKH., M.H., membawakan materi “Era Baru Kepemimpinan Perempuan Muda”, sedangkan Ketua PW ‘Aisyiyah Sumatera Utara Dr. Nur Rahmah Amini, M.Ag. menyampaikan materi bertajuk “Estafet Peradaban: Dimensi Spiritual dan Intelektual.”
Dalam paparannya, Dr. Nur Rahmah Amini menekankan bahwa kepemimpinan perempuan muda harus dibangun di atas dua fondasi utama, yaitu kekuatan spiritual dan kapasitas intelektual.
Menurutnya, kedua aspek tersebut merupakan bagian dari Risalah Perempuan Berkemajuan yang menjadi arah gerakan perempuan Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.
“Kepemimpinan yang visioner harus bertumpu pada dimensi spiritual dan intelektual. Keikhlasan, amanah, dan profesionalisme menjadi nilai utama yang harus dimiliki setiap kader. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan nilai-nilai ihsan, yaitu memberikan manfaat dan berbuat baik kepada sesama,” ungkapnya.

Sementara itu, M. Faisal menilai perkembangan zaman menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan baru bagi perempuan muda, terutama di era digital yang ditandai dengan pesatnya perkembangan media sosial dan teknologi informasi.
Menurutnya, ruang digital justru dapat menjadi media strategis bagi kader Nasyiatul ‘Aisyiyah untuk berdakwah, menyebarkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan, sekaligus menunjukkan bahwa perempuan memiliki kemampuan memimpin.
“Era digital merupakan bonus sekaligus tantangan. Media sosial bukan hanya ruang berinteraksi, tetapi juga menjadi sarana dakwah dan penguatan kepemimpinan perempuan muda. Perempuan hari ini harus siap memimpin atau ready to lead,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kesempatan bagi perempuan untuk menjadi pemimpin semakin terbuka luas, baik di sektor pemerintahan, dunia profesional, maupun berbagai bidang lainnya.
Menurut Faisal, Muhammadiyah sejak awal telah memberikan ruang yang setara bagi perempuan untuk berkontribusi dalam kepemimpinan.
“Bagi saya, tidak ada alasan perempuan tidak menjadi pemimpin selama memiliki kapabilitas dan kompetensi. Muhammadiyah sejak awal telah menanamkan semangat kesetaraan, memberikan kesempatan kepada kader perempuan untuk berkarya dan memimpin di berbagai lini serta sektor kehidupan,” tutupnya.
Melalui seminar ini, diharapkan banyak kader perempuan muda Muhammadiyah yang siap menjadi pemimpin berkemajuan, memiliki wawasan luas, berakhlak mulia, serta mampu menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat, sekaligus menyukseskan Muktamar ke-15 Nasyiatul ‘Aisyiyah dan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tahun 2027 mendatang. (bess)








