PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Gandeng perangkat desa hingga bidan setempat, mahasiswa UMS sukses merajut asa baru untuk mewujudkan generasi emas yang sehat dan bebas dari stunting. Angin pedesaan berembus lembut di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, membawa semangat baru bagi para warganya. Di balik ketenangan desa tersebut, sebuah gerakan perubahan besar sedang berlangsung di tengah masyarakat. Mahasiswa yang tergabung dalam program PPK Ormawa PRISMA UMS hadir membawa solusi nyata untuk menjawab persoalan kesehatan anak. Mereka tidak sekadar datang memberikan penyuluhan sesaat, tetapi merajut harapan jangka panjang yang berkelanjutan.
Ketua Panitia Rengga Prayoga memahami betul bahwa keberhasilan sebuah misi sosial bergantung pada kemandirian warganya. Oleh karena itu, sejak hari pertama melangkah ke desa, tim mahasiswa merancang sebuah sistem pengelolaan yang matang.
“Pembentukan Lembaga Ibu Sigap merupakan bagian dari upaya PPK Ormawa PRISMA UMS dalam membangun kemandirian masyarakat untuk mengatasi persoalan stunting dan meningkatkan kesehatan lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Rengga dengan penuh keyakinan.
Sentuhan Teknologi Modern dan Kolaborasi Nyata
Perjalanan tim mahasiswa tentu tidak instan begitu saja. Jauh sebelum langkah kaki mereka menjejak Desa Blimbing, koordinasi intensif telah terbangun bersama para pemangku kepentingan penting. Mereka melakukan audiensi strategis bersama Wakil Bupati Sukoharjo serta Kepala Dinas DP3AP2KB demi menyelaraskan visi di lapangan. Sinergi apik ini melibatkan bidan desa, kader Posyandu, TP PKK, hingga Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) secara harmonis.
Di tengah era digital saat ini, mahasiswa PPK Ormawa PRISMA UMS juga menghadirkan terobosan mutakhir yang memukau warga. Mereka memperkenalkan inovasi Augmented Reality Edukasi Kesehatan (ARES) sebagai media pembelajaran interaktif. Melalui teknologi canggih tersebut, masyarakat dapat menyerap materi kesehatan dengan jauh lebih mudah, menarik, dan efektif tanpa rasa bosan.
Membangun Fondasi Kemandirian Melalui Modul
Kehadiran program unggulan seperti Kelas Ibu Anti Stunting (KIAS), Kelas Ibu Atasi Diare (KIAD), serta B-SMART kini menjadi pilar penting di desa. Warga tidak hanya mendengarkan teori kesehatan, tetapi langsung mempraktikkan pembuatan oralit dan langkah mencuci tangan yang benar. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat mampu mengelolanya secara mandiri di kemudian hari.
Kepala Desa Blimbing, Suwarjo, menyambut hangat inisiatif luar biasa dari para generasi muda kampus ini. Kolaborasi erat antara dunia akademis, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan terbukti menjadi modal sosial yang sangat kuat.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan warga menjadi modal penting dalam memperkuat upaya pencegahan stunting,” tutur Suwarjo mengapresiasi kerja keras tim mahasiswa.
Kini, langkah nyata mahasiswa PPK Ormawa PRISMA UMS telah meninggalkan jejak kebaikan yang abadi melalui Lembaga Ibu Sigap. Kehadiran program ini mengajarkan kita bahwa perubahan besar selalu berakar dari kepedulian tulus yang dikerjakan secara konsisten. Ketika dunia akademik bersatu padu dengan kearifan lokal, masa depan bangsa yang sehat dan tangguh bukanlah impian semata.
Kontributor: Yusuf
Editor: Ayma
The post Kolaborasi PPK Ormawa PRISMA UMS Wujudkan Desa Sehat Bebas Stunting appeared first on Muhammadiyah Jateng.



