• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jumat, Juli 24, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    YASMA Kamboja Gandeng Akademisi UMSU Indonesia, Perkuat Gerakan Pendidikan dan Pencegahan Narkoba melalui Seminar Internasional

    Menjadi Pimpinan Muhammadiyah Adalah Kesediaan untuk Berkorban

    Dosen UMS Temukan Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun

    Hari Anak Nasional 2026: Guru Besar Psikologi UMS Ingatkan Pentingnya Rumah sebagai Ruang Aman bagi Anak

    Programmer Muda ITESA Muhammadiyah Ciptakan Aplikasi untuk Pabrik Korea

    Lantik Plt Direktur, PCM Jatinom Fokus Perkuat Layanan RSU PKU Muhammadiyah Jatinom

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      YASMA Kamboja Gandeng Akademisi UMSU Indonesia, Perkuat Gerakan Pendidikan dan Pencegahan Narkoba melalui Seminar Internasional

      Menjadi Pimpinan Muhammadiyah Adalah Kesediaan untuk Berkorban

      Dosen UMS Temukan Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun

      Hari Anak Nasional 2026: Guru Besar Psikologi UMS Ingatkan Pentingnya Rumah sebagai Ruang Aman bagi Anak

      Programmer Muda ITESA Muhammadiyah Ciptakan Aplikasi untuk Pabrik Korea

      Lantik Plt Direktur, PCM Jatinom Fokus Perkuat Layanan RSU PKU Muhammadiyah Jatinom

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Los mejores casinos en línea en Argentina

        Vavada online casino w Polsce – obsługa klienta

        Non GamStop Casinos UK 2026 – Best New Casinos Not on GamStop

        Casino en línea – mejores plataformas con tragamonedas y juegos de casino en vivo

        Onlayn Kazino Pin Up Azərbaycanda – Giriş və Başlama

        Lemon Casino Online – oficjalna strona pl (+155 fs)

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          YASMA Kamboja Gandeng Akademisi UMSU Indonesia, Perkuat Gerakan Pendidikan dan Pencegahan Narkoba melalui Seminar Internasional

          Menjadi Pimpinan Muhammadiyah Adalah Kesediaan untuk Berkorban

          Dosen UMS Temukan Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun

          Hari Anak Nasional 2026: Guru Besar Psikologi UMS Ingatkan Pentingnya Rumah sebagai Ruang Aman bagi Anak

          Programmer Muda ITESA Muhammadiyah Ciptakan Aplikasi untuk Pabrik Korea

          Lantik Plt Direktur, PCM Jatinom Fokus Perkuat Layanan RSU PKU Muhammadiyah Jatinom

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            YASMA Kamboja Gandeng Akademisi UMSU Indonesia, Perkuat Gerakan Pendidikan dan Pencegahan Narkoba melalui Seminar Internasional

            Menjadi Pimpinan Muhammadiyah Adalah Kesediaan untuk Berkorban

            Dosen UMS Temukan Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun

            Hari Anak Nasional 2026: Guru Besar Psikologi UMS Ingatkan Pentingnya Rumah sebagai Ruang Aman bagi Anak

            Programmer Muda ITESA Muhammadiyah Ciptakan Aplikasi untuk Pabrik Korea

            Lantik Plt Direktur, PCM Jatinom Fokus Perkuat Layanan RSU PKU Muhammadiyah Jatinom

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Los mejores casinos en línea en Argentina

              Vavada online casino w Polsce – obsługa klienta

              Non GamStop Casinos UK 2026 – Best New Casinos Not on GamStop

              Casino en línea – mejores plataformas con tragamonedas y juegos de casino en vivo

              Onlayn Kazino Pin Up Azərbaycanda – Giriş və Başlama

              Lemon Casino Online – oficjalna strona pl (+155 fs)

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Menjadi Pimpinan Muhammadiyah Adalah Kesediaan untuk Berkorban

              admin by admin
              24/07/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA
              Menjadi Pimpinan Muhammadiyah Adalah Kesediaan untuk Berkorban

              Oleh : Jufri

              Menjadi pengurus atau pimpinan Muhammadiyah bukanlah sebuah kemewahan. Ia juga bukan sekadar status sosial, apalagi kesempatan untuk mendapatkan penghormatan. Menjadi pimpinan Muhammadiyah adalah menerima amanah dan tanggung jawab.

              WartaTerkait

              YASMA Kamboja Gandeng Akademisi UMSU Indonesia, Perkuat Gerakan Pendidikan dan Pencegahan Narkoba melalui Seminar Internasional

              Dosen UMS Temukan Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun

              Hari Anak Nasional 2026: Guru Besar Psikologi UMS Ingatkan Pentingnya Rumah sebagai Ruang Aman bagi Anak

              Programmer Muda ITESA Muhammadiyah Ciptakan Aplikasi untuk Pabrik Korea

              Karena itu, siapa pun yang bersedia menjadi pimpinan Muhammadiyah harus memahami bahwa ada harga yang harus dibayar. Setidaknya ada lima hal yang harus siap dikorbankan: waktu, pikiran, tenaga, harta dan perasaan.

              Waktu harus dikorbankan karena organisasi tidak akan berjalan hanya dengan niat baik. Ada rapat yang harus dihadiri, kegiatan yang harus dipersiapkan, persoalan yang harus diselesaikan dan warga persyarikatan yang harus dilayani.

              Bahkan, menjadi pimpinan Muhammadiyah dengan sendirinya harus bersedia untuk mudah dihubungi. Tentu bukan berarti seorang pimpinan tidak memiliki kehidupan pribadi atau pekerjaan lain. Tetapi ketika seseorang bersedia menerima amanah kepemimpinan, ia harus memahami bahwa ada tanggung jawab yang melekat pada dirinya.

              Ber-Muhammadiyah, apalagi menjadi pimpinan, bukan sekadar menggunakan waktu-waktu yang tersisa. Tetapi harus mampu menyisakan waktu untuk Muhammadiyah. Bukan sekadar ber-Muhammadiyah karena kebetulan tidak ada kegiatan lain, tetapi harus mampu menyediakan waktu di antara berbagai kesibukan lainnya.

              Namun, tentu bukan berarti seluruh waktu seorang pimpinan harus diberikan untuk Muhammadiyah. Setiap pimpinan tentu memiliki kewajiban lain terhadap keluarga, profesi, pekerjaan dan berbagai tanggung jawab kehidupan lainnya.

              Karena itu, semua pimpinan juga harus saling memahami dan mengerti. Harus ada kesediaan untuk memberikan ruang yang wajar kepada setiap pimpinan. Tidak semua orang bisa hadir dalam setiap kegiatan. Tidak semua orang bisa selalu menjawab setiap panggilan. Tidak semua orang dapat meninggalkan pekerjaan atau keluarganya setiap saat.

              Apalagi prinsip kepemimpinan di Muhammadiyah adalah kolektif kolegial. Karena itu, setiap pimpinan harus saling mendukung dan memahami. Kepemimpinan tidak boleh dibangun atas dasar keinginan untuk berjalan sendiri atau merasa paling menentukan. Setiap pimpinan memiliki peran, tanggung jawab dan keterbatasan masing-masing.

              Kepemimpinan kolektif kolegial harus dibangun dengan saling memahami, bukan dengan saling menuntut secara berlebihan. Ketika salah seorang pimpinan sedang menghadapi kesibukan pekerjaan, persoalan keluarga atau tanggung jawab lainnya, pimpinan yang lain harus mampu memberikan dukungan dan mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing.

              Sebaliknya, setiap pimpinan juga harus memiliki kesadaran bahwa amanah organisasi tidak boleh terus-menerus dibebankan kepada orang lain.

              Saling mendukung dan saling memahami adalah dua hal penting dalam membangun kepemimpinan kolektif kolegial.

              Pimpinan Muhammadiyah juga harus menyadari bahwa pimpinan tidak digaji. Tetapi kadang-kadang, perlakuan orang atau bahkan anggota persyarikatan seolah-olah pimpinan mendapatkan gaji dari organisasi. Pimpinan dituntut selalu ada, selalu siap, selalu mampu menyelesaikan persoalan, bahkan kadang-kadang harus menanggung berbagai kebutuhan organisasi dengan waktu, tenaga dan hartanya sendiri.

              Di sinilah keikhlasan diuji.

              Ada orang yang mampu mengkomunikasikan keinginan atau usulannya dengan baik. Tetapi ada pula yang menyampaikan masukan dan kritik sesuai dengan kemampuan dan cara berpikirnya sendiri, tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain. Semua itu harus dihadapi oleh seorang pimpinan.

              Tidak semua orang memiliki kemampuan komunikasi yang sama. Tidak semua kritik disampaikan dengan cara yang baik. Tidak semua masukan lahir dari proses berpikir yang matang. Namun, seorang pimpinan tetap harus belajar menghadapi semuanya dengan kesabaran dan kedewasaan.

              Seorang pimpinan juga harus memahami bahwa dalam organisasi selalu ada orang yang ingin menjadi pimpinan, tetapi tidak bersedia memikul tanggung jawab. Ada yang ingin berada dalam struktur, tetapi tidak siap menjalankan tugas. Ada yang ingin disebut sebagai pimpinan, tetapi tidak siap mengorbankan waktu, pikiran, tenaga, harta dan perasaan.

              Ada pula yang mampu berceramah dengan baik, tetapi belum tentu mampu diajak bekerja sama. Padahal, kemampuan berbicara dan kemampuan berorganisasi adalah dua hal yang berbeda.

              Berceramah membutuhkan kemampuan menyampaikan gagasan kepada orang lain. Tetapi berorganisasi membutuhkan kemampuan mendengar, memahami, berkompromi, bekerja sama dan mengelola perbedaan.

              Karena itu, seorang yang pandai berbicara belum tentu pandai bekerja dalam tim. Sebaliknya, seseorang yang tidak banyak berbicara bisa jadi memiliki kemampuan bekerja sama yang luar biasa.

              Dalam perjalanan organisasi, persoalan juga datang dari berbagai arah. Ada persoalan yang berasal dari internal, baik bersama pimpinan maupun anggota lainnya. Ada perbedaan pandangan, komunikasi yang tidak selalu berjalan baik, harapan yang tidak selalu dapat dipenuhi dan berbagai dinamika lainnya.

              Ada pula persoalan yang datang dari eksternal organisasi. Muhammadiyah hidup di tengah masyarakat, bangsa dan negara. Karena itu, berbagai persoalan sosial, politik, ekonomi dan kemasyarakatan juga sering kali harus disikapi oleh pimpinan.

              Selama sepuluh tahun memimpin Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi, saya belajar dan terus belajar menyikapi berbagai keadaan, situasi dan kondisi Muhammadiyah dengan segala dinamika yang ada.

              Saya belajar bahwa memimpin organisasi tidak cukup hanya dengan pengetahuan. Tidak cukup pula hanya dengan niat baik. Diperlukan kesabaran, komunikasi, kemampuan memahami orang lain, keberanian mengambil keputusan dan kesediaan untuk terus belajar.

              Seorang pimpinan tidak bisa merasa cukup hanya dengan mengikuti satu pelatihan atau satu kali pengkaderan. Kadang-kadang, seorang pimpinan harus mengikuti berkali-kali proses pengkaderan. Bukan karena tidak pernah belajar, tetapi justru untuk merawat rasa cinta dan tanggung jawab kepada persyarikatan.

              Pengkaderan juga mengajarkan kita untuk terus belajar dan tetap rendah hati. Sebab sebanyak apa pun pengalaman yang dimiliki, selalu ada hal baru yang dapat dipelajari. Setinggi apa pun posisi seseorang dalam organisasi, ia tetap harus bersedia untuk belajar.

              Kadang-kadang kita harus berbicara, tetapi kadang-kadang kita juga harus mampu mendengar.

              Ada saatnya kita menjadi pemateri. Ada saatnya menjadi instruktur. Ada saatnya menjadi panitia. Tetapi ada pula saatnya kita harus menjadi peserta. Posisi itu dapat berganti-ganti sesuai dengan kebutuhan dan keadaan.

              Itulah indahnya ber-Muhammadiyah. Tidak ada yang semestinya merasa lebih tinggi dari yang lain.

              Yang hari ini menjadi pemateri, besok mungkin menjadi peserta. Yang hari ini menjadi instruktur, pada kesempatan lain mungkin harus duduk mendengarkan. Yang hari ini menjadi panitia, pada kegiatan lain bisa saja menjadi peserta yang dilayani.

              Semua itu baru saja kami alami dalam Darul Arqam pada awal Juli yang lalu. Di sana, posisi dan pengalaman boleh berbeda, tetapi dalam proses pengkaderan kita sama-sama belajar. Kita sama-sama duduk, mendengar, berdiskusi dan saling berbagi pengalaman.

              Di situlah salah satu keindahan Muhammadiyah. Kepemimpinan tidak menjadikan seseorang kehilangan kerendahan hati. Jabatan tidak seharusnya membuat seseorang merasa lebih tinggi. Sebab pada akhirnya, semua adalah kader dan semua tetap berada dalam proses belajar.

              Sebab setiap persoalan memiliki konteksnya sendiri. Setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Dan setiap keadaan membutuhkan sikap yang mungkin tidak selalu sama.

              Karena itu, menurut saya, wajar saja jika seorang Bupati atau Wali Kota, Gubernur atau Presiden dan pejabat publik lainnya yang mendapatkan berbagai fasilitas dari negara tetap banyak dinilai dan dikritik.

              Namun, menjadi pengurus organisasi kemasyarakatan yang kadang-kadang bahkan harus menggunakan uang dari kantong sendiri pun tetap tidak luput dari perhatian dan kritik.

              Itulah dinamika kepemimpinan.

              Ketika kita bersedia berada di depan, maka kita harus siap dilihat. Ketika kita bersedia mengambil keputusan, maka kita harus siap dinilai. Ketika kita bersedia menerima amanah, maka kita harus siap menghadapi pujian sekaligus kritik.

              Pikiran harus dicurahkan untuk memikirkan kemajuan organisasi. Seorang pimpinan tidak cukup hanya hadir secara fisik. Ia harus mampu membaca keadaan, menyusun strategi, mencari solusi dan memikirkan masa depan persyarikatan.

              Tenaga juga harus diberikan. Tidak semua pekerjaan organisasi bisa diselesaikan dengan perintah. Kadang seorang pimpinan harus turun langsung, hadir di tengah umat, mengunjungi amal usaha, mendampingi kader dan menyelesaikan berbagai persoalan yang ada.

              Harta pun sering kali harus dikeluarkan. Tidak semua kebutuhan organisasi tersedia anggarannya. Ada kalanya seorang pimpinan harus menggunakan hartanya sendiri untuk transportasi, komunikasi, konsumsi, bahkan membantu kegiatan organisasi.

              Dan yang paling berat, mungkin adalah mengorbankan perasaan.

              Seorang pimpinan tidak boleh mudah merajuk. Dalam berorganisasi, tidak semua keinginan akan terpenuhi. Tidak semua pendapat akan diterima. Tidak semua keputusan akan sesuai dengan harapan pribadi. Karena itu, seorang pimpinan harus memiliki kedewasaan untuk menerima perbedaan dan menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin.

              Berorganisasi berarti bertemu dengan banyak manusia. Setiap orang memiliki latar belakang, pengalaman, pendidikan, cara berpikir dan karakter yang berbeda. Karena itu, tidak mungkin semua keputusan akan selalu sesuai dengan keinginan kita.

              Menjadi pimpinan Muhammadiyah berarti harus belajar bekerja sama dengan pimpinan lainnya. Kerja sama itu tidak selalu mudah, tetapi harus diusahakan. Sebab berorganisasi berarti bergabung dan berinteraksi dengan berbagai karakter yang berbeda.

              Perbedaan karakter tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru kemampuan mengelola perbedaan itulah salah satu tanda kedewasaan dalam berorganisasi.

              Seorang pimpinan tidak boleh hanya ingin didengar, tetapi juga harus mau mendengar. Tidak boleh hanya ingin dihargai, tetapi juga harus mampu menghargai. Tidak boleh hanya menuntut pengorbanan dari orang lain, tetapi juga harus bersedia memberikan pengorbanan.

              Yang tidak kalah penting, seorang pimpinan harus memiliki rasa tanggung jawab. Ketika seseorang menerima amanah, maka amanah itu tidak boleh hanya hadir dalam nama dan struktur organisasi. Ia harus hadir dalam tindakan.

              Sebab menjadi pimpinan Muhammadiyah bukanlah sekadar tercantum dalam surat keputusan. Bukan pula sekadar memiliki jabatan dan gelar organisasi. Kepemimpinan harus terlihat dari kesediaan untuk hadir, bekerja, mendengar, melayani dan menyelesaikan tanggung jawab.

              Dalam Muhammadiyah, kepemimpinan bukanlah tentang siapa yang paling berkuasa. Kepemimpinan adalah tentang siapa yang paling bersedia memikul tanggung jawab.

              Karena itu, menjadi pimpinan Muhammadiyah di tingkat apa pun—dari ranting, cabang, daerah, wilayah hingga pusat—semestinya selalu diiringi dengan kesadaran bahwa jabatan itu adalah amanah.

              Semakin tinggi posisi seseorang dalam organisasi, semakin besar pula tanggung jawab dan pengorbanan yang seharusnya diberikan.

              Sebab pada akhirnya, seorang pimpinan Muhammadiyah tidak akan dikenang karena berapa lama ia memegang jabatan, berapa banyak orang yang memanggilnya dengan gelar pimpinan, atau seberapa besar penghormatan yang diterimanya.

              Ia akan lebih dikenang karena apa yang telah dikerjakannya, apa yang telah dikorbankannya, dan seberapa besar manfaat yang telah diberikannya bagi persyarikatan, umat dan bangsa.

              Menjadi pimpinan Muhammadiyah bukanlah kemewahan. Ia adalah kesediaan untuk berkorban.

              Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Rektor UMSU Terima Audensi Stakeholders, Perkuat Kerjasama Pendidikan​Peny Eriska

              Next Post

              YASMA Kamboja Gandeng Akademisi UMSU Indonesia, Perkuat Gerakan Pendidikan dan Pencegahan Narkoba melalui Seminar Internasional

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              YASMA Kamboja Gandeng Akademisi UMSU Indonesia, Perkuat Gerakan Pendidikan dan Pencegahan Narkoba melalui Seminar Internasional

              24/07/2026
              BeritaMu

              Dosen UMS Temukan Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun

              24/07/2026
              BeritaMu

              Hari Anak Nasional 2026: Guru Besar Psikologi UMS Ingatkan Pentingnya Rumah sebagai Ruang Aman bagi Anak

              24/07/2026
              Next Post

              YASMA Kamboja Gandeng Akademisi UMSU Indonesia, Perkuat Gerakan Pendidikan dan Pencegahan Narkoba melalui Seminar Internasional

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                YASMA Kamboja Gandeng Akademisi UMSU Indonesia, Perkuat Gerakan Pendidikan dan Pencegahan Narkoba melalui Seminar Internasional

                24/07/2026

                Menjadi Pimpinan Muhammadiyah Adalah Kesediaan untuk Berkorban

                24/07/2026

                Rektor UMSU Terima Audensi Stakeholders, Perkuat Kerjasama Pendidikan​Peny Eriska

                24/07/2026

                Dosen UM Sumatera Barat Luncurkan Buku Pendidikan Agama dan Culture Policing untuk Penguatan Karakter Keluarga Polri

                24/07/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,832)
                • Hukum Islam (1,540)
                • Kabar PTMA (3,993)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                YASMA Kamboja Gandeng Akademisi UMSU Indonesia, Perkuat Gerakan Pendidikan dan Pencegahan Narkoba melalui Seminar Internasional

                24/07/2026

                Menjadi Pimpinan Muhammadiyah Adalah Kesediaan untuk Berkorban

                24/07/2026

                Rektor UMSU Terima Audensi Stakeholders, Perkuat Kerjasama Pendidikan​Peny Eriska

                24/07/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In