Ketika Cahaya Itu Terus Menyala: BerMuhammadiyah untuk Mencerahkan Bangsa dan Semesta
Oleh : Jufri
Ada organisasi yang lahir untuk memperjuangkan kepentingan kelompok. Ada pula yang hadir sekadar menjadi wadah berhimpun. Namun Muhammadiyah sejak awal tidak dibangun untuk kedua tujuan itu. Ia lahir sebagai gerakan dakwah dan tajdid yang ingin menyalakan cahaya Islam dalam seluruh aspek kehidupan.
Lebih dari satu abad yang lalu, K.H. Ahmad Dahlan melihat umat yang masih terbelakang dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pemahaman agama. Beliau tidak memilih mengeluh atau menyalahkan keadaan. Yang beliau lakukan adalah bergerak. Dari kegelisahan itulah Muhammadiyah dilahirkan sebagai ikhtiar menghadirkan Islam yang hidup, mencerdaskan, membebaskan, dan memajukan.
Perjalanan panjang Muhammadiyah membuktikan bahwa dakwah bukan hanya disampaikan dari mimbar. Dakwah juga hadir di ruang-ruang kelas, di rumah sakit, di panti asuhan, di perguruan tinggi, di tengah penanggulangan bencana, hingga di berbagai program pemberdayaan masyarakat. Semua itu adalah wajah Islam yang bekerja, bukan sekadar berbicara.
Inilah yang kemudian dipertegas dalam Risalah Islam Berkemajuan. Islam dipahami bukan hanya sebagai ajaran yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga menjadi kekuatan yang membangun peradaban. Islam mendorong lahirnya manusia yang beriman, berilmu, berakhlak, produktif, serta mampu menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.
Allah SWT berfirman:
«”Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11).»
Ayat ini menjadi pengingat bahwa perubahan tidak lahir dari harapan semata, tetapi dari ilmu, kerja keras, dan pengabdian. Karena itulah Muhammadiyah memilih jalan pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan sosial, dan dakwah sebagai strategi membangun umat dan bangsa.
Hari ini tantangan semakin kompleks. Kemajuan teknologi, kecerdasan buatan, perubahan sosial, krisis lingkungan, hingga kemerosotan moral menuntut hadirnya kader-kader Muhammadiyah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berintegritas dalam setiap amanah.
Di sinilah makna besar slogan “Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya.” Kecerdasan yang diperjuangkan Muhammadiyah bukan sekadar melahirkan orang-orang pintar, melainkan manusia yang mampu menggunakan ilmunya untuk menghadirkan keadilan, kejujuran, kemajuan, dan kasih sayang. Ketika ilmu berpadu dengan iman dan akhlak, lahirlah cahaya yang menerangi kehidupan.
Semesta bercahaya bukanlah utopia. Ia dimulai dari manusia yang hatinya diterangi nilai-nilai Al-Qur’an, pikirannya tercerahkan oleh ilmu, dan tangannya ringan untuk menolong sesama. Cahaya itu kemudian menjalar ke keluarga, sekolah, kampus, rumah sakit, masjid, kantor, hingga seluruh ruang kehidupan. Cahaya itu bukan untuk segelintir orang, melainkan untuk seluruh umat manusia.
Rasulullah SAW bersabda:
«”Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad).»
Hadis ini menjadi ruh gerakan Muhammadiyah. Ukuran keberhasilan bukanlah banyaknya jabatan atau besarnya pengaruh, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat dihadirkan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
BerMuhammadiyah, pada akhirnya, adalah jalan pengabdian yang bernilai ibadah. Selama niat tetap lurus karena Allah SWT, selama dakwah terus ditegakkan dengan hikmah, dan selama ilmu serta amal terus dipersembahkan untuk kemajuan kehidupan, maka cita-cita Risalah Islam Berkemajuan akan terus hidup.
Muhammadiyah bukan sekadar mewarisi sejarah besar, tetapi juga memikul tanggung jawab besar untuk masa depan. Tugas generasi hari ini adalah menjaga agar cahaya itu tidak pernah padam, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang semakin cerdas dan dunia merasakan kehadiran Islam sebagai rahmat bagi semesta.
Itulah makna terdalam dari perjuangan Muhammadiyah: menghadirkan Risalah Islam Berkemajuan untuk mewujudkan Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya.Semoga kita termasuk kader atau orang yang tidak hanya bangga menjadi bagian dari Muhammadiyah, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilainya dalam setiap langkah pengabdian kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan.
Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni







