Mahasiswa FISIP UMSU Raih Gold Award pada Ajang Internasional I-NEXTECH di Malaysia
Medan, INFOMU.CO – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Muhammad Nafis meraih gold award pada ajang International Next-Generation Inovation and Technology Exposition (I-NEXTECH) 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA Malaysia Cawangan Melaka (UiTM) dan Kementerian Pendidikan Malaysia Negeri Malaka secara daring dan diikuti 229 peserta dari lima negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Sri Langka dan Jepang.
Karya tulis dan presentasi bertajuk “SYNC-LINK: Spectral-Verification Protocol to Neutralize Al Voice-Based Cybercrime” berhasil membawa Nafis mengungguli peserta dari Jepang, Thailand dan Malaysia.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd memberikan ucapan selamat dan apresiasi atas raihan ini, “Alhamdulillah, tentu ini prestasi yang harus terus didukung dan dikembangkan. UMSU komitmen untuk mendorong para mahasiswa berprestasi dan berkreativitas hingga ke kanca Internasional,” ujarnya didamping Wakil Rektor III Dr. Rudianto, M.Si.
Dijelaskan, bahwa karya tulis mahasiswa yang mengangkat isu tentang AI dan cyber security relevan dengan program pengembangan kampus digital. Semangat untuk mengembangkan inovasi teknologi berbasis digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan di kalangan mahasiswa tentunya menjadi motivasi bersama untuk seluruh kalangan sivitas akademika.
Menurutnya, komitmen mendorong prestasi-prestasi mahasiswa UMSU di tingkat global menjadi langkah strategis untuk memperkuat reputasi Internasional.
Tidak hanya prestasi mahasiswa, UMSU telah meraih pemeringkatan internasional FIBAA, terekognisi MQA Malaysia, AppliedHE, The Impact Ranking hingga World University Ranking.
Sementara itu, Nafis menyampaikan rasa syukur dan bahagia atas prestasi yang diraihnya, “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena tidak menyangka, niatan awalnya saya hanya ingin belajar dan mendapatkan pengalaman lomba internasional,” ujarnya.
Dia berharap gagasan berupa karya tulis tentang Protokol SYNC-LINK yang menjadi kombinasi framework antara Ilmu Komunikasi dan Cybersecurity tersebut dapat menjadi dasar keamanan digital yang lebih baik.
Nafis juga berbagi kisah dalam proses persiapan lomba yang dilakukan selama tiga bulan. Dia memulainya dari riset masalah pada masyarakat secara global yang memiliki urgensi hingga merancang konsep secara matang. ( hms)







