WARTAPTM.ID, JERMAN – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman Raya melalui program Muhammadiyah Advisory for German Migration Access (MAGMA) membuka peluang karier internasional bagi lulusan Indonesia melalui penyelenggaraan webinar bertajuk Peluang dan Kebutuhan Tenaga Kerja di Jerman: Sektor Kualifikasi dan Prospek Karier, Sabtu (27/6/2026).
Program yang didukung oleh Kementerian Federal Jerman (BMZ) dan GIZ ini menjadi bagian dari upaya mendorong migrasi kerja yang aman, adil, dan terstruktur bagi sumber daya manusia Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja di Eropa.
Dalam pemaparannya, disebutkan bahwa Jerman tengah menghadapi kekurangan tenaga kerja terampil, khususnya di sektor STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Data terbaru menunjukkan kebutuhan tenaga ahli di bidang tersebut mencapai ratusan ribu posisi, terutama dalam bidang teknologi informasi, digitalisasi, dan energi terbarukan.
Perwakilan Association of Indonesian Professionals for Science, Technology and Enterprise (AIPC), Dr. Masuri, menjelaskan bahwa peluang terbesar bagi tenaga kerja Indonesia berada pada sektor teknologi digital seperti kecerdasan artifisial (AI), keamanan siber, serta industri berbasis energi berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya strategi pengembangan kompetensi yang terarah. “Talenta Indonesia perlu membangun spesialisasi yang jelas serta memperkuat portofolio melalui pengalaman proyek maupun sertifikasi internasional,” ujarnya.
Bagi lulusan perguruan tinggi, jalur EU Blue Card menjadi salah satu opsi utama untuk bekerja di Jerman. Skema ini memberikan kemudahan bagi tenaga profesional berkualifikasi tinggi, termasuk akses penyatuan keluarga dan peluang memperoleh izin tinggal permanen dalam waktu relatif singkat.
Sementara itu, lulusan SMA/SMK dapat memanfaatkan jalur Ausbildung, yakni sistem pendidikan vokasi dual yang mengombinasikan pembelajaran teori dan praktik kerja di perusahaan. Program ini memungkinkan peserta memperoleh pengalaman kerja sekaligus penghasilan selama masa pelatihan.
Pengalaman praktis juga dibagikan oleh tenaga kesehatan Indonesia yang bekerja di Jerman. Ia menyebutkan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu bidang dengan kebutuhan tenaga kerja tinggi, serta menawarkan prospek kerja yang stabil bagi peserta program vokasi.
Meski peluang terbuka luas, penguasaan bahasa Jerman menjadi syarat utama yang harus dipenuhi. Untuk jalur vokasi, kemampuan minimal yang disarankan berada pada level B1 hingga B2. Selain itu, kesiapan beradaptasi dengan budaya kerja yang disiplin, tepat waktu, dan komunikatif juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan karier.
Melalui program MAGMA, PCIM Jerman Raya berkomitmen terus mendampingi talenta Indonesia melalui berbagai kegiatan edukatif hingga 2027, termasuk webinar rutin dan sosialisasi jalur migrasi di berbagai kota di Indonesia.
Program ini diharapkan dapat membantu generasi muda Indonesia mengambil keputusan yang tepat dan terinformasi dalam merencanakan karier di tingkat global, sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional di kancah internasional.
The post Program MAGMA PCIM Jerman Raya Buka Akses Karier Internasional bagi Talenta Indonesia appeared first on Warta PTM.





