Demi Pemerataan Kesehatan, Muhammadiyah Perbanyak Fakultas Kedokteran di Luar Jawa
INFOMU.CO | Pekanbaru – Langkah taktis memperbanyak Fakultas Kedokteran (FK) di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) luar Pulau Jawa merupakan komitmen nyata persyarikatan dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan di Indonesia.
Muhadjir tidak menampik adanya jurang pemisah yang lebar terkait fasilitas serta sebaran tenaga medis antara Pulau Jawa dan luar Jawa. Kehadiran FK Muhammadiyah di berbagai daerah diharapkan mampu memotong disparitas tersebut secara signifikan.
“Oleh karena itu kita upayakan FK ini berdiri di luar Jawa. Saat ini, jumlah Fakultas Kedokteran di Universitas Muhammadiyah-’Aisyiyah secara total sudah mencapai 23,” ungkap Muhadjir.
Kesiapan infrastruktur ini membuat Muhammadiyah berada di posisi terdepan saat pemerintah meluncurkan kebijakan baru terkait akselerasi program pendidikan dokter spesialis.
“Sekarang ada kebijakan pendidikan (dokter) spesialis itu boleh diselenggarakan di rumah sakit—jadi berbasis rumah sakit (hospital-based), tidak hanya berbasis kampus (university/teaching-based),” jelas pria yang juga menjabat sebagai Menko PMK tersebut.
Semangat membangun dan memeratakan hak-hak kesehatan warga negara ini, menurut Muhadjir, merupakan ruh asli persyarikatan yang sejak awal memegang teguh semboyan “sedikit bicara, banyak bekerja”.
Sebaran FK Muhammadiyah di Luar Jawa
Sebagai bukti konkret, berikut adalah beberapa jaringan PTMA di luar Pulau Jawa yang telah resmi memiliki dan menyelenggarakan pendidikan kedokteran:
- Sumatra: UM Riau (UMRI), UM Sumatra Utara (UMSU), UM Palembang, UM Metro (Lampung).
- Kalimantan: UM Kalimantan Timur (UMKT), UM Palangkaraya (UMPR).
- Sulawesi: Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar, UM Gorontalo, UM Kendari, UM Palu.
- Nusa Tenggara: Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT).
Hal ini sekaligus menegaskan bahwa ekspansi pendidikan medis Muhammadiyah akan terus bergerak demi kesehatan semesta. (tabligh)



