Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan
Oleh: Ibrahim Nainggolan – Sekretaris PDM Medan
Muhammadiyah telah meneguhkan dirinya sejak awal berdiri sebagai organisasi modern, hal tersebut dengan jelas ditegaskan dalam Anggaran dasarnya Pasal 4 ayat (1) Muhammadiyah Adalah Gerakan Islam, Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Tajdid, bersumber pada Alquran dan As-sunnah. Kata Tajdid berasal dari bahasa arab dapat diartikan membuat menjadi baharu atau memperbaharui atau pembaruan, dalam konteks ajaran Islam, tajdid adalah upaya pembaruan atau ijtihad untuk menyesuaikan pemahaman dan pelaksanaan ajaran agama dengan tantangan zaman.
SATUMU atau satu data muhammadiyah saat ini merupakan istilah yang sangat mudah meluncur dari mulut dan familiar ditelinga warga persyarikatan Muhammadiyah, termasuk warga Muhammadiyah kota Medan terlebih menjelang pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis dengan platfor satumu. Sosialisasi satumu merupakan salahsatu amanah dari keputusan muktamar ke 48 di solo khususnya Poin 7 fokus pada reformasi organisasi dan digitalisasi. Isinya mengamanatkan pembaruan sistem manajemen agar gerak langkah Muhammadiyah semakin profesional, maju, dan modern melalui pemanfaatan teknologi secara menyeluruh hingga tingkat ranting.

Turunan dari keputusan muktamar tersebut terbitlah Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 528/KEP/I.o/M/2025 menetapkan struktur pengelola ekosistem layanan digital persyarikatan Muhammadiyah, dan Pada Milad Muhammadiyah ke 113 yang lalu secara resmi platform satumu diluncurkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hal ini perlu disampaikan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari warga persyarikatan yang mungkin saja belum mendapatkan informasih utuhnya.
Sebagai organiasi modern rasanya tidak ada tawar menawar Muhammadiyah harus beralih dari sistem manual mengelola Muhammadiyah sistem modern digital. Sudah bisa dibayangkan jika seluruh layanan di persyarikatan dari pimpinan pusat hingga pimpinan ranting terintegrasi secara digital berarti data organisasi, data amal usaha, data anggota, data pimpinan dan data lainnya dapat secara transparan diakses oleh seluruh warga persyarikatan. Platform satumu memang disadari sebagai bagian dari upaya adaptif atas kemajuan yang sudah melanda dunia, tidak mungkin lagi Muhammadiyah saat ini atau di masa depan melayani warganya atau berhubungan diluar Muhammadiyah masih dengan cara-cara manual tentu akan tertinggal dan ditinggalkan para mitranya.
Sebagai sebuah langkah transformasi apapun kendalanya, apapun tantangannya sesulit apapun menjalankannnya semua kesulitan dan kendala yang ada saat ini biasanya hanya bersifat sementara saja, tapi setelah setahun mungkin juga harus satu periode barulah layanan digital menjadi sesuatu yang galib karenanya haruslah dimulai dari sekarang. Dimasa depan warga persyarikatan atau pimpinan persyarikatan tidak perlu ragu untuk menyebutkan berapa jumlah warga persyarikatan yang bernomor baku, berapa jumlah amal usaha berupa sekolah, rumah sakit, kantor layanan lazismu, cukup hanya dengan membuka aplikasi MASA, SATUMU, DOM yang ada dalam genggaman (android) semua bisa terjawab dengan pasti. Tata Kelola organisasi yang terintegrasi akan memudahkan dalam pengambilan keputusan berbasis data, dengan digital layanan akan lebih cepat, terukur dan akurat.
Selamat menyongsong eradigital, muhamamdiyah akan tetapa ada, akan tetap tumbuh jika kita yang berada di dalam mau beradaptasi, bertransformasi karena perubahan sesuatu yang pasti, kita sebagai pribadi-pribadi yang ada di Muhamamdiyah harus meninggalkan jejak digital yang baik bagi generasi mendatang. Selamat bersosialisasi dan bimbingan teknis. (***)






