Jemaah Haji Menangis di Arafah, Penantian Belasan Tahun Berbuah Haru dan Syukur
INFOMU.CO | Arafah – Di bawah terik matahari gurun, jutaan kepala tertunduk dalam kepasrahan kepada Sang Pencipta di Padang Arafah. Air mata tumpah tak terbendung, tangan menengadah, jutaan raga bersimpuh melangitkan doa-doa penuh harap, berserah diri seutuhnya kepada Allah swt, Maha Pemilik Semesta. Rasa haru bahagia tak tertahankan dari jemaah haji bernama Siti Rochani (62) asal Kabupaten Tanah Bambu Kalimantan Selatan saat masuk ke dalam tenda Arafah.
Baginya, perjuangan menanti 14 tahun untuk berhaji tidak mudah. “Alhamdulillah sudah sampai. Senang, bahagia, terharu. Hanya bisa mengucap syukur dapat memenuhi panggilan Allah. Walaupun menanti 14 tahun dari sejak muda sampai tua, dengan perjalanan lika liku ini waktunya Allah memanggil,” ujarnya. Dia mengalami sakit di bagian lutut kaki, juga memiliki sakit komorbid jantung dan lambung. “Mudah-mudahan Allah sembuhkan penyakit lutut kaki, penyakit jantung dan lambung. Mudah-mudahan anak dan cucu juga berkesempatan dipanggil supaya bisa merasakan nikmatnya berangkat haji. Tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, tidak bisa dibayar dengan uang,” katanya, Senin 25 Mei 2026.
Menurut dia, kesempatan berhaji hanya datang dari Allah swt. “Bisa di titik ini hanya ada Allah yang membantu. Kemarin naik bus itu tinggi, saya bisa angkat kaki sampai bisa naik sampai turun lagi dengan bawaan banyak, padahal di rumah lutut susah digerakkan. Hanya karena Allah, kalau Allah sudah menghendaki pasti terjadi,” tuturnya.
Samilah Laskar Abdullah (62), juga juga menangis saat tiba di tenda Arafah. Tak lupa dia mempersiapkan doa-doa khusus untuk dibaca di Arafah sebagai tempat mustajab. “Ya Allah Ya Rasulullah, akhirnya tiba di sini, Alhamdulillah. Saya ingin banyak berdoa untuk orangtua, keluarga, saudara, kerabat, sampai tetangga,” ungkapnya.
Ikuti skema
Petugas Madia Center Haji (MCH) 2026 Ririn Nur Febriani melaporkan, Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf turut melepas jemaah haji kloter embarkasi Solo atau SOC 1 dari Hotel Luluat Albait Sektor 2 Syisyah, Mekah menuju Arafah. Niat dilafalkan bersama-sama dibimbing oleh petugas haji. Dia memastikan jemaah RI berangkat ke Arafah sesuai jadwal dan mendapat layanan prima dari petugas haji. Ketersediaan fasilitas dan sarana prasana seluruhnya disiapkan oleh syarikah dan sesuai regulasi dari Arab Saudi. “Saya melihat proses keberangkatan jemaah haji. Persiapan di Arafah hampir 100% kurang sedikit-sedikit dilengkapi sambil berjalan. Semua layanan tersedia, jemaah dipastikan dapat tenda dan kasur,” katanya.
Jemaah diminta mengikuti skema pengaturan yang disiapkan di Arafah. “Jemaah jangan banyak jalan-jalan ke luar tenda, di luar panas bisa berbahaya bagi kesehatan. Lebih baik di tenda banyak berdoa banyak berzikir. Ikuti arahan, hal itu dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah,”katanya, Senin 25 Mei 2026. Gus Irfan menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi yang ditunjukkan PPIH Arab Saudi. “Kehadiran petugas Indonesia telah memberikan warna tersendiri bagi perjalanan ibadah jemaah di Tanah Suci,” ujarnya.
Meskipun demikian, Gus Irfan mengingatkan agar jajaran PPIH tidak cepat berpuas diri. Fase Armuzna merupakan ujian dedikasi layanan haji yang sesungguhnya.”Banyak negara kagum dengan petugas Indonesia, namun jangan pula berpuas diri. Tunjukkan dedikasi yang sebenarnya di lapangan, pastikan seluruh jemaah mendapatkan hak secara penuh. Mulai dari fasilitas tenda dan kasur yang layak, konsumsi yang bergizi, hingga kemudahan dalam menjalankan setiap ritual haji,” tutur Gus Irfan.
Seluruh elemen petugas agar tetap siaga, sigap, dan humanis dalam melayani jemaah. Demi menyukseskan puncak ibadah haji tahun 2026 yang aman, nyaman, dan berkesan. Perbaikan terus dilakukan demi memastikan kenyamanan jemaah. Seluruh pihak memanjatkan doa agar fase puncak Armuzna dapat berjalan lancar dan seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan meraih haji yang mabrur. (PR)



