PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkomitmen penuh dalam mencetak generasi baru yang bersih. Kedua lembaga ini secara khusus menekankan pentingnya integritas pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki moralitas tinggi.
Langkah nyata tersebut mewujud melalui gelaran SPARK CAMP (Saluran Pembelajaran ARK on Campus) pada Jumat (22/5). Acara strategis ini berlangsung di Gedung Ahmad Syafii Maarif UMS dengan melibatkan ratusan mahasiswa.
Esensi Kepemimpinan Menurut Rektor UMS
Wakil Rektor IV UMS, Prof. Dr. dr. Em Sutrisna, M.Kes., membuka sesi dengan sorotan tajam pada tema The Guardian of Governance. Beliau menegaskan bahwa tantangan zaman menuntut kualitas moral yang melampaui angka-angka di atas kertas. Nilai integritas pemimpin masa depan harus menjadi fondasi utama sebelum mereka terjun ke masyarakat.
“Leiden is lijden. Memimpin itu menderita. Jadi kalau diangkat sebagai pemimpin, siap-siaplah untuk menderita,” ujar Em Sutrisna mengutip filosofi K.H. Agus Salim.
Sang Wakil Rektor menilai nilai pengorbanan kini mulai langka akibat perebutan jabatan yang berbasis ambisi kekuasaan. Oleh karena itu, kampus UMS terus mengedepankan budaya amanah. Mahasiswa wajib memahami bahwa Indeks Prestasi Kuliah (IPK) tinggi sama sekali tidak berguna tanpa kejujuran. Sifat-sifat rasul seperti shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah merupakan inti dari sebuah integritas pemimpin masa depan.
Tata Kelola dan Pengawasan Aset Rp30.000 Triliun
Pada sesi berikutnya, Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, memperkuat pandangan tersebut dari perspektif regulasi keuangan. Sophia menyatakan bahwa tata kelola atau governance yang baik mutlak membutuhkan proses yang akuntabel dan transparan. Prinsip ini sangat selaras dengan nilai-nilai luhur yang UMS ajarkan kepada para mahasiswanya.
Kompetensi teknis yang hebat harus berjalan beriringan dengan karakter yang kokoh. Terlebih lagi, perkembangan teknologi masa kini membuat sistem tata kelola menjadi semakin kompleks. Tanpa integritas pemimpin masa depan, infrastruktur fisik maupun sistem digital yang dibangun akan sangat rapuh dan rawan penyimpangan.
Saat ini, OJK memikul tanggung jawab besar dalam mengawasi total aset industri jasa keuangan yang mencapai Rp30.000 triliun. Angka fantastis ini mencakup sektor perbankan, asuransi, dana pensiun, hingga pasar modal. Penerapan tata kelola yang bersih menjadi harga mati demi menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mempertahankan kepercayaan publik. Melalui forum SPARK CAMP OJK ini, generasi muda bersiap menerima tongkat estafet kepemimpinan yang bersih.
Kontributor: Maysali
Editor: Alafasy
The post OJK dan UMS Siapkan Integritas Pemimpin Masa Depan Lewat SPARK CAMP appeared first on Muhammadiyah Jateng.



