PWMJATENG.COM, SEMARANG — Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah resmi membuka Jambore Dakwah Kemanusiaan guna membangun ketahanan pangan dan mempercepat pencegahan stunting di Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026). Agenda strategis dalam rangka Milad 109 Aisyiyah ini menjadi bentuk kontribusi nyata kaum perempuan dalam mendukung program pembangunan nasional Asta Cita.
Selain itu, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah juga mengintegrasikan perayaan ini dengan program pembangunan nasional Asta Cita. Organisasi perempuan Islam ini fokus pada penguatan sumber daya manusia, pembangunan keluarga berkualitas, serta perlindungan perempuan dan anak. Langkah taktis tersebut otomatis memperkuat posisi organisasi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem dan percepatan penurunan stunting.
Sebagai langkah konkret di lapangan, PWA Jawa Tengah menggelar Jambore Dakwah Kemanusiaan Milad ‘Aisyiyah & Hari Keluarga Nasional. Kegiatan kolaboratif ini menjadi ruang konsolidasi massal bagi para muballighat, penyuluh agama, kader, dan mitra strategis. Oleh karena itu, seluruh elemen tersebut kini bersinergi untuk memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan keluarga di tingkat akar rumput.
Aksi Nyata Atasi Stunting dan Kemiskinan
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah menegaskan komitmen organisasi dalam merespons problem sosial kontemporer secara riil. Menurutnya, gerakan perempuan wajib hadir sebagai solusi konkret di tengah masyarakat.
“Dakwah kemanusiaan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung,” ujar Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa konsep kedamaian sejati memiliki kaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat. Namun, kondisi aman tidak akan tercipta secara berkelanjutan jika masyarakat masih mengalami kelaparan dan kemiskinan.
“Perdamaian tidak cukup dimaknai sebagai ketiadaan konflik, tetapi harus diwujudkan melalui keadilan sosial, kesejahteraan keluarga, ketahanan pangan, dan perlindungan generasi masa depan dari stunting serta kemiskinan ekstrem,” tegasnya.
Oleh sebab itu, melalui momentum Milad 109 Aisyiyah, organisasi ini mengoptimalkan gerakan zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pendanaan program. Pada saat yang sama, para kader di lapangan juga gencar memberikan edukasi parenting Islami, kesehatan reproduksi, serta kampanye pendewasaan usia perkawinan.
Sinergi Program Kecamatan Berdaya
Di sisi lain, gerakan pemberdayaan ini juga berjalan selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. ‘Aisyiyah mendukung penuh program strategis “Kecamatan Berdaya” melalui pendekatan berbasis komunitas. Dengan demikian, pendekatan ini memakai instrumen penguatan Qoryah Thoyyibah untuk mendorong kemandirian wilayah berbasis potensi lokal.
Melalui model desa binaan tersebut, organisasi berupaya mewujudkan tatanan masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan harmonis secara sosial. Keberhasilan program di tingkat kecamatan ini nantinya akan menjadi fondasi kokoh bagi terciptanya perdamaian sosial yang berkelanjutan di seluruh wilayah Jawa Tengah.
“Perempuan memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam membangun keluarga tangguh dan masyarakat yang harmonis,” pungkas Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah.
Pada akhirnya, rangkaian agenda ini menjadi bukti nyata komitmen ‘Aisyiyah dalam menghadirkan dakwah kemanusiaan yang inklusif dan mencerahkan. Sinergi lintas sektor antara organisasi, pemerintah, dan dunia usaha ini diharapkan mampu membawa kemaslahatan luas menuju Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.
Kontributro: Dr. Hj. Eny Winaryati, M.Pd.
Editor: Alafasy
The post Peringati Milad 109 Aisyiyah, ‘Aisyiyah Jateng Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pangan appeared first on Muhammadiyah Jateng.



