PWMJATENG.COM, BUMIAYU — Muhammadiyah merupakan manifestasi nyata dari perpaduan ilmu, iman, dan amal. Karakteristik ini melekat kuat sejak era pendirinya, K.H. Ahmad Dahlan. Beliau senantiasa menekankan keseimbangan antara pemahaman agama dan aksi nyata di tengah masyarakat.
Hasil didikan beliau terlihat jelas melalui jaringan sekolah, panti asuhan, hingga layanan kesehatan yang menjamur. K.H. Ahmad Dahlan memiliki dua metode khusus dalam mengajar. Pertama, beliau memastikan jamaah paham betul. Kedua, beliau memastikan jamaah mengamalkan ilmu dalam kehidupan nyata.
Urgensi Zakat Mal dalam Kesejahteraan Bangsa
Semangat inilah yang melandasi kajian Hari Bermuhammadiyah (HBM) PCM Bumiayu pada Jumat (8/5/2026). Ikhwanusoffa hadir membawa tema penting mengenai zakat solusi keadilan sosial dan kesejahteraan bangsa. Beliau mengingatkan agar umat tidak meninggalkan ajaran dasar Kyai Dahlan tersebut.
Namun, Ikhwanusoffa menyoroti sebuah tantangan besar dalam persyarikatan. Beliau melihat kesadaran berzakat, khususnya zakat mal, masih tergolong rendah. Banyak umat Islam yang mampu melaksanakan umrah berkali-kali namun merasa berat membayar zakat. Hal ini menunjukkan ketidakseimbangan dalam menjalankan rukun Islam secara proporsional.
Edukasi Zakat dan Peran Lazismu
Menurutnya, kurangnya edukasi menjadi faktor utama rendahnya kepatuhan zakat mal. Para dai dan ustadz sangat jarang membahas tema zakat secara mendalam dalam kajian rutin. Padahal, umat sangat patuh kepada pemuka agama jika mendapatkan arahan yang tepat.
Selain edukasi, Ikhwanusoffa mengkritik kebiasaan memperdebatkan hal-hal kecil yang tidak pokok. Beliau mengajak warga persyarikatan untuk fokus pada penghimpunan dana melalui amil resmi. Zakat solusi keadilan sosial hanya akan terwujud jika pengelolaan dana terpusat melalui Lazismu.
Efek Sosial Salat dan Aksi Nyata
Beliau juga mengingatkan bahwa salat harus memiliki efek sosial yang nyata. Allah melabeli golongan yang lalai dari hubungan sosial sebagai orang yang celaka dalam surat Al-Maun. Maka, ibadah zakat, infak, dan wakaf menjadi bukti bahwa seseorang tidak abai terhadap anak yatim.
Ibadah memang memerlukan paksaan dan komitmen yang kuat. Kita seringkali berani mengeluarkan banyak uang untuk urusan dunia tanpa perhitungan. Sebaliknya, kita tidak boleh kikir saat berurusan dengan bekal akhirat. Mari buat aksi nyata demi keadilan sosial melalui Lazismu mulai sekarang.
The post Zakat Solusi Keadilan Sosial: Menghidupkan Kembali Pesan KH Ahmad Dahlan appeared first on Muhammadiyah Jateng.



