PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Pelantikan dan Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sukoharjo periode 2026 digelar di Auditorium Moh. Djazman, Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu (5/4).
Kegiatan ini diikuti peserta, tamu undangan, dan kader IMM dari berbagai komisariat. Acara mengusung tema “Merajut Gerakan Kolektif, Menggema dalam Kolaboratif.”
Prosesi pelantikan pengurus PC IMM Sukoharjo periode 2026 dilakukan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah. Kepengurusan periode ini didominasi mahasiswa UMS dengan jumlah sekitar 48 orang.
Momentum tersebut menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk menjalankan amanah organisasi sekaligus memperkuat peran kader mahasiswa dalam gerakan IMM di Sukoharjo.
Ketua Umum PC IMM Sukoharjo 2026, Azhar Ardiansyah Al-Aziz, mengatakan tradisi membaca, menulis, dan berdiskusi harus terus dihidupkan di tubuh IMM. Azhar merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UMS.
“Tradisi membaca di IMM adalah jalan untuk berdialog dengan pemikiran tokoh terdahulu, menulis sebagai wadah menuangkan gagasan, serta berdiskusi untuk melatih pola pikir kritis dan argumentatif,” katanya.
Ia menilai kader IMM saat ini menghadapi tantangan penurunan budaya literasi. Karena itu, menurut dia, penguatan intelektualitas kader perlu menjadi perhatian bersama.
“IMM hari ini mulai mengalami penurunan dalam budaya literasi, khususnya membaca, menulis, dan berdiskusi, sehingga hal ini perlu kembali diperkuat dalam setiap langkah perjuangan,” ujarnya.
Azhar juga mengajak seluruh kader menjaga semangat dan komitmen untuk membangun kesadaran kolektif serta menghidupkan kembali tradisi keilmuan di lingkungan IMM.
“IMM akan tetap relevan jika mampu menjaga fondasi tersebut serta bergerak secara kolaboratif dan berdampak di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PC IMM Sukoharjo periode 2025, Anas Asyari Nashuha, S.H., mengatakan organisasi tidak dapat dijalankan secara sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan peran aktif seluruh kader. Anas merupakan alumni Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UMS.
“Organisasi ini tidak bisa dijalankan sendiri, melainkan harus dibangun dengan kebersamaan dan peran aktif seluruh kader,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tantangan organisasi harus dijawab dengan kesiapan dan semangat kolektif. Menurut dia, kader IMM juga perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai dasar organisasi.
“Seluruh kader IMM harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman serta tetap menjaga nilai dan tujuan organisasi dalam setiap gerakan,” ungkapnya.
Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah, Nia Nur Pratiwi, S.Pd., M.M., menilai IMM Sukoharjo memiliki tradisi keilmuan yang kuat dan telah melahirkan banyak kader yang berkiprah di berbagai bidang.
“Pengalaman kaderisasi menjadi proses penting dalam membentuk kualitas diri kader, sehingga semangat berdialektika dan berkembang harus terus dipertahankan,” katanya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, H. Djumari, S.Ag., M.Si., juga mengingatkan pentingnya peran kader sebagai penjaga nilai dan ideologi organisasi agar tetap berada di jalur perjuangan yang benar.
“Sebagai kader, kita harus menjaga nilai dan ideologi organisasi serta tetap berada pada jalur perjuangan yang benar,” pungkasnya.
Kontributor : Nurul
Editor: Al-Afasy
The post Pelantikan PC IMM Sukoharjo 2026 di UMS Perkuat Arah Gerak Kader appeared first on Muhammadiyah Jateng.





