PWMJATENG.COM, Surakarta – Suasana hangat menyelimuti SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo saat 454 murid mengikuti kegiatan halalbihalal bertajuk Kolaborasi Tanpa Batas, Silaturahmi Tanpa Jeda, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan semangat istiqamah pasca-Ramadan.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan dibagi menjadi dua kelompok. Murid kelas I, II, dan III mengikuti acara di hall utama gedung selatan, sedangkan murid kelas IV, V, dan VI berkegiatan di Masjid Kottabarat Solo.
Untuk murid kelas I, II, dan III, acara diawali pembukaan dan sambutan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muhamad Arifin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan empat ciri orang bertakwa berdasarkan QS Ali ‘Imran ayat 133–135.
“Di bulan Syawal ini, marilah kita tingkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan empat cara, yaitu gemar bersedekah dalam segala kondisi, menahan amarah, mudah memaafkan antarsesama, serta senantiasa beristigfar sebagai bentuk tobat,” terangnya.
Sebelum tausiyah dimulai, para murid mengucapkan ikrar halalbihalal secara serentak dan khidmat. Ikrar tersebut dipandu guru Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba) kelas II, Pebri Ike Yulaikah.
Tausiyah untuk murid kelas I, II, dan III disampaikan oleh guru Ismuba kelas I, Wahyu Widodo. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap istiqamah dalam ibadah setelah Ramadan.
“Anak-anak, jika ada di antara kalian yang meninggalkan puasa Ramadan karena alasan tertentu, maka wajib menggantinya sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjalankan syariat Islam. Selain itu, jaga kerukunan antarteman dengan menjaga lisan, saling menghargai, serta saling meminta maaf dan memaafkan,” pesannya.
Sementara itu, kegiatan halalbihalal untuk murid kelas IV, V, dan VI juga berlangsung khidmat. Rangkaian acara meliputi pembukaan, ikrar halalbihalal, dan sambutan Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam.
Dalam sambutannya, Nursalam menyampaikan bahwa kondisi setelah menjalani ibadah puasa Ramadan diibaratkan seperti bayi yang baru lahir, kembali ke fitrah dalam keadaan suci.
“Mulailah dengan hati yang bersih, lepaskan beban lama agar memberi ruang bagi ilmu dan pengalaman baru yang lebih bermanfaat. Hati ibarat wadah, jika bersih maka ilmu yang masuk akan mudah meresap dan membawa keberkahan,” paparnya.
Kajian bertema pentingnya menjaga silaturahmi kemudian disampaikan oleh guru Ismuba kelas VI, Mohamad Iqbal Baehaqi. Ia menjelaskan bahwa silaturahmi tidak sekadar berkunjung, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan sahabat.
“Silaturahmi dapat melapangkan rezeki dan memanjangkan umur. Di tengah kesibukan, kita tetap bisa menjaganya dengan cara sederhana, seperti memberi sapaan, melakukan panggilan video, atau berbagi rezeki melalui hadiah kecil,” ujarnya.
Kegiatan halalbihalal 1447 Hijriah ditutup dengan prosesi musafahah yang berlangsung tertib dan penuh haru. Para murid berjajar untuk saling bermaafan dengan guru, tenaga kependidikan, dan sesama teman. Suasana kekeluargaan pun terasa hangat di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan karakter murid, khususnya dalam menanamkan nilai silaturahmi, saling memaafkan, dan menjaga semangat istiqamah setelah Ramadan.
Kontributor: Nikmah Hidayati
Editor: Al-Afasy
The post Pererat Silaturahmi Pasca-Ramadan, 454 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Gaungkan Semangat Istiqamah appeared first on Muhammadiyah Jateng.




