PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Menjadi dokter bukan sekadar mengenakan jas putih, melainkan tentang kesiapan ilmu, mental, dan integritas. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menunjukkan proses pembentukan karakter tersebut secara sistematis melalui rangkaian Pembekalan Calon Dokter Muda (Koas) Periode 41 yang puncaknya ditandai dengan Prosesi Sumpah Dokter Muda, Sabtu (21/2).
Sebanyak 147 dokter muda resmi melangkah ke tahap klinik setelah menjalani masa pembekalan intensif selama sepuluh hari di lingkungan kampus dan rumah sakit pendidikan.
Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., menegaskan bahwa keselamatan pasien (Patient Safety) adalah harga mati. Mahasiswa dibekali protokol ketat mulai dari komunikasi efektif antar-tenaga kesehatan hingga Pengendalian dan Pencegahan Infeksi (PPI).
“Kami melatih mahasiswa secara komprehensif, termasuk penggunaan APD level 1-3 dan standar kebersihan tangan sesuai protokol global. Mahasiswa juga diasah kemampuannya dalam situasi kegawatdaruratan melalui penyegaran Basic Life Support (BLS),” terang dr. Flora, Selasa (24/2).
Selain aspek klinis, FK UMS memberikan perhatian khusus pada kesehatan mental calon dokter. Mengingat beban studi koas yang tinggi, mahasiswa dibekali strategi manajemen stres dan stabilitas emosi. Tak lupa, etika bermedia sosial bagi tenaga medis turut menjadi materi penting guna menjaga martabat profesi di era digital.
“Kami menanamkan komitmen menjaga kerahasiaan rekam medis dan etika berinteraksi dengan pasien sejak dini. Integritas inilah yang akan membedakan dokter lulusan UMS,” tambahnya.
Yang menjadi pembeda utama adalah pendekatan spiritualitas yang terintegrasi. Nilai-nilai keislaman, muhasabah diri, ikhtiar, dan tawakal menjadi napas dalam setiap pelayanan. Harapannya, dokter muda UMS tidak hanya menyembuhkan raga, tetapi juga memberikan ketenangan batin bagi pasien.
Tahap pembekalan ini juga melibatkan RSUD Dr. Harjono Ponorogo sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama dan dukungan dari RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Mahasiswa terjun langsung memahami standar akreditasi rumah sakit dan integrasi pendidikan dalam pelayanan kesehatan nyata.
Dengan dilepasnya 147 dokter muda ini, FK UMS kembali membuktikan perannya dalam mencetak tenaga medis yang profesional, adaptif, dan memiliki integritas moral yang tegak lurus pada nilai-nilai kemanusiaan.
Kontributor: Yusuf | Humas
Editor: Al-Afasy
The post FK UMS Cetak Dokter Masa Depan: Padukan Kecanggihan Medis dan Kedalaman Spiritual appeared first on Muhammadiyah Jateng.



