PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Program Doktor FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melahirkan pakar baru. Dr. Wendy Dian Patriana sukses mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor yang digelar di Auditorium Moh. Djazman UMS, Rabu (11/2).
Doktor ke-21 dari prodi tersebut mempresentasikan riset mendalam mengenai pengembangan buku pendamping Pendidikan Pancasila berorientasi Multiple Sources Learning (MSL) untuk memperkuat sikap kebinekaan siswa Sekolah Dasar (SD) di Surakarta.
Penelitian ini berpijak pada data Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 yang menunjukkan penurunan iklim kebinekaan di tingkat SD. Wendy menyoroti bahwa transformasi digital tidak hanya membawa peluang, tetapi juga ancaman serius seperti cyber bullying, digital harassment, dan bibit intoleransi.
“Keberagaman adalah identitas bangsa Indonesia, namun di baliknya terdapat risiko konflik yang tinggi jika tidak dikelola dengan baik. Kekerasan emosional menjadi permasalahan utama yang kerap terjadi di lingkungan sosial anak saat ini,” papar Wendy.

Sebagai solusi, Wendy mengembangkan produk berupa buku pendamping Pendidikan Pancasila untuk kelas 4 SD yang dikemas dalam bentuk activity book. Berbeda dengan buku teks konvensional, buku ini menggunakan pendekatan MSL:
- Variatif & Kolaboratif: Mendorong guru dan siswa menggunakan sumber belajar yang beragam, tidak terpaku pada satu teks saja.
- Eksplorasi Kreativitas: Memuat aktivitas kesenian yang mengandung unsur budaya lokal Indonesia.
- Keseimbangan Kompetensi: Menyelaraskan aspek kognitif (pengetahuan) dengan aspek afektif (sikap dan karakter).
Ketua penguji yang juga Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini. Ia berpesan agar gelar doktor ini menjadi awal perjuangan untuk terus berinovasi bagi dunia pendidikan.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UMS sekaligus promotor, Prof. Dr. Sofyan Anis, M.Si., menekankan pentingnya integrasi karakter. “Seorang doktor harus memiliki dua pilar karakter yang utuh: kompetensi Iptek yang mumpuni serta kompetensi spiritual yang kuat,” tegasnya.
Kontributor: Roselia | Humas
Editor: Al-Afasy
The post Bentengi Siswa dari Intoleransi Digital, Doktor Baru UMS Kembangkan Buku Pancasila Berbasis MSL appeared first on Muhammadiyah Jateng.



