MUI Siapkan Bantuan Rehabilitasi Masjid Terdampak Bencana Sumatera
INFOMU.CO | Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyiapkan bantuan rehabilitasi masjid dan fasilitas pendidikan keagamaan di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak bencana alam. Bantuan tersebut merupakan bagian dari fase pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda beberapa provinsi sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Kebencanaan Kiai Mabrur MS mengatakan bencana besar terjadi di sejumlah wilayah Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana yang semula diperkirakan berupa ancaman tsunami, justru berubah menjadi banjir besar akibat air dari kawasan pegunungan yang turun ke wilayah permukiman.
“Jumlah korban cukup besar, mendekati 1.100 orang, dan hingga kini masih ada sekitar 100 sampai 150 orang yang belum ditemukan,” ujar Kiai Mabrur, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, kerusakan akibat bencana tersebut sangat luas, meliputi rumah warga, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, hingga lembaga pendidikan. Kondisi di lapangan, menurutnya, memang menyulitkan proses pencarian korban karena material banjir berupa batu dan kayu berukuran besar.
Memasuki awal 2026, bencana kemudian bergeser ke Pulau Jawa. Beberapa daerah di Banten, Jawa Barat, hingga Jawa Timur dilanda banjir dan longsor dengan karakteristik yang berbeda-beda, menyesuaikan kondisi geografis wilayah masing-masing.
“Kita melihat bencana ini hampir merata, ada banjir, longsor, bahkan aktivitas vulkanik. Ini musibah nasional yang membutuhkan kebersamaan semua pihak,” katanya.
Kiai Mabrur menegaskan, MUI sebagai rumah besar umat Islam berupaya mengambil peran dengan mengajak masyarakat untuk bergotong royong, baik melalui bantuan kemanusiaan maupun doa bersama. Ia menilai, selain ikhtiar fisik yang dilakukan pemerintah dan relawan, ikhtiar spiritual juga penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat.
Dalam aspek bantuan konkret, Kiai Mabrur mengungkapkan bahwa MUI telah menyalurkan tidak kurang dari 20 ribu paket bantuan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada fase tanggap darurat. Memasuki fase pemulihan, MUI kembali mendapat kepercayaan dari para donatur untuk menyalurkan bantuan lanjutan.
“Insya Allah, MUI akan membantu pembangunan tiga masjid di Sumatera, masing-masing di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, juga ada bantuan untuk pembangunan madrasah dan sekolah,” jelasnya.
Nilai bantuan rehabilitasi masjid tersebut, menurutnya, mencapai sekitar Rp2 miliar untuk setiap lokasi. Saat ini, MUI masih melakukan kajian lokasi agar pembangunan tidak dilakukan di zona rawan bencana dan lebih diarahkan ke kawasan relokasi yang aman.
“MUI tidak bertindak sebagai kontraktor. Kami menerima amanah dari donatur dan memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat,” katanya.
Selain pembangunan masjid dan madrasah, MUI juga merencanakan pembangunan sekitar 500 rumah hunian tetap bagi guru madrasah, pesantren, dan masyarakat terdampak bencana. Rumah-rumah tersebut akan dirancang dengan konsep ramah dan tangguh bencana, disesuaikan dengan potensi risiko di masing-masing daerah.
Kiai Mabrur menambahkan, seluruh upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu pemulihan masyarakat sekaligus memperkuat persatuan umat di tengah musibah.
“Ini momentum untuk bersatu, saling membantu, dan bersama-sama bangkit menghadapi musibah yang menimpa bangsa Indonesia,” pungkasnya. (mui)





