Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Dr. Tri Yuni Hendrawati, M.Si., IPM., ASEAN.ENG memaparkan hasil riset dan inovasi unggulan UMJ dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Riset dan Inovasi Daerah: Pemaparan Hasil Riset Pilihan Perguruan Tinggi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, pada (28/08/2025).
Baca juga : Ketua LPPM UMJ Jadi Narasumber di Webinar Hibah Risetmu Batch IX
Yuni menjelaskan bahwa riset di UMJ terbagi ke dalam empat kategori besar. Ia juga menekankan bahwa LPPM UMJ memiliki roadmap penelitian dari tahun 2025 hingga 2030 yang dirancang untuk memastikan arah riset dapat menjawab tantangan serta kebutuhan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Selain arah penelitian, ia juga memperkenalkan karya-karya inovasi unggulan dosen UMJ. Di bidang sains dan teknologi, UMJ menghadirkan GEMATIK (Gerobak Armada Listrik – Matching Fund Kedaireka) dan Veravit, hasil hilirisasi penelitian aloe vera halal internasional.
Untuk bidang kesehatan, Yuni memaparkan bahwa UMJ menghasilkan obat kumur propolis herbal serta permen lunak herbal halal yang kini memasuki tahap paten. Sedangkan pada bidang sosial-humaniora, UMJ telah mengembangkan program anti bullying, aplikasi “Mari Tirukan” untuk anak autis, hingga kajian smart city yang bekerja sama dengan Inha University Korea Selatan.
Yuni menambahkan bahwa kontribusi UMJ juga diwujudkan dalam program pengabdian kepada masyarakat. Di antaranya KKN bina desa di Pandeglang dan Cianjur, KKN Tematik, serta program internasional di Malaysia dan Korea Selatan. UMJ juga berperan dalam peningkatan kapasitas SDM Banten melalui pelatihan kehumasan, protokol, media, serta dukungan pendidikan lanjut S2 dan S3 dengan jalur RPL dan beasiswa.
Yuni menyampaikan harapan agar forum ini dapat melahirkan kolaborasi yang lebih konkret antarperguruan tinggi di Banten.
“Ini merupakan kegiatan konsorsium Perguruan Tinggi Banten sehingga diharapkan program kegiatan kolaborasinya dapat berdampak dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain UMJ, kegiatan ini juga diikuti oleh Rektor UIN Banten, LPPM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), dan Ketua LPPM Universitas Pamulang (Unpam). Bappeda Banten menegaskan hasil pertemuan akan ditindaklanjuti dengan pengintegrasian riset dan pengabdian dari berbagai perguruan tinggi untuk mendukung kemajuan daerah.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sinergi akademisi dan pemerintah. Melalui riset, inovasi, dan pengabdian yang terus dikembangkan, UMJ menegaskan komitmennya sebagai kampus yang berdampak bagi masyarakat.
Editor : Dian Fauzalia
Artikel Ketua LPPM UMJ Paparkan Riset Unggulan dalam Rakor Riset dan Inovasi Daerah Banten pertama kali tampil pada Universitas Muhammadiyah Jakarta.






