• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, April 25, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Resmi! Ini Daftar Baru Harga LPG 3 Kg, 5,5 Kg-12 Kg, Berlaku 22 April

    Jepang Ungkap RI Punya ‘Selat Hormuz’ Sendiri, Vital Bagi Dunia

    Kepemimpinan Kolektif Kolegial jadi Penjaga Arah Gerak Dakwah Muhammadiyah

    Khutbah Jumat : Empat Nilai Dasar Beragama

    Post Title

    Hampir 6 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diimbau Jaga Kesehatan

    Hampir 6 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diimbau Jaga Kesehatan

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Resmi! Ini Daftar Baru Harga LPG 3 Kg, 5,5 Kg-12 Kg, Berlaku 22 April

      Jepang Ungkap RI Punya ‘Selat Hormuz’ Sendiri, Vital Bagi Dunia

      Kepemimpinan Kolektif Kolegial jadi Penjaga Arah Gerak Dakwah Muhammadiyah

      Khutbah Jumat : Empat Nilai Dasar Beragama

      Post Title

      Hampir 6 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diimbau Jaga Kesehatan

      Hampir 6 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diimbau Jaga Kesehatan

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

        Khatib Shalat Id Terlambat Datang, Bagaimana Menyikapinya?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Resmi! Ini Daftar Baru Harga LPG 3 Kg, 5,5 Kg-12 Kg, Berlaku 22 April

          Jepang Ungkap RI Punya ‘Selat Hormuz’ Sendiri, Vital Bagi Dunia

          Kepemimpinan Kolektif Kolegial jadi Penjaga Arah Gerak Dakwah Muhammadiyah

          Khutbah Jumat : Empat Nilai Dasar Beragama

          Post Title

          Hampir 6 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diimbau Jaga Kesehatan

          Hampir 6 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diimbau Jaga Kesehatan

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Resmi! Ini Daftar Baru Harga LPG 3 Kg, 5,5 Kg-12 Kg, Berlaku 22 April

            Jepang Ungkap RI Punya ‘Selat Hormuz’ Sendiri, Vital Bagi Dunia

            Kepemimpinan Kolektif Kolegial jadi Penjaga Arah Gerak Dakwah Muhammadiyah

            Khutbah Jumat : Empat Nilai Dasar Beragama

            Post Title

            Hampir 6 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diimbau Jaga Kesehatan

            Hampir 6 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diimbau Jaga Kesehatan

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

              Khatib Shalat Id Terlambat Datang, Bagaimana Menyikapinya?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Benarkah Memperbaiki Arah Kiblat di Masjid Termasuk Ghuluw?

              by
              28/08/2022
              in BeritaMu
              0
              Benarkah Memperbaiki Arah Kiblat di Masjid Termasuk Ghuluw?
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Benarkah Memperbaiki Arah Kiblat di Masjid Termasuk Ghuluw?

              WartaTerkait

              Resmi! Ini Daftar Baru Harga LPG 3 Kg, 5,5 Kg-12 Kg, Berlaku 22 April

              Jepang Ungkap RI Punya ‘Selat Hormuz’ Sendiri, Vital Bagi Dunia

              Kepemimpinan Kolektif Kolegial jadi Penjaga Arah Gerak Dakwah Muhammadiyah

              Khutbah Jumat : Empat Nilai Dasar Beragama

              Oleh: Muhamad Hibanullah

              Persoalan kiblat merupakan bab mendasar bagi mahasiswa yang bergelut dalam keilmuwan falak atau astronomi. Namun dalam prakteknya di masyarakat sangat sulit untuk diterapkan mengingat banyak faktor yang sulit untuk mereka ubah diantaranya: Masjid itu sudah berdiri tegak dengan kiblat yang sudah lama seperti itu, kurangnya kepercayaan mereka terhadap yang merubah, dan bahkan ada yang menganggap persoalan ini termasuk perkara ghuluw (berlebih-lebihan dalam beragama). Lantas apakah memperbaiki arah kiblat termasuk perkara ghuluw? Simak penjelasan berikut ini.

              Sedikit cerita, tahun 2021 kemarin masjid di komplek penulis sedang direnovasi sehingga salat berjamaah dilakukan di majelis yang baru saja selesai dibangun tepatnya di sebrang masjid tadi. Selang berapa lama, penulis menyadari bahwa majelis itu tidak mengarah ke kiblat namun dibangun menyesuaikan petak tanah sehingga sajadah yang disediakan pun tepat lurus mengikuti rumah-rumah warga di sebelahnya yaitu ke arah Barat.

              Mengetahui hal itu lantas penulis melaksanakan salat sunah dengan agak serong dengan meyakini bahwa yang dilakukan adalah benar. Namun untuk salat fardu berjamaah masih mengikuti shaf yang tersedia. Beberapa hari kemudian datang pesan dari sahabat saya. Ia memberi pesan yang intinya bahwa jangan memaksakan diri untuk harus tepat mengarah ke kiblat sebab itu perkara ghuluw yang dilarang oleh nabi saw., ia juga memberikan video ceramah seputar perbaikan arah kiblat yang dianggapnya sebagai perkara yang ghuluw. Setelah itu penulis akhirnya bertawaqquf (belum menanggapi) sebab saat itu belum menemukan hujah dan belum memiliki otoritas untuk menjawab persoalan yang demikian.

              Dari pengalaman tersebut penulis bisa sedikit menjawab,

              Pertama, pahami betul apa definisi dari ghuluw. Dalam kamus al-Ma’aniy kata ghuluw bermakna berlebih-lebihan, ketidakwajaran, dan keterlaluan. Sedangkan menurut syara’ berarti suatu perbuatan yang berlebih-lebihan dalam beragama. Rasulullah saw. telah melarang dengan mengatakan “wahai manusia sekalian, jauhilah sikap ghuluw dalam agama. Sesungguhnya perkara yang membinasakan umat sebelum kalian adalah sikap ghuluw mereka dalam agama.” Nabi saw. menyinggung kaum terdahulu yang berlebihan dalam memuji dan mengagungkan pendahulu-pendahulu mereka. Di zaman sekarang misalnya kaum sufi yang berzikir secara berlebihan yang tidak ada tuntunannya.

              Agama Islam merupakan agama yang mudah bukan bermudah-mudahan. Tujuan syariat itu salah satunya عدم الحرج / menghilangkan kesulitan. Tetapi dalam persoalan menentukan arah kiblat bisa dua kondisi;

              Apabila dalam kondisi di perjalanan yaitu di kendaraan maka arah kiblat mengikuti ke mana arah kendaraan itu melaju, sedangkan apabila semisal berada di hutan atau di tempat yang jauh dari keramaian maka penentuan arah kiblat yang mudah didapati yaitu posisi matahari, kemudian ia bisa melaksanakan salat mengarah kepada kiblat yang ia yakini dugaannya (ghalabah al–zhonni). Sedangkan jika dalam kondisi dihutan kemudian dilakukan penentuan arah kiblat secara detail maka ini bisa terjerumus ke dalam ghuluw yang justru membuang-buang waktu padahal Allah swt. telah memberikan kemudahan, sebagaimana kaidah yang dibuat oleh Imam al-Syafi’i:

              إِنَّ الأَمرَ إِذَا ضَاقَ اتَّسَعَ

              “Sesungguhnya perkara itu apabila telah sempit maka menjadi luas” (Salim Hadromi; Nurlaelah, 2012:31)

              Apabila berada di masjid sekitaran rumah terlebih ia seorang takmir masjid maka hendaknya ada perbaikan dalam penentuan arah kiblat sebab masjid akan terus-menerus dipakai oleh banyak orang untuk salat. Perbaikan itu bisa dengan cara mengundang para ahli yang berkompeten di bidang ilmu falak atau geografi atau astronomi dsb.

              Kedua, berkembangnya ilmu pengetahuan menuntut setiap manusia agar melakukan pembaharuan untuk kemudahan dalam berkehidupan. Begitu pula dalam penentuan arah kiblat. Dahulu orang-orang mengetahui arah mata angin dengan beberapa cara diantaranya: melihat posisi matahari, lumut yang tumbuh dipepohonan atau bebatuan, rasi bintang, dan lain-lain. Namun dalam penentuan arah kiblat perlu keseriusan dalam menentukannya.

              Terdapat banyak hadis yang menerangkan tentang arah kiblat tetapi teksnya hanya menggunakan petunjuk arah suatu tempat. Padahal penyebutan suatu tempat itu tidak menjadikan hal itu membatasi sebagai suatu hukum yang ditetapkan. Misalnya nabi saw. mengatakan “keluarkanlah zakat fitri kalian berupa satu sha’ gandum.” Penyebutan itu semata-mata karena nabi hanya sekedar memberitahu bahwa hukum zakat fitri itu wajib sedangkan untuk objeknya bisa beragam. Begitu pula dengan salat menghadap kiblat itu wajib sekaligus menjadi syarat sahnya salat, sedangkan metode untuk menentukannya bisa beragam.

              Rasulullah saw. bersabda : “Apa yang aku larang untukmu maka jauhilah, dan apa yang aku perintahkan untukmu maka kerjakanlah sesuai kesanggupanmu” (Muttafaqun ‘alaih)

              Maka ketika seseorang telah diberi kemampuan untuk menentukan arah kiblat dengan teori dan rumus yang ia pelajari, ini lah kesanggupan yang seharusnya dipraktikkan dalam menentukan arah kiblat. Entah bagaimana jadinya ketika kemampuan itu tidak dimanfaatkan untuk masyarakat luas. Sebab hukum menyampaikan apa yang sudah menjadi sebuah kebenaran adalah wajib.

              Ketiga, anggapan yang muncul di masyarakat bahwa masjid yang mereka tempati merupakan masjid yang selalu dipakai leluhur mereka. Saking tingginya kecintaan mereka terhadap pendahulu mereka sehingga amat berat untuk merubah yang sudah ada sejak dahulu. keengganan mereka  juga diselingi dengan kalimat “kalau kiblatnya salah berarti ibadah kami yang dulu juga salah.”

              Sudah tentu dalam perkara ini tetap sah salatnya sebagaimana banyak terdapat dalam hadis yang menjelaskan tidak perlu mengulang salat yang keliru arah kiblatnya dengan syarat sebelumnya ia meyakini arah kiblatnya sudah benar dan ketika menyadari bahwa itu salah maka hendaknya ia merubah kiblat yang dahulu dengan kiblat yang benar. Dalam kaidah juga dikatakan:

              الِإجتِهَادُ لَا يَنقُضُ بِالإِجتِهَادِ

              “Ijtihad (yang lalu) tidak rusak dengan ijtihad (yang baru)” (Salim Hadromi; Nurlaelah, 2012:50)

              Sedikit cerita perihal pengalaman sahabat penulis yakni Ustaz Ahmad Muchlis, Mahasiswa PUTM Yogyakarta yang bergelut di keilmuan falak. Bulan Ramadan 1443 H kemarin ia menjalani Muballigh Hijrah di sebuah desa di Kabupaten Gunung Kidul yang diadakan oleh PWM Yogyakarta.

              Ketika itu ia mencoba menghitung kiblat di salah satu masjid desa itu. Ternyata masjidnya terbilang parah dari kiblat yang sebenarnya, ia menggambarkan kemiringan itu dengan sajadah yang sebelah kanan dimundurkan sekitar tujuh keramik. padahal toleransi maksimal yang diberikan untuk kiblat yang melenceng yaitu sekitar 4 derajat. Setelah itu ia kemudian berbincang dengan takmir atau pemuka desa tersebut. Namun tampaknya masyarakat belum bisa melakukan perubahan yang begitu drastis.

              Pada akhirnya kiblat itu hanya berubah mundur tiga keramik dari sebelah kanan sajadah saja. Meski demikian, upaya sosialisasi penentuan arah kiblat di masyarakat sedikit demi sedikit mulai tersebar berkat semangat dan usaha para pakar dan mahasiswa falak.

              Ringkasnya, memperbaiki arah kiblat merupakan perkara ijtihad duniawiyah untuk lebih memantapkan dalam beribadah. Prinsip tarjih yaitu meyakini bahwa pendapat yang ia ambil merupakan yang paling benar, sebab meyakini sebuah kebenaran itu merupakan sudah fitrah dan kewajiban dengan tidak menafikan yang lain itu salah. Begitu pula ketika mengetahui bahwa ilmu falak lebih mendekati kepada kebenaran arah kiblat maka hendaknya ikuti yang lebih dekat kebenarannya sehingga hal itu bukan termasuk perkara ghuluw.

              Wallahu a’lam bish showab

              Muhamad Hibanullah, Mahasiswa PUTM PP Muhammadiyah, Yogyakarta

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Mengokohkan Konsep Diri Mahasiswa Berbasis ESQ

              Next Post

              BKUI UMS Siapkan Lulusan Unggul dan Mendunia

              InfoLain

              BeritaMu

              Resmi! Ini Daftar Baru Harga LPG 3 Kg, 5,5 Kg-12 Kg, Berlaku 22 April

              24/04/2026
              BeritaMu

              Jepang Ungkap RI Punya ‘Selat Hormuz’ Sendiri, Vital Bagi Dunia

              24/04/2026
              BeritaMu

              Kepemimpinan Kolektif Kolegial jadi Penjaga Arah Gerak Dakwah Muhammadiyah

              24/04/2026
              Next Post
              Ratusan Nelayan Belawan Tidak Melaut Akibat BBM Langka

              Ratusan Nelayan Belawan Tidak Melaut Akibat BBM Langka

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Resmi! Ini Daftar Baru Harga LPG 3 Kg, 5,5 Kg-12 Kg, Berlaku 22 April

                24/04/2026

                Jepang Ungkap RI Punya ‘Selat Hormuz’ Sendiri, Vital Bagi Dunia

                24/04/2026

                Kepemimpinan Kolektif Kolegial jadi Penjaga Arah Gerak Dakwah Muhammadiyah

                24/04/2026

                Khutbah Jumat : Empat Nilai Dasar Beragama

                24/04/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (27,892)
                • Hukum Islam (1,415)
                • Kabar PTMA (3,558)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Resmi! Ini Daftar Baru Harga LPG 3 Kg, 5,5 Kg-12 Kg, Berlaku 22 April

                24/04/2026

                Jepang Ungkap RI Punya ‘Selat Hormuz’ Sendiri, Vital Bagi Dunia

                24/04/2026

                Kepemimpinan Kolektif Kolegial jadi Penjaga Arah Gerak Dakwah Muhammadiyah

                24/04/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In