• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Senin, Juni 29, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Kontingen Cilacap Ramaikan Jambore MCC LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jateng

    Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Program ‘Rukun Sama Teman’ untuk Cegah Bullying di Sekolah

    Puji Gerakan Shalat Subuh Berjamaah PRM Samata, Ketua PDM Gowa: Ini Harus Dicontoh!

    PD IPM Makassar Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Bidik Revitalisasi Organisasi di Maricaya

    Optimalkan Swasembada Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan Dorong Penguatan Ekonomi Desa

    Hilman Latief Dorong Grand Design Dakwah Muhammadiyah yang Berkelanjutan dan Meregenerasi

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Kontingen Cilacap Ramaikan Jambore MCC LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jateng

      Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Program ‘Rukun Sama Teman’ untuk Cegah Bullying di Sekolah

      Puji Gerakan Shalat Subuh Berjamaah PRM Samata, Ketua PDM Gowa: Ini Harus Dicontoh!

      PD IPM Makassar Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Bidik Revitalisasi Organisasi di Maricaya

      Optimalkan Swasembada Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan Dorong Penguatan Ekonomi Desa

      Hilman Latief Dorong Grand Design Dakwah Muhammadiyah yang Berkelanjutan dan Meregenerasi

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Пин Ап Казино Официальный сайт | Pin Up Casino играть онлайн – Вход, Зеркало (2026)

        Vodka онлайн казино – официальный сайт

        1xbet app en France : guide complet d’installation, bonus de bienvenue et sécurité

        Олимп Казино ᐉ Официальный сайт в Казахстане – Olimp Casino

        Los casinos online más populares de Chile

        Pinco Online Kazino (Пинко) 2026 – Qaydalar və Şərtlər üzrə Bələdçi

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Kontingen Cilacap Ramaikan Jambore MCC LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jateng

          Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Program ‘Rukun Sama Teman’ untuk Cegah Bullying di Sekolah

          Puji Gerakan Shalat Subuh Berjamaah PRM Samata, Ketua PDM Gowa: Ini Harus Dicontoh!

          PD IPM Makassar Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Bidik Revitalisasi Organisasi di Maricaya

          Optimalkan Swasembada Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan Dorong Penguatan Ekonomi Desa

          Hilman Latief Dorong Grand Design Dakwah Muhammadiyah yang Berkelanjutan dan Meregenerasi

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Kontingen Cilacap Ramaikan Jambore MCC LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jateng

            Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Program ‘Rukun Sama Teman’ untuk Cegah Bullying di Sekolah

            Puji Gerakan Shalat Subuh Berjamaah PRM Samata, Ketua PDM Gowa: Ini Harus Dicontoh!

            PD IPM Makassar Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Bidik Revitalisasi Organisasi di Maricaya

            Optimalkan Swasembada Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan Dorong Penguatan Ekonomi Desa

            Hilman Latief Dorong Grand Design Dakwah Muhammadiyah yang Berkelanjutan dan Meregenerasi

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Пин Ап Казино Официальный сайт | Pin Up Casino играть онлайн – Вход, Зеркало (2026)

              Vodka онлайн казино – официальный сайт

              1xbet app en France : guide complet d’installation, bonus de bienvenue et sécurité

              Олимп Казино ᐉ Официальный сайт в Казахстане – Olimp Casino

              Los casinos online más populares de Chile

              Pinco Online Kazino (Пинко) 2026 – Qaydalar və Şərtlər üzrə Bələdçi

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Mengokohkan Konsep Diri Mahasiswa Berbasis ESQ

              by
              28/08/2022
              in BeritaMu
              0
              Mengokohkan Konsep Diri Mahasiswa Berbasis ESQ
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Mengokohkan Konsep Diri Mahasiswa Berbasis ESQ

              WartaTerkait

              Kontingen Cilacap Ramaikan Jambore MCC LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jateng

              Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Program ‘Rukun Sama Teman’ untuk Cegah Bullying di Sekolah

              PD IPM Makassar Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Bidik Revitalisasi Organisasi di Maricaya

              Puji Gerakan Shalat Subuh Berjamaah PRM Samata, Ketua PDM Gowa: Ini Harus Dicontoh!

              Oleh: Agusliadi Massere

              Saya menduga, di antara tulisan yang membahas terkait mahasiswa, maka tulisan inilah yang dinilai tidak mengobarkan semangat revolusioner apalagi dalam makna yang penuh gugatan. Tulisan ini, hanya ingin menggugah setitik kesadaran mahasiswa terkait urgensi dan implikasi dari yang dimaknai sebagai “Konsep Diri” dan “ESQ”.

              Tulisan ini berawal dari judul materi yang saya tawarkan kepada panitia Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) yang dirangkaikan dan/atau dibingkai dengan (dalam bentuk) Pelatihan Kader Dasar yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru Institut Turatea Indonesia (INTI) Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan. Sebelumnya, melalui surat resminya, panitia menyodorkan judul materi IQ, EQ, dan SQ. IQ itu adalah intellectual quotient, EQ adalah emotional quotient, dan SQ sebagai singkatan dari spiritual quotient. Adapun ESQ berdasarkan ESQ Model Ary Ginanjar Agustian, di dalamnya sudah tercakup IQ.

              Dalam kehidupan ini, kita masih akan menjumpai sosok manusia yang menyandang status mahasiswa, yang rutinitasnya hanya rumah-kampus atau kost-kampus. Belajarnya pun hanya mengandalkan jurus pamungkas dari “om google”. Maksud saya, mereka malas belajar dan jika diberikan tugas diselesaikan dengan cara  instan—yang sesungguhnya jika kita mau jujur, itu semakin hari akan semakin mendangkalkan kekuatan analisa otaknya sendiri. Mereka malas berproses untuk berselancar dari buku yang satu ke buku yang lainnya, dari hasil pemikiran yang satu ke pemikiran lainnya.

              Gambaran sosok mahasiswa seperti di atas, bahkan tidak sedikit pula yang tidak peka terhadap realitas sosialnya. Mereka—sebagaimana kisah katak yang sering saya ilustrasikan dalam forum-forum perkaderan—dirinya bagaikan “katak” yang karena terlambat menyadari perubahan yang terjadinya di sekitarnya, akhirnya “mati” di mana sebelum kematiannya, dirinya kegirangan menikmati apa yang dinilainya sebagai “zona nyaman”.  

              Minimal gambaran di atas, bisa dipahami bahwa masih banyak di antara mahasiswa yang belum memiliki, memahami, dan mengimplementasikan dengan penuh kesadaran konsep dirinya. Konsep diri—sebagaimana yang saya rumuskan sendiri­—cakupannya sangat luas, tanpa kecuali bisa disematkan atau dilekatkan pada diri mahasiswa untuk dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupannya.

              Tulisan ini pun tidak menguraikan secara utuh terkait “Konsep Diri”, begitupun tentang “ESQ”. Saya hanya menggunakan beberapa hal substansial yang relevan dengan kehidupan mahasiswa dan untuk selanjutnya diintegrasikan dengan “ESQ” tersebut.

              Dalam “Konsep Diri”—sebagaimana yang saya rumuskan sendiri—satu hal yang relevan dan harus dijawab oleh mahasiswa adalah “siapa saya?”(siapa dirinya?). Tentu saja, jawaban yang seringkali menautkan dengan nama orang tua, kampung, dan kampus, seperti “Saya orang Bantaeng”, “Saya orang Jeneponto”, kurang relevan dan substansial.

              Jawaban yang dibutuhkan dari seorang mahasiswa, idealnya mirip meskipun tidak persis sama dengan substansi pandangan Ali Syariati (dalam Moh. Mudzakkir). Ali Syariati menegaskan dalam membangun masyarakat atau kebudayaan akan gagal total apabila pertanyaan “siapa” dan “bagaimana” manusia tidak terlebih dahulu dijawab. Ini sejenis pertanyaan dan (membutuhkan) jawaban eksistensial.

              Mahasiswa harus dipandang berbeda dengan sosok manusia lainnya yang pada dirinya tidak melekat identitas tersebut. Mahasiswa, idealnya tidak hanya melakukan rutinitas dan kewajiban yang berhubungan dengan kepentingan administratif dan tugas akademiknya semata. Namun, mahasiswa sejak dini harus sudah mampu memahami posisinya dalam realitas sosial, fungsi, dan peran yang harus dilakukannya.

              Hal pertama saja, terkait tugas dan kewajiban akademiknya (sederhananya: menuntut ilmu)—jika ditarik garis relasi dengan substansi pemahaman “Konsep Diri”—masih banyak yang melakukan sejenis “pengkhianatan” terhadap hakikat dirinya sendiri”. Bagi saya, jika ada mahasiswa, pelajar, dan/atau siswa malas belajar itu adalah salah satu bentuk pengkhiantan terhadap dirinya sendiri.

              Mahasiswa selain belajar atau menuntut ilmu di bangku kuliah, minimal menjalankan pula tiga fungsinya: social of control, agent of analysis, dan agent of change. Dan fungsi ini akan semakin kuat dalam pandangan mahasiswa ketika dirinya mampu memahami posisinya dalam realitas sosial. Mahasiswa dikategorikan atau berada dalam middle class (kelas menengah) sebagai penetrasi, titik temu, dan pemberi langkah solutif atas kesenjangan yang terjadi antara high class (penguasa-bangsawan) dan low class (masyarakat di akar rumput).

              Dari pemahaman dan kesadaran minimalis terhadap konsep diri mahasiswa di atas, termasuk harapan-harapan yang bermuara terhadap dirinya selaku sosok “harapan-bangsa”, maka sangat penting untuk memiliki, memahami dan mengintegrasikan IQ, EQ, dan SQ ke dalam dirinya. IQ diartikan sebagai kecerdasan intelektual, EQ sebagai kecerdasan emosional, dan SQ adalah kecerdasan spiritual.

              Mahasiswa yang menyadari akan konsep dirinya, idealnya tidak hanya mengagung-agungkan IQ, sebagaimana dunia Barat atau Modern melakukan dan menilainya. Ada banyak persoalan dalam kehidupan yang memberikan penanda tegas, bahwa IQ saja tidak cukup. Dibutuhkan bentuk kecerdasan lain.

              Ary Ginanjar mengutip pandangan Robert Stenberg, seorang ahli dalam bidang Successful Intelligence, “Bila IQ yang berkuasa, ini karena kita membiarkannya berbuat demikian. Dan bila kita membiarkannya berkuasa, kita telah memilih penguasa yang buruk”. Saya yakin, dalam kehidupan modern hari ini, kita akan menemukan fenomena sebagai titik atau ruang konfirmatif, betapa berbahayanya jika hanya mengandalkan IQ tanpa diimbangi atau diintegrasikan dengan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).

              Ada banyak bentuk kehancuran di muka bumi ini, berawal dari hasil aplikasi kecerasan intelektual yang tidak dibarengi dengan kecerdasan emosional dan spiritual. Artinya, mereka unggul dalam kecerdasan intelektual, tetapi lemah dalam kecerdasan emosional dan spiritual.

              Maka tepatlah, ketika Ary Ginanjar menjelaskan bahwa Ali Shariati pernah mengutip pandangan Shandel ke dalam buku karyanya Haji, bahwa “Bahaya terbesar yang dihadapi umat manusia pada zaman sekarang bukanlah ledakan bom atom [senjata nuklir, hari ini], tetapi perubahan fitrah. Unsur kemanusiaan dalam diri manusialah yang sebenarnya sedang mengalami kehancuran sedemikian cepat, hingga yang tercipta sekarang ini adalah ras-ras non manusia—mesin berbentuk manusia yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan”.

              Apa yang ditegaskan oleh Shandel di atas, relevan dengan yang dikutip oleh Ary Ginanjar dari Robert K Cooper, PhD yang pendapatnya mengutip dari Robert Frost: “Apa yang mereka tinggalkan di belakang dan acapkali mereka lupakan adalah asepk yang disebut oleh Robert Frost sebagai aspek hati”.

              Mengapa harus dengan hati? Saya yakin para pembaca—terutama penganut agama Islam—sangat memahami bahwa “hati” memiliki peran vital dalam hidup dan kehidupan manusia. Jika hati dimaknai sebagai heart (jantung) maka dalam sejarah kenabiah, Rasulullah Muhammad saw pernah dikisahkan bahwa dadanya dibelah oleh sosok yang diyakini sebagai Malaikat untuk membersihkan hatinya.

              Cooper (dalam Ary Ginanjar) menegaskan banyak hal tentnag hati, di antaranya: hati mengaktifikan nilai-nilai kita yang terdalam, mengubah dari sesuatu yang kita pikir menjadi sesuatu yang kita jalani; hati sebagai sumber keberanian, semangat, integritas dan komitmen; hati sebagai sumber energi dan perasaan mendalam yang menuntut kita untuk melakukan pembelajaran, menciptakan kerjasama, memimpin, dan melayani; dan hati nurani akan menjadi pembimbing terhadap apa yang harus ditempuh dan apa yang harus diperbuat.

              Saya pun sering menambahkan bahwa fungsi hati jika harus disederhanakan ada dua: mengajak kita kepada kebaikan, dan mencegah kita dari keburukan. Hati inilah yang dalam pandangan ESQ Model Ary Ginanjar sebagai sumber kecerdasan emosional yang memiliki peran penting dalam kehidupan. Bahkan perusahan-perusahaan raksasa dunia, kini telah menyadari bahwa peran EQ atau kecerdasan emosional jauh lebih besar dibandingkan dengan kecerdasan intelektual.

              Jika memperhatikan gambaran minimalis terkait konsep diri mahasiswa di atas, khususnya pada tiga fungsinya (social control, agent of analitis, dan agent of change), saya yakin dan berani mengatakan tidak akan pernah bisa terimplementasikan dalam realitas sosial, tanpa adanya percikan atau dorongan kecerdasan emosional yang terpancar dari hati mahasiswa. Pada tiga fungsi ini minimal membutuhkan apa yang disebut dengan kepekaan.

              Mahasiswa dipastikan bisa mewujudkan fungsinya di atas, selain melaksanakan tugas dan kewajiban akademiknya ketika dalam hatinya terpancar minimal kepekaan tersebut. Jika merujuk pada QS. At-Taubah [9]: 128 inilah yang sangat menonjol pada diri Rasulullah sehingga mampu memimpin umatnya melakukan perubahan dan mencapaian kejayaan. Dalam dalam hati Rasulullah terpancar sence of crisis, empati, simpati, sence of achievement, dan welas asih. Pancaran dari Rasulullah inilah wujud nyata dari kecerdasan emosional.

              Untuk memaksimalkan kecerdasan emosional yang bisa mengimbangi kelemahan kecerdasan intelektual, maka terhadap hati perlu dilakukan upaya penjernihan dari belenggu hati. Ada tujuh belenggu hati yaitu: prasangka negatif, prinsip hidup, pengalaman, kepentingan dan prioritas, pembanding, sudut pandang, dan literatur. Terkait penjelasan tujuh belenggu hati ini, bisa dibaca dalam tulisan saya yang lain.

              Ternyata, IQ dan EQ saja tidak cukup, masih dibutuhkan satu bentuk kecerdasan yang dikenal dengan kecerdasan spiritual. Dikenal dengan singkatan SQ (spiritual quotient). Mengapa SQ penting, ternyata dalam hidup ini, kita tidak hanya membutuhkan kualitas prima, dan kesesuaian dengan masyarakat sosial. Namun, kita pun membutuhkan meaning dan value. Hidup harus memiliki nilai dan makna.

              Apapun posisi dan peran yang dilakukan, tanpa kecuali oleh mahasiswa, akan terus dilakukan ketika dirinya mampu menemukan makna dan nilai di dalamnya. Mahasiswa akan belajar secara mendalam, mengoleksi buku, berorganisasi, melakukan gerakan-gerakan sosial yang mencerdaskan dan mencerahkan akan terus dilakukan, ketika dirinya menemukan makna dan nilai.

              Jadi ketika IQ dan EQ seringkali berorientasi material, pragmatis, dan duniawi, dengan hadirnya SQ yang memberikan makna dan nilai, maka semuanya akan mengalami transformasi ke arah orientasi kehidupan yang lebih mulia, tulus, ikhlas, dan terutama sebagai ibadah kepada Allah.

              Pada saat saya membawakan materi ini di hadapan para mahasiswa baru Institut Turatea Indonesia Jeneponto, saya menegaskan pula bahwa para koruptor itu, adalah contoh nyata sosok manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi lemah atau rendah berdasarkan kecerdasan emosional dan spiritualnya.

              Pada kesempat itu pula di hadapan para mahasiswa baru, saya pun menegaskan terkait makna derivitif dan progresif dari rukun iman dan rukun Islam untuk mengokohkan kecerdasan emosional dan spiritual manusia. Bahkan ESQ Model Ary Ginanjar sesungguhnya basis pemahaman dan kesadarannya berasal dari konsep 165 (1 berarti ihsan, 6 berarti rukun iman, dan 5 berarti rukun Islam). Karena keterbatasan ruang pada tulisan ini pula, saya tidak sempat menguraikannya lagi, tetapi sahabat pembaca bisa menemukan penjelasan tersebut dari tulisan saya yang lainnya.

              Agusliadi Massere, Mantan Ketua PD. Pemuda Muhammadiyah Bantaeng. Komisioner KPU Kabupaten Bantaeng Periode 2018-2023

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Kisah Memukau Personel Difabel Orkestra SMAMX Bawakan Derap Berkemajuan

              Next Post

              Benarkah Memperbaiki Arah Kiblat di Masjid Termasuk Ghuluw?

              InfoLain

              BeritaMu

              Kontingen Cilacap Ramaikan Jambore MCC LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jateng

              29/06/2026
              BeritaMu

              Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Program ‘Rukun Sama Teman’ untuk Cegah Bullying di Sekolah

              29/06/2026
              BeritaMu

              PD IPM Makassar Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Bidik Revitalisasi Organisasi di Maricaya

              29/06/2026
              Next Post
              Ratusan Nelayan Belawan Tidak Melaut Akibat BBM Langka

              Ratusan Nelayan Belawan Tidak Melaut Akibat BBM Langka

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Program ‘Rukun Sama Teman’ untuk Cegah Bullying di Sekolah

                29/06/2026

                Kontingen Cilacap Ramaikan Jambore MCC LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jateng

                29/06/2026

                PD IPM Makassar Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Bidik Revitalisasi Organisasi di Maricaya

                29/06/2026

                Puji Gerakan Shalat Subuh Berjamaah PRM Samata, Ketua PDM Gowa: Ini Harus Dicontoh!

                29/06/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,579)
                • Hukum Islam (1,447)
                • Kabar PTMA (3,856)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Program ‘Rukun Sama Teman’ untuk Cegah Bullying di Sekolah

                29/06/2026

                Kontingen Cilacap Ramaikan Jambore MCC LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jateng

                29/06/2026

                PD IPM Makassar Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Bidik Revitalisasi Organisasi di Maricaya

                29/06/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In