Kudus, 17 Februari 2025 – Dalam sebuah kajian yang diadakan oleh Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, KH Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I., mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh para ilmuwan di kampus. Dalam pernyataannya, beliau menegaskan bahwa kerusakan yang dilakukan oleh orang awam, meskipun signifikan, tidak sebanding dengan kerusakan yang dapat dilakukan oleh para ilmuwan.
KH Fathurrahman menjelaskan, “Jika orang awam itu merusak, seburuk-buruknya tindakan mereka, tidak ada yang lebih merusak dibandingkan dengan kerusakan yang dapat dilakukan oleh para ilmuwan di kampus.” Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya peran ilmuwan dalam membentuk karakter dan moral generasi muda.
Beliau menambahkan, “Ilmuwan kampus yang mengalami kerusakan dapat merusak satu generasi.” Hal ini menyoroti tanggung jawab besar yang diemban oleh para ilmuwan dan pendidik dalam menciptakan lingkungan akademis yang sehat dan produktif. Kerusakan yang terjadi di kalangan ilmuwan, menurutnya, dapat memiliki dampak jangka panjang yang merugikan bagi masyarakat.
Dalam kajian tersebut, KH Fathurrahman juga menyinggung faktor politik yang berkontribusi terhadap situasi ini. “Faktor politik di negeri kita, saya kira, memiliki kontribusi yang signifikan dari para ilmuwan,” ujarnya. Beliau mengingatkan bahwa banyak orang yang memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin, tetapi pada saat yang sama, terdapat banyak individu yang terlibat dalam manipulasi keinginan.
Pernyataan ini mengundang perhatian para peserta kajian, yang terdiri dari dosen dan pegawai UMKU. Mereka menyadari bahwa tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan tidak hanya berasal dari dalam institusi, tetapi juga dari pengaruh eksternal yang dapat memengaruhi integritas ilmuwan.
KH Fathurrahman menekankan pentingnya menjaga integritas dan moralitas di kalangan ilmuwan. “Kita harus berupaya untuk tidak terjebak dalam praktik-praktik yang merugikan, baik secara moral maupun intelektual,” tegasnya. Beliau berharap agar para ilmuwan dapat menjadi teladan bagi generasi muda dan berkontribusi positif terhadap pembangunan bangsa.
Oleh karena KH Fathurrahman mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan akademis yang kondusif. “Mari kita jaga integritas dan kualitas pendidikan kita, agar tidak ada generasi yang dirusak oleh tindakan kita,” pungkasnya. Dengan harapan ini, beliau berharap agar kajian ini dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki keadaan dan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
The post Ilmuwan Kampus Dinilai Berpotensi Merusak Satu Generasi, KH Fathurrahman Kamal Soroti Faktor Politik appeared first on Majelis Tabligh – Pimpinan Pusat Muhammadiyah.




