• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Selasa, Juni 2, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Usung Misi Perdamaian, Milad ‘Aisyiyah ke-109 Klaten Gerakkan Dakwah Kemanusiaan Lewat Fun Walk

    Manjakan Lidah Warga, Gebyar Idul Adha PRM Wonosari Gelar Pesta Kuliner Pekalongan Gratis Sepuasnya

    Menikah Sesuai Agama atau Sekadar Gengsi? Kajian Ahad Pagi di Gombong Bongkar Fenomena Resepsi Mewah yang Bikin Celaka

    Tak Cuma Riding, Komunitas BikersMu Muria Raya Gelar Touring Dakwah dan Santuni Anak Yatim

    Sulap Ampas Kopi Jadi Briket Bernilai Ekonomi, Siswi SMA Muhammadiyah 2 Mayong Sabet Juara di Jepara

    Lazismu Langkat Salurkan 10 Hewan Qurban, Hadirkan Kebahagiaan Idul Adha di Ranting Sei Meran dan Ranting Sei Litur

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Usung Misi Perdamaian, Milad ‘Aisyiyah ke-109 Klaten Gerakkan Dakwah Kemanusiaan Lewat Fun Walk

      Manjakan Lidah Warga, Gebyar Idul Adha PRM Wonosari Gelar Pesta Kuliner Pekalongan Gratis Sepuasnya

      Menikah Sesuai Agama atau Sekadar Gengsi? Kajian Ahad Pagi di Gombong Bongkar Fenomena Resepsi Mewah yang Bikin Celaka

      Tak Cuma Riding, Komunitas BikersMu Muria Raya Gelar Touring Dakwah dan Santuni Anak Yatim

      Sulap Ampas Kopi Jadi Briket Bernilai Ekonomi, Siswi SMA Muhammadiyah 2 Mayong Sabet Juara di Jepara

      Lazismu Langkat Salurkan 10 Hewan Qurban, Hadirkan Kebahagiaan Idul Adha di Ranting Sei Meran dan Ranting Sei Litur

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Usung Misi Perdamaian, Milad ‘Aisyiyah ke-109 Klaten Gerakkan Dakwah Kemanusiaan Lewat Fun Walk

          Manjakan Lidah Warga, Gebyar Idul Adha PRM Wonosari Gelar Pesta Kuliner Pekalongan Gratis Sepuasnya

          Menikah Sesuai Agama atau Sekadar Gengsi? Kajian Ahad Pagi di Gombong Bongkar Fenomena Resepsi Mewah yang Bikin Celaka

          Tak Cuma Riding, Komunitas BikersMu Muria Raya Gelar Touring Dakwah dan Santuni Anak Yatim

          Sulap Ampas Kopi Jadi Briket Bernilai Ekonomi, Siswi SMA Muhammadiyah 2 Mayong Sabet Juara di Jepara

          Lazismu Langkat Salurkan 10 Hewan Qurban, Hadirkan Kebahagiaan Idul Adha di Ranting Sei Meran dan Ranting Sei Litur

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Usung Misi Perdamaian, Milad ‘Aisyiyah ke-109 Klaten Gerakkan Dakwah Kemanusiaan Lewat Fun Walk

            Manjakan Lidah Warga, Gebyar Idul Adha PRM Wonosari Gelar Pesta Kuliner Pekalongan Gratis Sepuasnya

            Menikah Sesuai Agama atau Sekadar Gengsi? Kajian Ahad Pagi di Gombong Bongkar Fenomena Resepsi Mewah yang Bikin Celaka

            Tak Cuma Riding, Komunitas BikersMu Muria Raya Gelar Touring Dakwah dan Santuni Anak Yatim

            Sulap Ampas Kopi Jadi Briket Bernilai Ekonomi, Siswi SMA Muhammadiyah 2 Mayong Sabet Juara di Jepara

            Lazismu Langkat Salurkan 10 Hewan Qurban, Hadirkan Kebahagiaan Idul Adha di Ranting Sei Meran dan Ranting Sei Litur

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home Hukum Islam

              “Membangun Karakter Melalui Pendidikan: Dari Pembiasaan hingga Pemahaman”

              by
              13/12/2024
              in Hukum Islam
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Prof. Taufik Kasturi, S.Psi, M.Si, Ph. D

              Tentukan karakter, nggak ada temperamen building, ada yang menghubungkan ketika Rasulullah SAW itu diasuh oleh manusia. Malaikat Jibril itu membedah dadanya, kemudian dibersihkan dari air surga. Yang sedang dibersihkan adalah temperamennya, karena karakter itu berasal dari pendidikan. Jadi, pelatihan skill juga bisa dilatih. Yang tadinya nggak punya skill atau unskilled sekarang jadi punya skill, punya keahlian. Pengetahuan bisa ditambah, bisa berkurang, bisa ditambah lagi. Nah, kepribadian itu melingkupi keenam aspek. Tapi saya akan menghela yang dua aspek di bawah itu dan meraih dengan karakter.

              WartaTerkait

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Penyakit yang kita bicarakan sekarang ini tidak meningkatkan temperamennya. Jadi, temperamen itu jangan dihubungkan dengan marah-marah. Itu tidak benar. Temperamen itu bukan mental, orang sering salah paham. Dalam bahasa Indonesia, temperamental itu dianggap pemarah. Itu bukan. Temperamen itu adalah kepribadian dari sisi genetis.

              Tanyakan, kita rubah yang mana? Yang karakter ini yang kedua, karena kita nggak bisa merubah yang ini, tapi bisa merubah yang itu. Kita bisa memberikan yang ini, kita bisa mengaktifkan ini, tapi kita akan fokus pada hari ini. Kita bicara masalah yang karakter. Jadi, ruang-ruangnya banyak kalau kita bicara masalah-masalah psikologi, masalah kepribadian juga sejenis dengan itu.

              Mengatakan bahwa yang 50% itu bersifat genetis, 40% dan 10% sifatnya adalah bagaimana pengaruh lingkungan, intentional activities—aktivitas-aktivitas tergantung dari orangnya itu—dan circumstances. Ada 40% juga dikatakan sebagai, misalnya, orang bahagia, orang yang ada. Orang yang karakternya itu karakter bahagia yang dari sananya itu dikeluarkan oleh orang tua kepada anaknya. Yang lainnya tergantung pada state of mind, tergantung pikirannya, tergantung mindset-nya.

              Ketika orang itu musim hujan minta kemarau, musim kemarau minta penghujan, kayak orang ngidam gitu ya. Dalam psikologi perkembangan, ngidam itu nggak ada. Itu sebenarnya hanya istri yang ingin diperhatikan dari suaminya.

              Orang Islam itu kan kadang-kadang nggak masuk akal. Saya waktu anak saya yang kedua itu, rumah saya di Boyolali. Saya beli rumah yang dekat rumah sakit. Saya naik motor dari UMS ke Boyolali. Jadi, satu siang saya pulang dari UMS. Dalam perjalanan, saya diminta beli bubur ayam. Sudah beli satu, diminta lagi. Sudah makan, diminta lagi, padahal sudah kenyang. Itu perempuan. Tapi ada juga yang ngerti suaminya, ada yang nggak.

              Katanya begini, ketika orang itu hamil, dia melihat dirinya sudah tidak secantik dulu lagi. Maka, ketika itu dia merasa terancam dengan eksistensinya di hadapan suaminya. Maka, dia cari-cari apa yang bisa menarik perhatian suaminya.

              Abaikanlah kalimat saya tadi. Ini tadi sudah kita bicara masalah ini. Jangan sampai dihapus ya dalam ingatan kita. Kemudian nanti akan saya share materinya. Saya kirim ke Pak Rudi bagian ini. Kita kan nggak bisa merubah yang 50% ini.

              Kemarin saya bicara tentang hadis tentang ajakan. Dikatakan, “Sungguh menakjubkan keadaan orang beriman itu. Segala urusannya itu adalah baik, dan itu hanya terjadi pada orang beriman. Ketika mendapat kesenangan, ia bersyukur, bahkan itu baik buat dia. Ketika dalam kondisi terkena musibah, dia bersabar.”

              Orang beriman itu menurut saya adalah orang yang sejahtera hidupnya. Ditimpa senang, diberi kesenangan, Alhamdulillah, bersyukur itu aspeknya positif. Bersabar juga positif. Apapun kondisinya, orang beriman itu responnya selalu positif.

              Nah, ini adalah state of mind. Ketika suami punya duit banyak, suami kekurangan bulan, tergantung pikiran kita mau dikelola seperti apa. Punya anak lima, yang dua ranking satu terus dari atas, dan yang tiga ranking satu terus dari bawah. Semua anak kita pintar semua.

              Kemudian kita masuk ke bagian tentang prinsip dasar perubahan perilaku. Pertama, conditioning atau pembiasaan. Anak kecil pakai jilbab itu pembiasaan. Anak kecil dibiasakan masuk rumah dengan kaki kanan dulu. Dibiasakan pergi juga dengan membaca doa. Dibiasakan cium tangan orang tuanya. Ini pembiasaan yang membentuk pola perilaku. Pembiasaan ini adalah tanggung jawab orang tua dan orang dewasa lainnya.

              Yang kedua adalah modelling. Bagaimana anak mau mencium tangan kedua orang tuanya sementara orang tua tidak pernah melakukannya? Misalnya, ibu mencium tangan ayahnya, kakak mencium tangan orang tuanya. Orang tua mengajarkan tentang meminta maaf, memaafkan, dan mengucapkan terima kasih. Hal itu harus diulang-ulang oleh orang tua agar ditiru oleh anak.

              Misalnya, orang tua berkata, “Nggak boleh merokok ya,” tapi bapaknya sendiri selalu merokok. Ini menunjukkan bahwa contoh yang diberikan bertentangan dengan aturan yang diajarkan. Ini adalah level tertinggi, yaitu pemahaman.

              Anak kecil memakai jilbab itu kan nggak pernah tahu tujuannya untuk apa. Seperti itu, ya, pakai saja karena mengikuti teladan ibunya. Kalau dia masuk SMP atau SD kelas 5 ke atas, 75% pemahaman dalilnya mulai muncul. Ini nggak boleh, itu boleh, begini cara yang benar. Mereka diberi pemahaman, karena tingkatan tertinggi adalah pemahaman.

              Hari ini ada anak salah satu peserta yang bertanya, “Waktu kecil saya pakai jilbab dari SD. Satu sekolah hanya saya yang pakai jilbab, tapi rok saya selutut. Itu gimana ya?” Bahaya itu. Bocah SD kok begitu. Kenapa begitu? Karena mereka nggak paham itu apa, hanya ikut-ikutan orang tuanya saja. Ini adalah tahap di mana belum masuk dalam insight. Kurang visioning dan modelling.

              Sekarang kita mulai masuk pada program di sekolahan. Contohkan, biasakan, pahami. Insight, conditioning, modelling. Kebiasaan itu akan terus dilakukan kalau dicontohkan. Misalnya, tidak boleh terlambat masuk kelas, tapi gurunya sendiri terlambat. Itu ada yang salah.

              Kemudian dari contohkan tadi, bisa bolak-balik. Bisa dicontohkan dulu lalu dibiasakan, bisa dibiasakan dulu lalu dicontohkan. Kalau pada anak kecil biasanya dibiasakan dulu, dicontohkan, lalu dipahamkan. Pada orang dewasa, pahamkan dulu, buat masuk akal dulu supaya bisa dipahami, baru dikuatkan dengan dicontohkan dan dibiasakan. Jadi bisa bolak-balik.

              Nah, bagian ini yang akan kita buat program. Apa yang diteladani oleh guru-gurunya? Sekarang kita akan membuat secara sistematis bagaimana program ini bisa berjalan.

              Pertama, visi dan misi yayasan. Visi dan misi itu seringkali hanya slogan, hanya jargon. Tidak ada hubungan antara visi misi dengan program-program di sekolahan. Kalau di perguruan tinggi, nggak bisa seperti itu. Sampai dengan asesor pun, kalau ingin terakreditasi, visi misi itu harus ditanamkan dalam kurikulum. Kalau nggak, nggak bisa.

              Di SMA, SMP, SD, visi misi itu apa? Harus jelas. Kalau berjalan sendiri-sendiri, tidak akan efektif. Misalnya, visi misi di sekolah dasar berbeda dengan visi misi di SMP dan di SMA. Sekarang yang ideal adalah, visi misi itu di-breakdown menjadi profil lulusan.

              Jadi, siswa yang sekolah di sini nanti keluarnya jadi apa? Punya kemampuan apa? Itu harus dirumuskan. Apa yang membedakan lulusan kita dengan lulusan sekolah lain? Harus ada ciri khususnya, ciri khas kita itu apa.

              Kemarin ada tamu ke rumah, anak kecil usia dua tahun sudah hafal hadis. Minimal lulusan PAUD di sini sudah memahami hadis-hadis praktis. Kita harus menguraikan poin-poinnya, mungkin tiga atau empat profil utama yang harus dikuasai anak.

              Visi yang baik itu harus jelas, tidak terlalu panjang, dan dapat dimengerti oleh semua orang, termasuk lingkungan sekolah kita. Visi itu memuat harapan-harapan yang realistis dan bisa dicapai.

              Saya juga ikut membina di Al Azhar IBS. Saya bilang kepada tetangga, di situ ada tujuh direktur. Kalau setiap Rabu kita bertemu, saya bilang kepada mereka, “20 tahun yang akan datang kita mau jadi apa? Pikirkan dari sekarang.”

              20 tahun yang akan datang, sekolah kita ini mau jadi apa? Kita harus punya visi yang jelas. 50 tahun yang akan datang, sekolah kita akan seperti apa? Lulusannya bagaimana? Siapa yang bisa melakukan itu jika hanya cerita saat ini? Jangan hanya setelah berjalan baru bergerak. Kita harus punya visi yang jelas ke depan.

              Visi itu menjadi panduan, menjadi arah dalam pencapaian tujuan. Visi itu juga akan menumbuhkan motivasi bersama dan menyesuaikan arah perubahan. Kalau nanti sepanjang perjalanan tidak sesuai, visi bisa disesuaikan. Bahkan visi bisa diubah setiap lima tahun sekali. Buat visi yang besar meskipun mungkin ada orang yang mengkritik.

              Misalnya, SMP menghasilkan insan yang saleh. Tapi insan yang saleh itu apa? Harus diterjemahkan indikatornya apa, misinya apa. Contohnya, menumbuhkan ketakwaan, mengembangkan sikap hormat kepada orang tua dan guru, mendidik sikap mandiri dan empati. Profilnya mungkin menjadi muslim yang kaffah. Tapi muslim yang kaffah itu indikatornya apa? Jangan hanya bicara kaffah, tetapi tidak jelas caranya.

              Menjadi muslim yang rahmatan lil alamin itu seperti apa? Karena konsep ini sangat luas, harus bisa diuraikan. Ketika nanti anak-anak kita lulus, mereka harus memiliki visi dan profil sebagaimana yang kita harapkan.

              Karakter itu diturunkan dari profil lulusan. Misalnya, profilnya adalah menjadi muslim kaffah. Maka turunan karakternya seperti apa? Apa saja yang menjadi kemampuan yang harus dimiliki? Setiap sekolah akan mendefinisikan hal ini secara berbeda-beda. Kita harus sepakat tentang seperti apa itu.

              Nanti para guru, mungkin hanya 4-5 orang kunci, duduk bersama untuk merumuskan ini. Bagaimana menanamkan karakter dalam proses pembelajaran untuk menumbuhkan akhlak yang baik bagi anak-anak kita.

              Misalnya, di kelas 7, karakter yang dikehendaki adalah ramah dan inisiatif. Di kelas 8, empati dan mandiri. Di kelas 9, tangguh dan percaya diri. Maka selama tiga tahun di SMP, siswa memiliki enam karakter utama yang menjadi ciri lulusan.

              Setiap komponen ini diuraikan dalam tiga bagian: pengetahuan, evaluasi, dan implementasi. Hasil evaluasi akan dituliskan dalam rapor karakter sebagai laporan akhlak bagi orang tua. Di pondok-pondok pesantren, laporan akhlak ini sifatnya lebih pada kualitas.

              Saya pernah diundang untuk mengisi materi tentang bahaya LGBT di kalangan santri. Saya tidak pernah mau mengisi tema LGBT secara langsung. Saya bilang, hati-hati dengan sosialisasi tema seperti itu. Anak-anak bisa menangkapnya dengan cara yang salah. Misalnya, karena tema yang dibahas tidak jelas atau tidak diberi contoh yang tepat, mereka malah menjadi bingung.

              Ada kejadian di sebuah pondok pesantren, santrinya laki-laki. Di kamar mandi, mereka pipis sambil berdiri, tetapi ada sekat pembatas. Ketika salah satu temannya melihat, kemudian berujung pada perilaku yang tidak sesuai. Akhirnya, dua santri tidak naik kelas, orang tuanya diberi tahu, dan anak-anak itu mengalami tekanan psikologis.

              Saya bilang, “Ini salah. Jangan sampai penanganan seperti itu malah mensugesti mereka ke arah yang salah.” Sama seperti tes psikotes, hasilnya tidak boleh disampaikan secara sembarangan karena dampaknya bisa fatal.

              Jadi, untuk anak-anak, jangan hanya diajarkan tentang bahaya LGBT, tetapi ajarkan psikologi remaja secara benar. Ajarkan anak-anak mengenali kecenderungan seksualitas secara wajar, misalnya bahwa laki-laki cenderung menyukai perempuan dan sebaliknya.

              Jika anak-anak yang mondok ditanya di rumah, “Kamu suka siapa?” dan mereka malu-malu menjawab, itu normal. Dengan cara ini, kita membantu menilai dan memastikan bahwa perkembangan anak-anak kita berjalan secara wajar dan normal.

              Perempuan juga sama. Anak saya, yang nomor dua, pernah berbicara, “Mada, mau ke mana?” Ketika itu, anak saya terlihat mengantuk. Kita harus mengenali kecenderungan anak-anak kita sendiri sebelum mengenali kecenderungan anak lain.

              Tadi kita membahas mengenai ramah, inisiatif, dan empati untuk kelas 7. Sekarang kita masuk ke penjelasan tentang “ramah.” Bapak dan ibu sekalian, definisikan terlebih dahulu apa itu ramah. Pada hari Senin, orang tua dan guru bisa membuat halaqah-halaqah kecil. Kalau memungkinkan, lebih baik dibuat di kelas dengan kelompok kecil, misalnya 10 orang per kelompok. Jelaskan kepada mereka apa itu ramah. Banyak orang tidak tahu bagaimana bersikap ramah. Berikan dalil-dalil pentingnya bersikap ramah, serta kisah-kisah Nabi dan sahabat yang berkaitan dengan sikap ramah secara lengkap.

              Berikutnya, bagaimana caranya bersikap ramah? Banyak yang tidak tahu caranya. Tekanan di sekolah bisa membuat anak-anak lebih stres. Misalnya, saat mereka masuk ke toilet, usahakan ada cermin agar mereka bisa melihat diri mereka tersenyum. Melihat senyum sendiri di cermin bisa membantu meredakan ketegangan otot dan stres.

              Pada hari Senin, misalnya, anak-anak bisa diberi tugas untuk bersikap ramah dengan melakukan senyum, salam, dan sapa sebanyak 20 kali dalam 5 hari ke depan. Mereka bisa melakukannya kepada lima orang tua, lima guru, lima teman, dan lima orang lainnya. Semua interaksi ini dicatat dan dilaporkan dalam satu lembar kertas, lengkap dengan nama mereka. Hari Sabtu, tugas tersebut dievaluasi. Pertanyaan yang diajukan bisa meliputi: “Berapa kali kamu bersikap ramah minggu ini? Kepada siapa saja?” Tugas ini membantu anak-anak memahami dampak positif dari bersikap ramah, baik kepada diri mereka sendiri maupun orang lain.

              Sikap ramah ini nantinya menjadi karakter yang terukur secara kuantitatif. Evaluasi ini adalah bentuk apresiasi atas tugas yang mereka kerjakan. Dari evaluasi tersebut, kita juga bisa menanyakan perasaan mereka setelah bersikap ramah dan bagaimana respon orang lain terhadap mereka.

              Penilaian karakter harus dilakukan dengan pendekatan yang terukur. Misalnya, untuk “birrul walidain” (berbakti kepada orang tua), pengetahuan anak tentang topik ini bisa diukur dari tugas-tugas yang diberikan. Anak-anak diberi tugas, misalnya melakukan 10 kebaikan untuk ayahnya selama sepekan. Hari Sabtu, tugas ini dievaluasi. Anak-anak diminta bercerita tentang apa saja yang telah mereka lakukan, mengapa mereka memilih melakukan kebaikan tersebut, bagaimana respon ayah mereka, dan bagaimana perasaan mereka sendiri setelah melakukannya.

              Kerja sama antara sekolah dan orang tua sangat penting agar program seperti ini berjalan dengan baik. Jika ada program yang tidak dilaksanakan, tentu hasilnya tidak akan maksimal. Oleh karena itu, pastikan program ini benar-benar diterapkan sehingga hasilnya sesuai dengan harapan.

              Proses ini bisa dilanjutkan dengan fokus pada perbuatan baik kepada ibu, saudara, tetangga, dan teman. Dengan demikian, menolong orang lain pun akan menjadi bagian dari karakter anak-anak kita. Misalnya, anak SMP kelas 7 memiliki sikap ramah, inisiatif, dan berbakti kepada orang tua. Semua ini harus dirumuskan dalam bentuk program-program yang nyata, bukan sekadar jargon.

              Sebagai penutup, materi ini bukanlah materi yang langsung jadi, melainkan materi yang menginspirasi. Bagaimana perumusannya, nilai-nilai apa yang akan ditanamkan, semua diserahkan kepada bapak dan ibu sekalian. Materi ini sudah kami kerjakan sejak tahun 2019 di Al-Azhar Solo Baru, lalu kami mulai menerapkannya di Al-Azhar IBS Karangpandan pada tahun 2020. Pada tahun 2022, saya mengangkat seorang direktur khusus untuk menangani hal ini. Saat ini, direktur tersebut sering diundang ke berbagai tempat, seperti Surabaya, Jogjakarta, bahkan Malaysia, untuk berbicara mengenai penanaman nilai-nilai.

              Sekali lagi, materi ini adalah materi inspirasi. Bagaimana cara merumuskannya, nilai-nilai apa yang akan ditanamkan, semua kembali kepada bapak dan ibu sekalian.

              The post “Membangun Karakter Melalui Pendidikan: Dari Pembiasaan hingga Pemahaman” appeared first on Majelis Tabligh – Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Ajax vs Lazio

              Next Post

              Taruna Melati 1 di Pesantren Daarul Falaah: Santri Siapkan Diri Jadi Kader Umat dan Bangsa

              InfoLain

              Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              26/04/2026
              Hukum Islam

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              19/04/2026
              Hukum Islam

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              19/04/2026
              Next Post

              Taruna Melati 1 di Pesantren Daarul Falaah: Santri Siapkan Diri Jadi Kader Umat dan Bangsa

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Nachtatmosphäre und Casino-Glamour verbinden sich online​Peny Eriska

                02/06/2026

                STIT Internasional Muhammadiyah Batam Wisuda 53 Sarjana, Siapkan Lulusan Berkarakter dan Berkapabilitas di Era Digital

                02/06/2026

                Ahmad Muttaqin: PTMA Miliki Kekuatan Sistemik, Lulusan Harus Berdampak Nyata

                02/06/2026

                Usung Misi Perdamaian, Milad ‘Aisyiyah ke-109 Klaten Gerakkan Dakwah Kemanusiaan Lewat Fun Walk

                02/06/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,284)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,752)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Nachtatmosphäre und Casino-Glamour verbinden sich online​Peny Eriska

                02/06/2026

                STIT Internasional Muhammadiyah Batam Wisuda 53 Sarjana, Siapkan Lulusan Berkarakter dan Berkapabilitas di Era Digital

                02/06/2026

                Ahmad Muttaqin: PTMA Miliki Kekuatan Sistemik, Lulusan Harus Berdampak Nyata

                02/06/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In