WARTAPTM.ID, BATAM – Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) kini menempati posisi strategis sebagai kekuatan utama dalam sistem pendidikan tinggi nasional. Transformasi ini menegaskan bahwa PTMA bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan aktor penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, dalam orasi ilmiah pada Wisuda Angkatan II Tahun Akademik 2025/2026 STIT Internasional Muhammadiyah Batam, Ahad (31/5/2026).
Dalam paparannya, Muttaqin menyampaikan data strategis yang menunjukkan besarnya kontribusi Muhammadiyah di sektor pendidikan tinggi. Saat ini terdapat 164 PTMA yang tersebar secara global, termasuk di luar negeri, dengan kontribusi sekitar 4 persen dari total perguruan tinggi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 21 institusi telah meraih akreditasi “Unggul”.
Secara kelembagaan, PTMA mengelola 2.485 program studi atau sekitar 9 persen dari total nasional, serta mendidik lebih dari 677 ribu mahasiswa, yang setara dengan sekitar 7 persen populasi mahasiswa di Indonesia.
“Data ini menegaskan bahwa PTMA adalah kekuatan sistemik dalam pendidikan tinggi nasional,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa capaian tersebut harus diiringi dengan penguatan arah pengembangan keilmuan. Menurutnya, perguruan tinggi Muhammadiyah perlu terus mengembangkan integrasi antara ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan modern melalui pendekatan interkoneksi yang komprehensif.
Lebih lanjut, Muttaqin mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti pada capaian akademik semata. Lulusan Muhammadiyah harus menjadi sarjana yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menggarisbawahi pentingnya peran lulusan sebagai agen perubahan yang mampu berkontribusi dalam berbagai sektor kehidupan, baik dalam lingkup lokal, nasional, maupun global.
Sebagai landasan pengabdian, Muttaqin merujuk pada prinsip Islam Berkemajuan yang menjadi arah gerakan Muhammadiyah. Ia menyebutkan lima area pengkhidmatan utama yang harus menjadi orientasi lulusan, yakni kemajuan umat, kemajuan bangsa, kemanusiaan universal, peradaban global, serta orientasi masa depan.
Menurutnya, lulusan Muhammadiyah harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan zaman, bukan justru menjadi bagian dari beban sejarah.
Di akhir orasinya, Muttaqin berpesan agar setiap bentuk pengabdian dijalankan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Ia menegaskan bahwa kebermanfaatan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila pekerjaan dan pengabdian dilakukan dengan semangat cinta dan optimisme, bukan karena keterpaksaan.
The post Ahmad Muttaqin: PTMA Miliki Kekuatan Sistemik, Lulusan Harus Berdampak Nyata appeared first on Warta PTM.



