• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Minggu, Mei 24, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Riset UMS Terkait PP Nomor 28 Tahun 2024: Mayoritas Orang Tua Tolak Kontrasepsi Remaja

    OJK dan UMS Siapkan Integritas Pemimpin Masa Depan Lewat SPARK CAMP

    Bikin Kagum! SMA Muhammadiyah 2 Palangkaraya Buka Wahana Wisata Edukasi dan Sport Center untuk Umum

    Kupas Tantangan ABK, Praktisi Mengajar UMP Bedah Ragam Solusi Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar

    Cetak Rekor! Dosen UMP Raih SINTA Score Tertinggi di PTMA, Kalahkan Ribuan Ilmuwan

    FEB UMSU Gelar PKM di Kecamatan Medan Denai: Perkuat Literasi dan Pendampingan UMKM

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Riset UMS Terkait PP Nomor 28 Tahun 2024: Mayoritas Orang Tua Tolak Kontrasepsi Remaja

      OJK dan UMS Siapkan Integritas Pemimpin Masa Depan Lewat SPARK CAMP

      Bikin Kagum! SMA Muhammadiyah 2 Palangkaraya Buka Wahana Wisata Edukasi dan Sport Center untuk Umum

      Kupas Tantangan ABK, Praktisi Mengajar UMP Bedah Ragam Solusi Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar

      Cetak Rekor! Dosen UMP Raih SINTA Score Tertinggi di PTMA, Kalahkan Ribuan Ilmuwan

      FEB UMSU Gelar PKM di Kecamatan Medan Denai: Perkuat Literasi dan Pendampingan UMKM

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Riset UMS Terkait PP Nomor 28 Tahun 2024: Mayoritas Orang Tua Tolak Kontrasepsi Remaja

          OJK dan UMS Siapkan Integritas Pemimpin Masa Depan Lewat SPARK CAMP

          Bikin Kagum! SMA Muhammadiyah 2 Palangkaraya Buka Wahana Wisata Edukasi dan Sport Center untuk Umum

          Kupas Tantangan ABK, Praktisi Mengajar UMP Bedah Ragam Solusi Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar

          Cetak Rekor! Dosen UMP Raih SINTA Score Tertinggi di PTMA, Kalahkan Ribuan Ilmuwan

          FEB UMSU Gelar PKM di Kecamatan Medan Denai: Perkuat Literasi dan Pendampingan UMKM

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Riset UMS Terkait PP Nomor 28 Tahun 2024: Mayoritas Orang Tua Tolak Kontrasepsi Remaja

            OJK dan UMS Siapkan Integritas Pemimpin Masa Depan Lewat SPARK CAMP

            Bikin Kagum! SMA Muhammadiyah 2 Palangkaraya Buka Wahana Wisata Edukasi dan Sport Center untuk Umum

            Kupas Tantangan ABK, Praktisi Mengajar UMP Bedah Ragam Solusi Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar

            Cetak Rekor! Dosen UMP Raih SINTA Score Tertinggi di PTMA, Kalahkan Ribuan Ilmuwan

            FEB UMSU Gelar PKM di Kecamatan Medan Denai: Perkuat Literasi dan Pendampingan UMKM

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home Hukum Islam

              Kontroversi Seputar Peringatan Maulid Nabi

              by
              27/08/2024
              in Hukum Islam
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Menjelang Peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tahun 1446 Hijriyah (2024 Masehi), Redaksi Tabligh mengangkat tema “Maulid Nabi: Perayaan dan Keteladanan”. Tema ini dimuat dalam beberapa thematic series: (1) kontroversi Maulid Nabi; (2) historisitas Maulid Nabi; (3) tradisi Maulid dalam beberapa budaya dunia; (4) makna di balik peringatan Maulid Nabi; (5) kaum muda dan keteladanan Nabi; (6) keluarga dan sahabat nabi; (7) parenting Nabawi; (8) sirah Nabawi; (9) pandangan Muhammadiyah tentang peringatan dan perayaan Maulid Nabi; (10) dan lain-lain.

              Tulisan-tulisan ini lebih dimaksudkan untuk menghidupkan kembali keteladanan Nabi Muhammad dalam kehidupan kontemporer, tanpa harus terjebak dalam segala kontroversi yang menyertainya, baik kontroversi perayaannya maupun kontroversi tentang nasab keturunannya. AL-Quran menegaskan: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi Muhammad, maka bershalawatlah kalian untuknya” (al-Qur’an | surah al-Ahzab: 56). Allahumma shalli ‘ala Muhammad!

              WartaTerkait

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Maulid berasal dari bahasa Arab, yang artinya waktu kelahiran. Maulid merupakan peringatan hari kelahiran. Maulid Nabi Muhammad berarti peringatan hari ulang tahun kelahiran Nabi Muhammad. Peringatan Maulid Nabi Muhammad yang mentradisi di kalangan kaum muslim memang tidak pernah dilaksanakan, baik di masa Nabi Muhammad, masa khulafa al-rasyidin, ataupun masa tabiin.

              Akan tetapi, peringatan Maulid Nabi Muhammad s.a.w. merupakan tradisi yang telah memasyarakat di kalangan kaum muslim. Tradisi yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal tersebut marak diperingati oleh umat Islam bukan hanya di Indonesia. Tradisi ini disahkan oleh Negara, di mana hari tersebut ditetapkan sebagai hari mulia, sebagai salah satu hari besar Islam dan hari libur nasional.

              Mengacu pada pendapat Imam As-Suyuthi, orang yang pertama kali menyelenggarakan maulid Nabi Muhammad adalah Malik Mudzorofah Ibnu Batati. Malik adalah penguasa dari negeri Ibbril yang terkenal loyal dan berdedikasi tinggi. Ia pernah menghadiahi sepuluh ribu dinar kepada Syekh Debu Al-Khatib Ibnu Dihyah yang telah menyusun sebuah buku riwayat hidup dan risalah Rasulullah dengan judul At-Tanwir fi Maulid Al-Basyir Al-Nazir. 

              Pada masa Abbasiyah, sekitar masa waktu abad kedua belas Masehi, perayaan maulid Nabi Muhammad dilaksanakan secara resmi yang dibiayai dan difasilitasi oleh khalifah dengan mengundang penguasa lokal. Cara itu diberi pokok dengan puji-pujian dan uraian maulid Nabi, serta dilangsungkan dengan pawai besar mengelilingi kota disertai pasukan berkuda dan angkatan bersenjata.

              Akan tetapi, peringatan maulid Nabi Muhammad sampai hari ini ternyata masih memunculkan kontroversi. Ada dua pendapat yang bertentangan mengenai masalah tersebut. Pendapat pertama menyatakan bahwa peringatan maulid Nabi Muhammad merupakan bidah mazmumah, menyesatkan.

              Pendapat ini memakai pendekatan normatif tekstual dalam argumentasinya. Perayaan maulid Nabi Muhammad itu tidak ditemukan, baik secara tersurat maupun secara tersirat dalam Alquran dan juga Alhadis.

              Pendapat kedua justru sebaliknya. Pendapat ini beralasan bahwa maulid Nabi Muhammad merupakan bid’ah mahmudah, inovasi yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat. Imam Ibnu Hajar Asqalani dan Imam As-Suyuthi mengatakan bahwa peringatan maulid Nabi Muhammad tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Muhammad, tetapi keberadaannya tidak bertentangan dengan nasihat Islam.

              Bid’ah adalah sesuatu yang baru setelah Nabi Muhammad yang menyangkut masalah ibadah mahdah, seperti salat, puasa, haji, dan ibadah ritual lainnya. Nabi Muhammad bersabda, “Salatlah sebagaimana engkau melihat saya salat”. (H.R Bukhari). Sebagai ibadah mahdah, pelaksanaan salat di mana dan kapan pun harus persis sama dengan Nabi Muhammad; tidak boleh ada penambahan atau pengurangan. Penambahan atau pengurangan terhadap ibadah mahdah adalah bid’ah yang hukumnya adalah haram.

              Akan tetapi, ibadah sosial yang menyangkut pengembangan kebudayaan, justru berlaku sebaliknya. Ia membutuhkan pembaruan dan inovasi, agar umat Islam tidak tertinggal atau ditinggalkan oleh umatnya sendiri. Inovasi dalam bidang kebudayaan, justru dianjurkan oleh Nabi Muhammad. Bagi pro maulid menolak anggapan jika Muhammad tidak pernah memperingati hari kelahirannya. Bahkan Muhammad memperingatinya setiap minggu, hanya saja terdapat nuansa perbedaan dengan yang dilakukan sekarang. 

              Muhammad lebih menonjolkan pada ibadah ritual, sedang kaum muslim sekarang lebih menonjolkan ibadah sosialnya. Ada sebuah hadis tentang hal ini, “Ketika ditanya tentang berpuasa pada hari Senin, Nabi Muhammad menjawab, itu adalah hari kelahiran saya, dan pada hari itu pula wahyu diturunkan pada saya”.

              SANDARAN AL-QURAN DAN AL-HADIS

              Mereka yang pro dengan peringatan maulid Nabi Muhammad bukannya tidak memiliki beberapa sandaran ayat Alquran dan Alhadis. Dalam Alquran, misalnya, Allah bersabda, “Katakanlah: Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira”. (Q.S: Yunus: 58).

              Abu Saikh r.a. mengeluarkan riwayat dari Ibnu Abas r.a. mengenai penafsiran ayat di atas. Bahwa yang dimaksud dari kurnia Allah di ayat tersebut adalah ilmu, sedangkan yang dimaksud dengan rahmat Allah adalah Nabi Muhammad. Allah bersabda pula, “Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. (Q.S: Anbiya’: 107).

              Hal ini bukan berarti kita menafikan penafsiran lain, seperti menafsiri makna rahmat di sini sebagai Alquran, iman, Islam, atau yang lainnya, karena memang rahmat Allah sangat luas. Rahmat terbesar bagi kita adalah Nabi Muhammad, karena beliau adalah rahmat seluruh alam.

              Dari Ibnu Abas r.a. bahwa Rasulullah datang ke Madinah dan menemukan kaum Yahudi sedang berpuasa hari Asyura, maka Nabi Muhammad bertanya kepada mereka: “Hari apa ini yang engkau puasai?”, mereka menjawab, “Ini adalah hari besar, hari Allah menyelamatkan Musa dan  kaumnya dan meneggelamkan Firaun dan kaumnya kemudian Musa mempuasai hari tersebut karena rasa syukur, maka kamipun ikut berpuasa”. 

              Maka Nabi Muhammad pun berkata, “Kami lebih berhak dan lebih utama terhadap Musa a.s. dari kalian”. Kemudian Nabi Muhammad pun berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa pada hari tersebut (H.R.Bukhari dan Muslim).

              Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolaniy mengatakan bahwa suatu manfaat yang dapat diambil dari hadis tersebut adalah sikap syukur kepada Allah atas anugerah yang telah Dia berikan pada hari tertentu berupa pemberian nikmat atau dihindarkan dari bahaya, dan syukur tersebut diulang setiap tahun pada hari yang sama. 

              Syukur kepada Allah dapat dilakukan dengan macam-macam ibadah seperti sujud, puasa, sedekah, membaca Alquran. Nikmat mana yang lebih besar dari nikmat adanya Nabi Muhammad, Nabi rahmat?. Kemudian Ibnu Hajar menjadikan hadis ini sebagai dalil dianjurkannya perayaan maulid Nabi Muhammad.

              Al Hafidz Imam As-Suyutiy mengatakan bahwa ada sebuah pertanyaan tentang acara maulid Nabi di bulan Robiul Awal, apakah hukumnya menurut syariat, apakah terpuji atau tercela? Apakah orang yang melakukannya mendapat pahala atau tidak? Jawaban saya adalah, bahwa maulid Nabi Muhammad termasuk bid’ah hasanah, di mana bagi pelakunya akan mendapat pahala, karena di dalamnya ada rasa mengagungkan Rasulullah dan memperlihatkan kebahagian karena lahirnya Nabi Muhammad.

              Harus diakui, polemik tentang peringatan Maulid Nabi Muhammad, bukanlah sesuatu yang baru. Namun, polemik tentang hal tersebut –yang mengancam persatuan dan kesatuan umat Islam– sempat mereda dan lenyap dari wacana sosial. Akan tetapi, hari-hari ini memang ada gejala untuk menghidupkan kembali polemik seputar cara merayakan Maulid Nabi Muhammad.

              Meskipun demikian, agaknya tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad tidak bisa dihilangkan begitu saja dari masyarakat Indonesia. Apalagi ormas Islam arus utama justru merayakan Maulid Nabi Muhammad.

              Tulisan di atas ditulis oleh Gunoto Saparie, dan dimuat pertama kali di beritakita.net

              The post Kontroversi Seputar Peringatan Maulid Nabi appeared first on Majelis Tabligh – Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Erwan Setiawan

              Next Post

              Muhammadiyah masih tunggu lokasi dan alokasi tambang

              InfoLain

              Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              26/04/2026
              Hukum Islam

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              19/04/2026
              Hukum Islam

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              19/04/2026
              Next Post
              Muhammadiyah masih tunggu lokasi dan alokasi tambang

              Muhammadiyah masih tunggu lokasi dan alokasi tambang

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Unismuh Makassar Perkuat Ideologi Kader Lewat Darul Arqam IV

                23/05/2026

                FKIK Unismuh Makassar Perkuat Sinergi Iman, Ilmu, dan Kesehatan melalui Pengabdian Masyarakat

                23/05/2026

                Mahasiswa S2 MPI Umsida Dalami Layanan Pendidikan Anak PMI di KBRI Kuala Lumpur

                23/05/2026

                UMT Perkuat Sinergi dengan Madrasah, Dorong Akses Pendidikan Tinggi

                23/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,182)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,728)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Unismuh Makassar Perkuat Ideologi Kader Lewat Darul Arqam IV

                23/05/2026

                FKIK Unismuh Makassar Perkuat Sinergi Iman, Ilmu, dan Kesehatan melalui Pengabdian Masyarakat

                23/05/2026

                Mahasiswa S2 MPI Umsida Dalami Layanan Pendidikan Anak PMI di KBRI Kuala Lumpur

                23/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In