• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

    Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

    Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

    HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

    UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

    Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

      Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

      Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

      HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

      UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

      Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

          Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

          Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

          HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

          UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

          Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

            Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

            Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

            HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

            UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

            Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Antara Kebencian, Intoleran, dan Moderasi Agama

              by
              25/04/2023
              in BeritaMu
              0
              Antara Kebencian, Intoleran, dan Moderasi Agama
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Oleh : Riza A. Novanto, M.Pd*

              PWMJATENG.COM – Jagad maya sedang tidak baik-baik saja, lantaran mantan Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin dan PNS BRIN Andi Pangerang Hasanuddin (APH) telah berkomentar negatif tentang Muhammadiyah di sosial media facebook. Awalnya, Thomas berkomentar bahwa Muhammadiyah sudah tidak taat pada keputusan Pemerintah karena menetapkan Hari Raya Idulfitri 1444 H berbeda dengan penetapan Pemerintah. Komentar Thomas itu dibalas oleh akun AP Hasanuddin dengan nada sinis dan mengancam. Beberapa komentar yang diunggah oleh AP Hasanuddin terkait perbedaan itu pun ramai di media sosial hingga mengancam membunuh warga Muhammadiyah satu per satu.

              WartaTerkait

              Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

              Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

              Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

              HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

              Kasus diatas tentunya tidak mencerminkan sebagai seorang peneliti di BRIN bahkan Thomas Djamaluddin yang menyandang gelar Profesor pun tidak sepantasnya dengan mudah menghasut dan membuat gaduh di media sosial sehingga menarik banyak komentar lainnya. Jika APH diberikan sangsi Thomas juga harus disangsi sebab dialah pemicu utama yang membuat komentar APH mengancam.

              Distorsi Diskusi melalui Media Sosial

              Media sosial memainkan peran penting dalam cara orang berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain, tetapi juga dapat menyebabkan distorsi dalam diskusi. Adapun beberapa contoh distorsi diskusi melalui media sosial di antaranya:

              Pertama, echo chamber. Echo chamber terjadi ketika seseorang hanya berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki pandangan yang sama dengan dirinya di media sosial. Ini membuat seseorang hanya mendapatkan informasi yang disaring dan disaring ulang yang dapat memperkuat keyakinannya sendiri, dan tidak lagi mendapatkan pandangan yang beragam dan dapat menantang.

              Kedua, filter bubble. Filter bubble adalah efek di mana algoritma media sosial memilihkan konten yang kita lihat berdasarkan preferensi kita. Ini dapat menyebabkan kita hanya melihat konten yang mengkonfirmasi pandangan kita, dan tidak lagi terbuka pada pandangan yang berbeda atau pandangan baru yang mungkin dapat mengubah pandangan kita. Ketiga, Toxicity Toxicity terjadi ketika diskusi di media sosial menjadi toksik dan tidak konstruktif. Ini sering terjadi ketika pengguna menjadi anonim, membuat mereka merasa dapat mengeluarkan komentar yang kasar dan tidak sopan tanpa akibatnya.

              Keempat, confirmation bias. Hal ini terjadi ketika seseorang cenderung mencari dan mengingat informasi yang mendukung pandangan yang sudah dimilikinya, dan mengabaikan informasi yang bertentangan dengan pandangannya. Hal ini dapat menyebabkan kesalahpahaman dan kesulitan untuk mencapai kesepakatan dalam diskusi.

              Kelima, polarization. Hal ini terjadi ketika diskusi di media sosial memperkuat perbedaan pandangan, meningkatkan perpecahan dan memperkuat garis pemisah antara kelompok yang berbeda. Hal ini dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk mencapai kesepakatan dan kesulitan untuk menyelesaikan perbedaan.

              Dalam rangka meminimalisir distorsi diskusi melalui media sosial, kita perlu berusaha untuk terbuka pada pandangan yang berbeda, mencari informasi dari sumber yang beragam, dan berusaha untuk mempertahankan diskusi yang konstruktif dan santun.

              Ujaran Kebencian dan Intoleransi Masalah Serius

              Ujaran kebencian dan intoleransi di Indonesia telah menjadi masalah serius dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa contoh ujaran kebencian dan intoleransi di Indonesia diantaranya:

              Pertama, diskriminasi suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Diskriminasi terhadap suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) masih terjadi di Indonesia. Contohnya diskriminasi terhadap minoritas agama yang seringkali menjadi korban kekerasan dan pelecehan.

              Kedua, hate speech atau ujaran kebencian juga seringkali terjadi di Indonesia. Sebagai contoh ujaran kebencian yang ditujukan kepada orang tertentu atau suatu kelompok karena perbedaan pandangan politik, agama, atau suku bangsa.

              Untuk mengatasi ujaran kebencian dan intoleransi di Indonesia, perlu ada upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan media. Pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang lebih ketat terhadap tindakan diskriminasi dan hate speech, serta memberikan edukasi yang lebih baik tentang toleransi dan pluralisme kepada masyarakat. Media juga harus lebih bertanggung jawab dalam memberikan liputan tentang isu SARA dan diskriminasi.

              Baca juga, Sedang Ramai Cibiran Oknum BRIN, PP Muhammadiyah Imbau Warganya Tidak Terpancing

              Fenomena minim adab netizen Indonesia cukup meresahkan dalam beberapa tahun terakhir yang menjadi salah satu penyebab hate speech. Netizen Indonesia seringkali terlalu mudah terpancing oleh berita bohong (hoax) dan cenderung menyebarkan berita tersebut tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Selain itu, banyak pula yang menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) yang dapat memicu konflik dan merusak hubungan antar kelompok. Netizen Indonesia seringkali tidak menghargai pandangan orang lain, dan seringkali langsung menyerang dan mengkritik tanpa berpikir panjang. Hal ini dapat memicu perdebatan yang tidak konstruktif dan tidak membawa manfaat. Sebagai contoh dalam pandangan perbedaan penetapan 1 syawwal 1444 H yang terus bergulir hingga ada penolakan permohonon ijin tempat ibadah sholah idul fitri di beberapa daerah.

              Memaknai Kembali Moderasi Agama

              Moderasi agama merupakan upaya untuk mengurangi potensi konflik dan intoleransi yang timbul dari perbedaan agama dan keyakinan. Tujuan dari moderasi agama adalah untuk membangun pemahaman yang lebih baik antar umat beragama, sehingga dapat mengurangi ketegangan dan konflik yang terjadi di masyarakat. Jika berkaca pada kasus APH dan Thomas membuktikan bahwa pemahaman moderasi agama belum sepenuhnya dipahami secara utuh oleh keduanya, apalagi mereka bagian dari BRIN diaggap sebagai “gudangnya ilmu” yang dihasilkan dari berbagai riset.

              Adapun fungsi moderasi agama dalam mengatasi intoleransi di Indonesia antara lain:

              Pertama, mendorong dialog antar agama. Moderasi agama dapat mendorong terjadinya dialog antar agama, sehingga memungkinkan terciptanya pemahaman yang lebih baik antar umat beragama. Dalam dialog antar agama, umat beragama dapat saling bertukar pikiran dan pengalaman, sehingga dapat mengurangi kesalahpahaman dan meningkatkan toleransi.

              Kedua, mendorong pengembangan pendidikan agama yang toleran. Moderasi agama juga dapat mendorong pengembangan pendidikan agama yang toleran, yang menekankan pentingnya menghormati perbedaan dan menjaga kerukunan antar umat beragama. Pendidikan agama yang toleran dapat membantu membentuk karakter peserta didik yang lebih inklusif dan memperkuat sikap toleransi dalam masyarakat.

              Ketiga, meningkatkan kesadaran tentang toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Moderasi agama dapat meningkatkan kesadaran tentang toleransi dan kerukunan antar umat beragama, sehingga masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menghormati perbedaan agama dan menjaga kerukunan antar umat beragama. Hal ini dapat mengurangi terjadinya konflik dan memperkuat persatuan bangsa.

              Keempat, meningkatkan peran ulama dalam mendorong toleransi. Moderasi agama juga dapat meningkatkan peran ulama dalam mendorong toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Ulama dapat menjadi penggerak untuk mendorong dialog antar agama, memberikan edukasi tentang pentingnya toleransi, dan memperkuat kerjasama antar umat beragama dalam berbagai bidang.

              Dengan adanya moderasi agama, diharapkan dapat tercipta masyarakat yang lebih toleran, inklusif, dan memperkuat kerukunan antar umat beragama. Hal ini akan membantu mengurangi konflik dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan demikian kasus ujaran kebencian Thomas dan APH harus menjadi perhatian serius dan usut tuntas agar hal ini tidak terjadi dikemudian hari, sebab jika tidak maka akan berakibat pada polarisasi yang semakin akut dan mencidrai keragaman budaya dan suku bangsa Indonesia yang sudah terbangun sejak berdirinya republik ini. Semoga ulasan singkat ini bisa menggugah para pembaca dalam memahami dampak media sosial, ujaran kebencian, intoleransi dan moderasi agama.

              *Dosen STIKes Muhammadiyah Tegal

              Editor : M Taufiq Ulinuha

              The post Antara Kebencian, Intoleran, dan Moderasi Agama appeared first on PWM Jawa Tengah.

              muhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Jangan Notorius : Jika Ingin Terkenal

              Next Post

              Kartini Gamers Indonesia, Berjaya di Kejuaraan eSports Internasional

              InfoLain

              BeritaMu

              Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

              01/05/2026
              BeritaMu

              Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

              01/05/2026
              BeritaMu

              Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

              30/04/2026
              Next Post
              Kartini Gamers Indonesia, Berjaya di Kejuaraan eSports Internasional

              Kartini Gamers Indonesia, Berjaya di Kejuaraan eSports Internasional

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Kasus Daycare: Pemulihan Anak Korban Kekerasan Perlu Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

                01/05/2026

                Mahasiswi UMPWR Raih Tiga Penghargaan di Ajang Internasional Kuala Lumpur

                01/05/2026

                Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

                01/05/2026

                Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

                01/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (27,941)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,594)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Kasus Daycare: Pemulihan Anak Korban Kekerasan Perlu Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

                01/05/2026

                Mahasiswi UMPWR Raih Tiga Penghargaan di Ajang Internasional Kuala Lumpur

                01/05/2026

                Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

                01/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In