Ramadan menjadi moment yang tepat untuk melakukan kebaikan dalam meraih kemuliaan, Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta (HMM FT UMJ) raih berkah Ramadan dengan memuliakan anak yatim dalam Ifthor Jamaa’i (Santunan Anak Yatim dan Piatu) yang mengusung tema “Berkah di Bulan Suci Ramadan dengan saling berbagi dan mempererat tali silahturahmi yang didasari Solidarity M Forever” bertempat di Aula Djoenda Fakultas Teknik UMJ, Sabtu (01/04/2023).
Sekretaris Pelaksana, Fitri Idzaeni Setiati mengatakan tujuan diadakannya Ifthor Jamaa’i ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahmi antar dosen, dan mahasiswa serta tentunya dengan anak yatim. “Jadi Ifthor Jamaa’i ini merupakan program kerja tahunan HMM BEM FT yang rutin dilaksanakan setiap Bulan Ramadan. Untuk meraih berkah Ramadan salah satu amalan yang dianjurkan adalah menyantuni anak yatim,” jelas Fitri.
Tidak hanya itu, Ketua Program Studi Teknik Mesin FT UMJ, Sulis Yulianto, ST., MT. berharap kegiatan Ifthor Jamaa’i dapat mempererat tali silahturahmi antar sesama dan tidak terputus sampai disini. Lebih lanjut, Sulis juga mengungkapkan terkait garis takdir yang sudah ditentukan Allah SWT. “Sebagai manusia, kita harus berusaha untuk meraih apa yang kita inginkan. Dengan semangat ketekunan dan kegigihan, maka InsyaAllah cita-cita yang diharapkan akan tercapai.” ujar Sulis.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FT UMJ, Reza Musthafa Fakhri sekaligus membuka acara Ifthor Jamaa’i turut menyampaikan bahwa kegiatan hari ini merupakan satu bentuk ikhtiar di bulan suci ramadan. “Saya berharap esensi yang terdapat pada tema kegiatan hari ini dapat tersampaikan kepada masyarakat,” ungkap Reza.
Sebanyak 34 anak yatim dan piatu dari yayasan Mizan Amanah Tanjung Priok, baik laki-laki dan perempuan mengikuti kuis ceria seputar Bulan Ramadan, seperti niat berpuasa, dan membaca surah pendek, yang dibawakan oleh Mahasiswa dengan antusias. Anak-anak ini dengan riang menerima hadiah atas pertanyaan yang telah mereka jawab.
Baca juga : Edisi Ramadan UMJ
Disamping dengan kemeriahan kuis ceria Dosen AIK FT UMJ Abdurrauf Labib Ramadhany, S.Ag., M.Si. menyampaikan ceramah seputar keutamaan menyantuni anak Yatim.
Yatim berasal dari bahasa Arab yang berarti orang yang kehilangan (kematian) ayahnya, bukan ibunya. Anak yatim wajib disantuni karena ia kehilangan ayah yang wajib menanggung nafkahnya. Namun demikian, orang yang kehilangan (kematian) ibunya tetap wajib disantuni sebagaimana halnya anak yatim. Apalagi kalau kehilangan (kematian) kedua orang tuanya sekaligus.
Adapun piatu adalah istilah dalam bahasa Indonesia untuk sebutan bagi anak yang kehilangan (kematian) ibunya. Masa keyatiman seorang anak itu ada batasnya, yaitu ketika ia telah baligh dan tampak rusyd (kemandirian) pada dirinya.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 220, Allah SWT berfirman yang artinya “Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah memperbaiki keadaan mereka adalah baik.”
Dari hadis tersebut dapat artikan bahwa menyantuni anak yatim akan mendapatkan balasan surga. Seperti hadis riwat At-Turmizi yang artinya “Barang siapa yang memelihara anak yatim di tengah kaum muslimin untuk memberi makan dan minum, maka pasti Allah memasukkannya kedalam surga, kecuali dia telah berbuat dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. At-Tirmizi)
Abdurrauf menjelaskan secara terperinci Nabi Muhammad Saw tidak memberi contoh bagaimana cara menyantuni anak yatim.
“Yang jelas, cara menyantuni anak yatim itu adalah dengan memuliakan, memperhatikan, memberi kasih sayang, memenuhi kebutuhan hidupnya (makan, minum, pakaian, tempat tinggal), pendidikannya, kesehatannnya dan segala sesuatu yang diperlukannya agar menjadi anak yang shalih, mandiri dan berguna,” tutup Abdurrauf.
Ketua yayasan panti asuhan Mizan Amanah, Yati Sumiati mengungkapkan bahwa kegiatan Ifthor Jamaa’i ini selain meraih berkah ramadan tentunya mendatangkan kebahagiaan bagi anak-anak yang sedang berpuasa. Yati juga berharap silaturahmi antar mahasiswa dan pihak yayasan akan terus terjalin .
Acara berlangsung dengan rangkaian acara seperti ceramah, kuis ceria, penyerahan donasi & kenang-kenangan, santunan anak yatim piatu diakhiri dengan buka bersama.
Setiap orang tidak bisa memilih akan dilahirkan dari orang tua mana dan dalam kondisi seperti apa. Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan dari kedua orang tua yang lengkap, berkecukupan, dan kondisi lainnya. Dengan menyantuni, memelihara, dan memuliakan anak yatim merupakan suatu peluang untuk umat muslim dalam mendapatkan keutamaan dari Allah SWT. (MT/KH/KSU)
Editor : Budiman
Artikel Raih Berkah Ramadan, HMM FT UMJ Muliakan Anak Yatim pertama kali tampil pada Universitas Muhammadiyah Jakarta.





