• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Senin, April 27, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Peringati Hari Buku Se-Dunia UMSU Press Serahkan Royalti ke 413 Penulis

    UMSU Jalin Sinergi dengan Babussalam Langkat, Dorong Dakwah dan Literasi Islam Berkemajuan

    PP Muhammadiyah dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi, Dorong Perlindungan Pekerja yang Inklusif

    Delusi dan Kerancuan Perspektif (Respons atas Tulisan Periset BRIN dan THR Kemenag RI)

    Hari Keempat Operasional Haji 2026, 15.349 Jemaah Telah Diberangkatkan

    Muhammadiyah jadi Ormas Islam yang Memiliki Fakultas Kedokteran Terbanyak di Dunia

    Muhammadiyah jadi Ormas Islam yang Memiliki Fakultas Kedokteran Terbanyak di Dunia

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Peringati Hari Buku Se-Dunia UMSU Press Serahkan Royalti ke 413 Penulis

      UMSU Jalin Sinergi dengan Babussalam Langkat, Dorong Dakwah dan Literasi Islam Berkemajuan

      PP Muhammadiyah dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi, Dorong Perlindungan Pekerja yang Inklusif

      Delusi dan Kerancuan Perspektif (Respons atas Tulisan Periset BRIN dan THR Kemenag RI)

      Hari Keempat Operasional Haji 2026, 15.349 Jemaah Telah Diberangkatkan

      Muhammadiyah jadi Ormas Islam yang Memiliki Fakultas Kedokteran Terbanyak di Dunia

      Muhammadiyah jadi Ormas Islam yang Memiliki Fakultas Kedokteran Terbanyak di Dunia

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Peringati Hari Buku Se-Dunia UMSU Press Serahkan Royalti ke 413 Penulis

          UMSU Jalin Sinergi dengan Babussalam Langkat, Dorong Dakwah dan Literasi Islam Berkemajuan

          PP Muhammadiyah dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi, Dorong Perlindungan Pekerja yang Inklusif

          Delusi dan Kerancuan Perspektif (Respons atas Tulisan Periset BRIN dan THR Kemenag RI)

          Hari Keempat Operasional Haji 2026, 15.349 Jemaah Telah Diberangkatkan

          Muhammadiyah jadi Ormas Islam yang Memiliki Fakultas Kedokteran Terbanyak di Dunia

          Muhammadiyah jadi Ormas Islam yang Memiliki Fakultas Kedokteran Terbanyak di Dunia

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Peringati Hari Buku Se-Dunia UMSU Press Serahkan Royalti ke 413 Penulis

            UMSU Jalin Sinergi dengan Babussalam Langkat, Dorong Dakwah dan Literasi Islam Berkemajuan

            PP Muhammadiyah dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi, Dorong Perlindungan Pekerja yang Inklusif

            Delusi dan Kerancuan Perspektif (Respons atas Tulisan Periset BRIN dan THR Kemenag RI)

            Hari Keempat Operasional Haji 2026, 15.349 Jemaah Telah Diberangkatkan

            Muhammadiyah jadi Ormas Islam yang Memiliki Fakultas Kedokteran Terbanyak di Dunia

            Muhammadiyah jadi Ormas Islam yang Memiliki Fakultas Kedokteran Terbanyak di Dunia

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              RH Moeljadi, Ketua Pertama PDM Lamongan

              by
              28/02/2023
              in BeritaMu
              0
              RH Moeljadi, Ketua Pertama PDM Lamongan
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              RH Moeljadi, Ketua Pertama PDM Lamongan

              WartaTerkait

              Peringati Hari Buku Se-Dunia UMSU Press Serahkan Royalti ke 413 Penulis

              UMSU Jalin Sinergi dengan Babussalam Langkat, Dorong Dakwah dan Literasi Islam Berkemajuan

              PP Muhammadiyah dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi, Dorong Perlindungan Pekerja yang Inklusif

              Delusi dan Kerancuan Perspektif (Respons atas Tulisan Periset BRIN dan THR Kemenag RI)

              Oleh: Fathurrahim Syuhadi

              Profil RH Moeljadi

              RH Moeljadi merupakan Ketua Pimpinan Muhammadiyah Daerah Lamongan pertama. Ia menjabat sebagai ketua pada tahun 1966-1976. RH Moeljadi terpilih dalam konfrensi Muhammadiyah pada tahun 1966 di Lamongan

              Sebelum menjabat sebagai Ketua Pimpinan Muhammadiyah Daerah Lamongan, RH Moeljadi menjadi Sekretaris Gerakan Pemuda Anshor Cabang Lamongan periode 1951-1954. Kemudian RH Moeljadi aktif di Masyumi dan menjadi salah satu anggota DPRD Lamongan

              Moeljadi lahir pada tanggal 21 Juni 1921 di Desa Bedingin Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan. Moeljadi anak dari Raden Soetedja dan Nyai Fadillah, kedua orang tuanya memegang teguh tradisi Jawa. Sejak kecil Moeljadi hidup di lingkungan sangat kental dengan tradisi jawa

              Raden Soetedja menjadi Lurah Desa Bedingin Kecamatan Sugio bentukan pemerintah Belanda. Oleh karena itu keluarga ini sangat dihormati dan disegani masyarakat sekitar. Moeljadi mendapat gelar Raden dari orang tuanya karena pada saat itu orang yang dijadikan pemimpin oleh masyarakat akan mendapat gelar Raden. Bahkan keluarga Moeljadi merupakan keturunan Sunan Giri. Mereka setiap tahun masih mengadakan pertemuan secara rutin sebagai “Keluargi Giri”

              Pendidikan yang dilalui Moeljadi yaitu sekolah rakyat di desanya Bedingin. Kemudian melanjutkan pendidikannya ke pondok pesantren Langitan Tuban yang saat itu diasuh oleh KH Abdul Hadi. Moeljadi mondok ke pesantren dengan tujuan agar bisa mendapatkan ilmu tentang agama yang matang. Niat baik itu mendapat dukungan dari keluarga besarnya.

              Moeljadi mengenyam pelajaran di pondok pesantren Langitan Tuban selama sembilan tahun, mulai dari setingkat Tsanawiyah hingga Madrasah Aliyah. Kecerdasan Moeljadi di lingkungan pondok pesantren sangat dikenal sekali. Bahkan KH Abdul Hadi pun sangat mengaguminya

              Pada tahun 1940 Moeljadi lulus dari pondok pesantren Langitan Tuban dan diangkat sebagai guru di desa Pelabuhanrejo Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan. Diangkatnya sebagai guru merupakan kebijakan pemerintahan Belanda yang mendirikan sekolah dasar di desa tersebut.

              Pada usia 21 tahun, Moeljadi mengakhiri masa lajangnya dengan mempersunting salah satu santrinya Siti Zaenab pada tahun 1942. Dari pernikahan dengan Siti Zaenab dikaruniai enam anak yaitu Zainal Maehmud, Nur chasan Sutedja (alm), Sri Supatmijati, Sulehan Arifin (alm), Ibnu Su‟ud dan Endah Wahjuwati

              Dalam dunia pergerakan di Persyarikatan Moeljadi mengajak istinya untuk aktif di Aisyiyah. Selanjutnya Siti Zaenab menggerakkan Aisyiyah dan menjadi Ketua Pimpinan Aisyiyah Daerah Lamongan pertama periode 1967-1976.

              Moeljadi bergabung dengan Partai Masyumi dan menjadikan sebagai media atau wadah pergerakan dan dakwah pada tahun 1950. Ia juga diangkat menjadi Pimpinan Masyumi Lamongan.

              Kemudian tahun 1955 Moeljadi ikut berpartisipasi dalam Pemilu. Ia mulai gencar turun kemasyarakat untuk berkampayekan partai Masyumi di penjuru wilayah Lamongan dan sekitarnya. Perjuangannya membuahkan hasil partai Masyumi mendapat suara yang cukup besar di wilayah Jawa Timur lebih khusus wilayah Lamongan.

              Dinilai kontribusinya yang cukup besar dalam perjuangan Masyumi Lamongan Moeljadi dihadiahi sebuah rumah oleh Masyumi. Rumah tersebut digunakan oleh Moeljadi untuk menampung kawula muda Lamongan yang mempunyai hasrat dalam politik dan berorganisasi.

              Selain menjadi anggota Partai Masyumi, Moeljadi juga aktif menjadi Sekretaris Gerakan Pemuda Anshor Cabang Lamongan periode 1951-1954.

              Setelah Masyumi membubarkan diri pada tahun 1960 Moeljadi bersama anggota Partai Masyumi lainnya memilih untuk bergabung dengan Muhammadiyah. Moeljadi sangat getol mengajak anggota Masyumi untuk bergabung di Muhammadiyah

              Moeljadi menjadi salah satu tokoh yang berpengaruh di daerah Lamongan, salah satu cara beliau melakukan proses pengkaderan yang unik, yaitu melalui sistem kader ngintil. Di mana Moeljadi berusaha memilih dan menggandeng terus beberapa orang untuk dipersiapkan dalam kepemimpinan berikutnya seperti A Manaf Zahri, KH. Abdurrahman Syamsuri dam Moh. Nadjih Bakar

              Pada tahun 1966 Moeljadi terpilih dalam Konfrensi Daerah Muhammadiyah sebagai Ketua Pimpinan Muhammadiyah Daerah Lamongan. Muhammadiyah Lamongan pada saat itu masih berada di bawah naungan Muhammadiyah Cabang Bojonegoro dan Cabang Gresik.

              Kabupaten Lamongan resmi berdiri secara organisatoris menjadi Pimpinan Muhammadiyah Daerah Lamongan berdasarkan SK PP Muhammadiyah No. C-076/D-13, tanggal 11 September 1967. Saat itu membawahi 5 (lima) cabang yaitu Cabang Lamongan, Cabang Jatisari (Glagah), Cabang Babat, Cabang Pangkatrejo dan Cabang Blimbing (Paciran).

              Dari kelima cabang itulah akhirnya perkembangan Muhammadiyah kabupaten Lamongan mempunyai 27 cabang, dan ranting dengan penyesuaian tata administrasi pemerintahan.

              Dengan terpilihnya Moeljadi sebagai ketua Muhammadiyah membuat pengaruh Muhammadiyah di Lamongan semakin meluas dengan daerah selatan dan utara Lamongan. Belahan selatan yaitu Cabang Lamongan, Babat, Kedungpring, dan Sugio.Sedangkan di utara yaitu Cabang Pangkatrejo, Paciran, Jatisari, Laren, dan Brondong.

              Moeljadi bersama Muchtar Mastur pada tahun 1969 mendirikan asrama pelajar Al Khoiriyah di Ndapur Kelurahan Sidokumpul Kecamatan Lamongan satu kompleks dengan Masjid At Taqwa. Tanah yang ditempati adalah wakaf dari H Khoiri seorang pengusaha kulit di Lamongan. Sedangkan pembangunan gedungnya berasal dari para aqniya’ termasuk juga bantuan dari instansi di Jakarta.

              Di asrama pelajar Al Khoiriyah menampung para pelajar dari berbagai daerah sekitar Lamongan, Bojonegoro dan Gresik yang rata rata putra para tokoh Persyarikatan yang sekolah di Negeri dan di Muhammadiyah. Mereka merupakan pelajar pilihan di sekolahnya. Dalam asrama tersebut para murid diajarkan tentang Al Qur’an, Al Hadist, Fiqih, Nahwu Shorof dan faham tentang Kemuhammadiyahan dan kepemimpinan.

              Pada tahun 1970 RH Moeljadi diangkat sebagai Kepala Perwakilan Departemen Agama di Lamongan yang pertama. Dengan kesibukan sebagai Kepala Perwakilan ini mengakibatkan staqnanasi dalam perjuangan persyarikatan

              Kisah Inspiratif

              RH Moeljadi juga di kenal sebagai sosok yang mudah menempatkan dirinya dalam kondisi apapun dengan ciri khas kejawen mirip seperti Sunan Kalijaga memakai baju adat jawa dan sarung sewek. Tak lupa pula blangkon pun selalu dikenakan meski pada waktu itu songkok sudah menjadi simbol ulama-ulama dan orang Islam tetapi RH Moeljadi tetap mempertahankan ciri khasnya yang kejawen itu

              Moeljadi selalu berpikir realistis. Ia tidak begitu saja mudah menerima informasi, apalagi ada hal hal urgen terkait kehidupan pribadi maupun umat. Suatu hari Moeljadi menceritakan, pada tahun 1970 an ia mendapat panggilan haji lewat telegram dari Departemen Agama Jakarta. Ia tidak percaya dengan informasi diberangkatkan haji tersebut. Kemudian surat panggilan berupa telegram itu dibuag ke sampah. Ternyata besok paginya surat itu sudah di mejanya lagi. Setelah dibaca kemudian dibuang lagi ke tempat sampah. RH Moeljadi berpikir secara nalar sehat beliau tidak mungkin bisa berangkat haji dengan kondisinya saat itu

              Besok paginya lagi, surat panggilan haji itu sudah berada di mejanya lagi. Akhirnya Moeljadi percaya dan berangkatlah ia memenuhi panggilan Allah Swt ke tanah suci

              RH Moeljadi dikenal sebagai ulama yang kharismatik. Hampir semua persoalan umat dan persyarikatan yang disampaikan kepada beliaunya bisa dijawab. Solusi yang disampaikan RH Moeljadi sangat runtut dan mudah diteriama. Walaupun demikian RH Moeljadi dalam kehidupan sehari hari maupun di organisasi beliau tidak mau disebut kiai, tetapi lebih bangga disebut Pak Moeljadi atau mbah Moeljadi

              RH Moeljadi dalam pandangan sebagian masyarakat Lamongan diyakini mempunyai ilmu laduni. Ilmu ini merupakan pengetahuan yang diperoleh seseorang yang saleh dari Allah Swt melalui ilham dan tanpa dipelajari lebih dahulu melalui suatu tahapan pendidikan tertentu. Karena itu pula, ilmu ladunni adalah bukan hasil dari proses pemikiran, melainkan sepenuhnya tergantung atas kehendak dan karunia Allah.

              Dalam keluarga RH Moeljadi dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana. Beliau mempunyai kebiasaan bepergian setiap pagi hari dengan berjalan kaki dengan menggunakan tongkatnya. Tak jarang pula beliau tidak pulang ke rumah selama berhari-hari.

              Diusianya yang sudah tua RH Moeljadi mampu berjalan beberapa puluh kilometer sejak setelah shalat subuh sampai siang. Termasuk yang sering dikunjungi adalah Balai Pengobatan Islam (Bakis) Muhammadiyah Lamongan Jl KH Ahmad Dahlan cikal bakal RSM Lamongan, kemudian asrama pelajar Al Khoiriyah di Ndapur Lamongan. Pertama yang beliau perhatikan adalah kebersihan, termasuk kebersihan lantai maupun kaca.

              RH Moeljadi meskipun lebih senior dan berpengalaman dalam berorganisasi dan berpolitik sangat nenghormati dan menghargai sosok KH Abdurrahman Syamsuri karena keulamaannya sebagai seorang hafidl Al Quran dan alim di bidang ulumuddin. RH Moljadi gemar meguru kepada KH Abdurrahman Syamsuri

              Karena hubungannya yang baik kedua tokoh itu saling silaturrahim dan kunjung rumah dan bahkan saking bermalam di rumahnya bergantian. Sebelum shubuh KH Abdurrahman Syamsuri harus pulang ke paciran untuk mengisi pengajian shubuh santrinya. Ketika RH Moeljadi menginap di Paciran ia diberikan kesempatan oleh KH Abdurrahman Syamsuri untuk mengisi pengajian penguatan semangat berjuang di masyarakat bagi santri santri Pondok Karangasem Paciran.

              Pada tahun 1996, Pimpinan Daerah Aisyiyah Lamongan merintis Qoriah Thoiyibah di Desa Bedingn Cabang Sugio. RH Moeljadi sebagai sesepuh Muhammadiyah Lamongan banyak terlibat mendampingi dan mengarahkan Tim sampai berdirinya TK Aisyiyah di Dusun Kuripan Desa Bedingin

              Perjalanan Organisasi

              Masa Tahun 1966-1969

              Moeljadi ditetapkan sebagai Ketua Pimpinan Muhammadiyah Daerah Lamongan melalui Konferensi Daerah pertama kalinya di Lamongan pada tahun 1966. Hal ini merupakan tonggak sejarah penting bagi gerakan persyarikatan Muhammadiyah Lamongan.

              Pada kepemimpinan ini, Moeljadi sudah melibatkan anak muda seperti Abd. Rosyad Suwadji menduduki Bagian Pengajaran. Di samping itu juga melibatkan para saudagar atau pengusaha sukses seperti H Usman Dimyati pemilik Losmen Mahkota menjadi bendahara. Sementara itu ulama kharismatik Kiai Muchtar Mastur sebagai wakil ketua dan kiai Khozin Ilham sebagai sekretaris.

              Periode ini merupakan masa konsolidasi. Kepemimpinannya masih sangat sederhana. Konsolidasi dilakukan untuk memberikan pemahaman keberadaan Muhammadiyah di Lamongan. Termasuk menjaga disharmonisasi antara Muhammadiyah dan NU

              Pada tahun 1969 ini telah diselengarakan Darul Arqom Pimpinan Muhammadiyah dengan ketua Abd. Rosyad Suwadji bertempat di Lamongan dan Pangkatrejo

              Masa Tahun 1969-1976

              Moeljadi setelah diangkat sebagai Kepala Perwakilan Departemen Agama di Lamongan, Muhammadiyah Lamongan mengalami kevakuman karena berbagai hal. Salah satunya adanya peraturan dan larangan pemerintah bagi pegawai negeri tidak boleh aktif di organisasi massa. Para pegawai negeri harus monoloyalitas ke Golkar

              Posisi ini sangat delematis bagi RH Moeljadi. Satu sisi ia ingin menggerakkan Muhammadiyah secara dinamis, sisi lain ia dihadapkan pada aturan di tempat kerjanya sebagai pegawai negeri.

              Untuk menghindari kevakuman ini, maka dibentuklah Presedium Ketua Pimpinan Muhammadiyah Daerah Lamongan yang terdiri dari Oemar Hasan, A. Manaf Zahri, H Zainudin, dan KH. Abdurrahman Syamsuri

              Mekanisme kerja Presidium adalah mengendalikan organisasi secara kolektif. Peran-peran sebagai ketua, sekretaris maupun bendahara dilakukan juga secara kolektif atau bersama-sama. Pada Muktamar Muhammadiyah ke-39 di Padang tahun 1974 utusan Lamongan diwakili anggota Presedium yaitu Oemar Hasan, BA dan KH Abdurrahman Syamsuri.

              Walaupun RH Moeljadi sudah tidak menjabat sebagai Ketua Pimpinan Muhammadiyah Daerah Lamongan tetapi beliau tetap berkontribusi besar sebagai sesepuh yang dakwah dan pemikirannya dibutuhkan persyarikatan. Para santri, kader dan generasi penerusnya tetap menjalin komunikasi dan mendengarkan nasehatnya. Apabila ada persoalan tentang persyarikatan maka beliau mampu memberikan solusi yang terbaik.

              RH Moeljadi wafat dalam usia 84 tahun di rumah anaknya yang terakhir Endah Wahjuwati di Malang. Beliau wafat pada tanggal 22 Oktober 2004 dan dimakamkan di kota Malang sebagaimana pesan terakhirnya.

              Fathurrahim Syuhadi, Ketua MPK PDM Lamongan

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Perlunya Sosialisasi Pencegahan Stunting

              Next Post

              Hadiri Konferensi Ulama Dunia di Aljazair, Din Syamsuddin Tegaskan Pentingnya Perilaku Berkemajuan

              InfoLain

              BeritaMu

              Peringati Hari Buku Se-Dunia UMSU Press Serahkan Royalti ke 413 Penulis

              25/04/2026
              BeritaMu

              UMSU Jalin Sinergi dengan Babussalam Langkat, Dorong Dakwah dan Literasi Islam Berkemajuan

              25/04/2026
              BeritaMu

              PP Muhammadiyah dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi, Dorong Perlindungan Pekerja yang Inklusif

              25/04/2026
              Next Post
              Kepemimpinan ‘Aisyiyah Bentuk Tanggung Jawab Perempuan Islam

              Kepemimpinan ‘Aisyiyah Bentuk Tanggung Jawab Perempuan Islam

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Kuliah Umum di Umsida, Anies Baswedan Kupas Kepemimpinan Transformatif dan Peran Mahasiswa

                26/04/2026

                Dosen UNIMMA Raih Pendanaan SINERGI 2026, Kembangkan Inovasi Energi Terbarukan untuk Dapur MBG

                26/04/2026

                Membaca Tren Prodi Perguruan Tinggi dan Peluang Kerja 2026

                26/04/2026

                Mahasiswa Kesos UMMAD Jalani Praktikum, Perkuat Intervensi Sosial Berbasis Pendampingan Psikososial

                26/04/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (27,904)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,570)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Kuliah Umum di Umsida, Anies Baswedan Kupas Kepemimpinan Transformatif dan Peran Mahasiswa

                26/04/2026

                Dosen UNIMMA Raih Pendanaan SINERGI 2026, Kembangkan Inovasi Energi Terbarukan untuk Dapur MBG

                26/04/2026

                Membaca Tren Prodi Perguruan Tinggi dan Peluang Kerja 2026

                26/04/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In