• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

    Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

    Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

    HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

    UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

    Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

      Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

      Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

      HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

      UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

      Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

          Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

          Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

          HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

          UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

          Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

            Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

            Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

            HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

            UMSU Didorong Lanjutkan Transformasi dan Perluas Akses Pendidikan Tinggi

            Hari ke-8 Prosesi Haji : 122 Kloter dengan 47.834 Sampai Madinah

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Puasa Sama; Idul Fitri dan Idhuladha Diperkirakan Berbeda

              by
              06/02/2023
              in BeritaMu
              0
              Puasa Sama; Idul Fitri dan Idhuladha Diperkirakan Berbeda
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Puasa Sama; Idul Fitri dan Idhuladha Diperkirakan Berbeda

              WartaTerkait

              Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

              Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

              Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

              HP Mulai Ditinggalkan, Penggantinya Laku Keras di Amerika

              Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan tanggal 1 Ramadhan 1444 H jatuh pada hari Kamis Pon 23 Maret 2023 M. Idul Fitri (1 Syawal 1444 H) jatuh pada hari Jumat Pahing 21 April 2023 M. Idul Adha (10 Zulhijah 1444 H) jatuh pada hari Rabu Kliwon 28 Juni 2023 M.

              Pengumuman ini diumumkan dalam Konferensi Pers Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang penetapan hasil  Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah. Senin 6 Februari 2023.

              Dalam menetapkan awal bulan-bulan Qamariah, tidak terbatas pada bulan Ramadhan , Syawal, dan Zulhijah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengacu pada hasil hisab (perhitungan) yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Metode hisab yang digunakan adalah metode hisab hakiki, bukan hisab ‘urfi, dengan kriteria wujudul-hilal.

              Metode hisab hakiki dimaksud adalah metode perhitungan posisi bulan dan matahari dengan menggunakan data dan rumus-rumus yang sudah berulangkali diuji kebenarannya. Kriteria wujudul-hilal dimaksud adalah kriteria dalam menentukan masuknya bulan baru (awal bulan) Qamariah dan sekaligus menentukan berakhirnya bulan Qamariah yang sedang berjalan.

              Dalam kriteria wujudul-hilal, bulan baru Qamariah ditetapkan apabila tiga syarat sudah terpenuhi. Tiga syarat tersebut adalah: 1. Sudah terjadi ijtimak (konjungsi) antara bulan dan matahari.2. Ijtimak antara bulan dan matahari terjadi sebelum terbenam matahari. 3. Pada saat terbenam matahari, bulan masih di atas ufuk (cakrawala), atau belum terbenam. Tiga syarat tersebut harus terpenuhi semuanya secara kumulatif. Jika salah satu syarat saja tidak terpenuhi maka bulan baru (awal bulan) Qamariah belum bisa ditetapkan.

              Ijtimak atau konjungsi bulan dan matahari adalah momentum di mana posisi bulan berada di antara bumi dan matahari serta berada paling dekat dengan “garis’ yang menghubungkan titik pusat bumi dan titik pusat matahari. Dalam istilah lain disebut juga bulan mati atau new moon. Periode dari ijtimak ke ijtimak berikutnya merupakan satu siklus peredaran bulan mengitari bumi relatif terhadap matahari. Momentum ijtimak terjadi pada waktu yang bersamaan di seluruh dunia, hanya saja pencatatan jamnya berbeda-beda sesuai dengan perbedaan penggunaan jam di berbagai tempat di muka bumi. Oleh karena itu, perhitungan ijtimak tidak terikat oleh suatu tempat tertentu di muka bumi.

              Berbeda dengan ijtimak, terbenam matahari terikat oleh tempat di muka bumi. Artinya momentum terbenam matahari di berbagai tempat di muka bumi waktunya berbeda-beda. Terbenam matahari terjadi bergulir dari satu tempat ke tempat lain. Tempat yang berada di sebelah timur akan mengalami terbenam matahari lebih dulu dari tempat yang ada di sebelah baratnya. Bahkan tempat yang sama timur baratnya namun utara selatannya berbeda akan mengalami terbenam matahari yang berbeda. Oleh karena itu, untuk menentukan terbenam matahari harus ditetapkan terlebih dahulu koordinatnya, seperti lintang, bujur, dan tinggi tempatnya. Dalam hal ini, Muhammadiyah menggunakan Yogyakarta sebagai tempat perhitungan dengan koordinat: Lintang (f) = -07° 48¢ (07° 48¢ LS); Bujur (l) = 110° 21¢ BT; dan tinggi tempat 100 meter DPL.

              Seperti halnya terbenam matahari, tinggi bulan pada saat terbenam matahari pun berbeda-beda di berbagai tempat. Secara umum, tempat yang lebih timur tinggi bulannya lebih rendah, semakin ke barat semakin tinggi. Dapat dikatakan pula, secara umum,  bahwa ketika di kawasan timur bulan terlambat terbenam dari terbenamnya matahari, maka di kawasan barat bulan akan semakin lambat terbenamnya dibandingkan dengan terbenamnya matahari. Ketika di timur bulan lebih dulu terbenam dari terbenamnya matahari, di barat bisa terjadi terbenam bulan lebih lambat dari terbenamnya matahari.

              Mengacu pada kriteria wujudul-hilal, maka perhitungan (hisab) dilakukan untuk mengetahui: pertama, kapan ijtimak bulan dan matahari terjadi, kedua, kapan waktu terbenam matahari di Yogyakarta pada hari terjadinya ijtimak tersebut, ketiga, di mana posisi bulan (tinggi bulan) pada saat terbenam matahari tersebut.

              Adapun hasil perhitungan (hisab) untuk awal bulan Ramadhan , Syawal, dan Zulhijah 1444 H adalah sebagai berikut.

              Menjelang awal bulan (tanggal 1) Ramadhan  1444 H ijtimak terjadi pada hari Rabu Pahing tanggal 30 Syakban 1444 H/22 Maret 2023 M pukul 00:25:41 WIB. Atau hari Selasa Legi 29 Syakban 1444 H/21 Maret 2023 M pukul 17:25:41 WU (Waktu Umum/GMT). Sedangkan matahari tenggelam di Yogyakarta pada hari Rabu Pahing 30 Syakban 1444 H/22 Maret 2023 M terjadi pada pukul 17:49:47 WIB. Jarak waktu antara terjadinya ijtimak dan terbenam matahari lebih dari 17 jam. Pada saat terbenam matahari hari Rabu Pahing 22 Maret 2023 M bulan masih di atas ufuk (belum terbenam) dengan tinggi +07° 57¢ 17². Oleh karena itu sejak terbenam matahari di Yogyakarta Rabu Pahing 22 Maret 2023 M bulan Syakban 1444 H sudah berakhir dan sejak itu masuk tanggal 1 Ramadan 1444 H dan konversinya ke dalam kalender Masehi adalah Kamis Pon 23 Maret 2023 M.

              Menjelang 1 Syawal 1444 H ijtimak terjadi pada hari Kamis Legi tanggal 29 Ramadhan  1444 H/20 April 2023 M pukul 11:15:06 WIB. ijtimak terjadi siang hari sebelum terbenam matahari di Yogyakarta pada hari itu yakni pukul 17:35:51 WIB. Pada saat terbenam matahari hari Kamis Legi 20 April 2023 M bulan masih di atas ufuk (belum terbenam) dengan tinggi +01° 47¢ 57². Dengan demikian, hari raya Idul Fitri akan jatuh pada hari Jumat Pahing 21 April 2023 M.

              Menjelang 1 Zulhijah 1444 H ijtimak terjadi pada hari Ahad Kliwon tanggal 29 Zulkaidah 1444 H/18 Juni 2023 M pukul 11:39:47 WIB. Sebelum waktu tenggelamnya matahari yang terjadi pukul 17:31:05 WIB. Pada saat terbenam matahari hari Ahad Kliwon 18 Juni 2023 M bulan masih di atas ufuk (belum terbenam) dengan tinggi +01° 00¢ 25².

              Oleh karena itu sejak terbenam matahari di Yogyakarta Ahad Kliwon 18 Juni 2023 M bulan Zulkaidah 1444 H sudah berkhir dan sejak itu masuk tanggal 1 Zulhijah 1444 H dan konversinya ke dalam kalender Masehi adalah  Senin Legi 19 Juni 2023 M. Dengan demikian, hari ‘Arafah akan jatuh pada hari Selasa Wage 27 Juni 2023 M. dan raya Idul Adha akan jatuh pada hari Rabu Kliwon 28 Juni 2023 M.

              Dengan ini, kemungkinan besar Muhammadiyah akan memulai puasa bersamaan dengan penganut IR Mabims, namun berbeda hari pada idul fitri dan idul adha. (isma)

              Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan tanggal 1 Ramadhan 1444 H jatuh pada hari Kamis Pon 23 Maret 2023 M. Idul Fitri (1 Syawal 1444 H) jatuh pada hari Jumat Pahing 21 April 2023 M. Idul Adha (10 Zulhijah 1444 H) jatuh pada hari Rabu Kliwon 28 Juni 2023 M.

              Pengumuman ini diumumkan dalam Konferensi Pers Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang penetapan hasil  Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah. Senin 6 Februari 2023.

              Dalam menetapkan awal bulan-bulan Qamariah, tidak terbatas pada bulan Ramadhan , Syawal, dan Zulhijah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengacu pada hasil hisab (perhitungan) yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Metode hisab yang digunakan adalah metode hisab hakiki, bukan hisab ‘urfi, dengan kriteria wujudul-hilal.

              Metode hisab hakiki dimaksud adalah metode perhitungan posisi bulan dan matahari dengan menggunakan data dan rumus-rumus yang sudah berulangkali diuji kebenarannya. Kriteria wujudul-hilal dimaksud adalah kriteria dalam menentukan masuknya bulan baru (awal bulan) Qamariah dan sekaligus menentukan berakhirnya bulan Qamariah yang sedang berjalan.

              Dalam kriteria wujudul-hilal, bulan baru Qamariah ditetapkan apabila tiga syarat sudah terpenuhi. Tiga syarat tersebut adalah: 1. Sudah terjadi ijtimak (konjungsi) antara bulan dan matahari.2. Ijtimak antara bulan dan matahari terjadi sebelum terbenam matahari. 3. Pada saat terbenam matahari, bulan masih di atas ufuk (cakrawala), atau belum terbenam. Tiga syarat tersebut harus terpenuhi semuanya secara kumulatif. Jika salah satu syarat saja tidak terpenuhi maka bulan baru (awal bulan) Qamariah belum bisa ditetapkan.

              Ijtimak atau konjungsi bulan dan matahari adalah momentum di mana posisi bulan berada di antara bumi dan matahari serta berada paling dekat dengan “garis’ yang menghubungkan titik pusat bumi dan titik pusat matahari. Dalam istilah lain disebut juga bulan mati atau new moon. Periode dari ijtimak ke ijtimak berikutnya merupakan satu siklus peredaran bulan mengitari bumi relatif terhadap matahari. Momentum ijtimak terjadi pada waktu yang bersamaan di seluruh dunia, hanya saja pencatatan jamnya berbeda-beda sesuai dengan perbedaan penggunaan jam di berbagai tempat di muka bumi. Oleh karena itu, perhitungan ijtimak tidak terikat oleh suatu tempat tertentu di muka bumi.

              Berbeda dengan ijtimak, terbenam matahari terikat oleh tempat di muka bumi. Artinya momentum terbenam matahari di berbagai tempat di muka bumi waktunya berbeda-beda. Terbenam matahari terjadi bergulir dari satu tempat ke tempat lain. Tempat yang berada di sebelah timur akan mengalami terbenam matahari lebih dulu dari tempat yang ada di sebelah baratnya. Bahkan tempat yang sama timur baratnya namun utara selatannya berbeda akan mengalami terbenam matahari yang berbeda. Oleh karena itu, untuk menentukan terbenam matahari harus ditetapkan terlebih dahulu koordinatnya, seperti lintang, bujur, dan tinggi tempatnya. Dalam hal ini, Muhammadiyah menggunakan Yogyakarta sebagai tempat perhitungan dengan koordinat: Lintang (f) = -07° 48¢ (07° 48¢ LS); Bujur (l) = 110° 21¢ BT; dan tinggi tempat 100 meter DPL.

              Seperti halnya terbenam matahari, tinggi bulan pada saat terbenam matahari pun berbeda-beda di berbagai tempat. Secara umum, tempat yang lebih timur tinggi bulannya lebih rendah, semakin ke barat semakin tinggi. Dapat dikatakan pula, secara umum,  bahwa ketika di kawasan timur bulan terlambat terbenam dari terbenamnya matahari, maka di kawasan barat bulan akan semakin lambat terbenamnya dibandingkan dengan terbenamnya matahari. Ketika di timur bulan lebih dulu terbenam dari terbenamnya matahari, di barat bisa terjadi terbenam bulan lebih lambat dari terbenamnya matahari.

              Maklumat tentang Awal Puasa Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah

              Mengacu pada kriteria wujudul-hilal, maka perhitungan (hisab) dilakukan untuk mengetahui: pertama, kapan ijtimak bulan dan matahari terjadi, kedua, kapan waktu terbenam matahari di Yogyakarta pada hari terjadinya ijtimak tersebut, ketiga, di mana posisi bulan (tinggi bulan) pada saat terbenam matahari tersebut.

              Adapun hasil perhitungan (hisab) untuk awal bulan Ramadhan , Syawal, dan Zulhijah 1444 H adalah sebagai berikut.

              Menjelang awal bulan (tanggal 1) Ramadhan  1444 H ijtimak terjadi pada hari Rabu Pahing tanggal 30 Syakban 1444 H/22 Maret 2023 M pukul 00:25:41 WIB. Atau hari Selasa Legi 29 Syakban 1444 H/21 Maret 2023 M pukul 17:25:41 WU (Waktu Umum/GMT). Sedangkan matahari tenggelam di Yogyakarta pada hari Rabu Pahing 30 Syakban 1444 H/22 Maret 2023 M terjadi pada pukul 17:49:47 WIB. Jarak waktu antara terjadinya ijtimak dan terbenam matahari lebih dari 17 jam. Pada saat terbenam matahari hari Rabu Pahing 22 Maret 2023 M bulan masih di atas ufuk (belum terbenam) dengan tinggi +07° 57¢ 17². Oleh karena itu sejak terbenam matahari di Yogyakarta Rabu Pahing 22 Maret 2023 M bulan Syakban 1444 H sudah berakhir dan sejak itu masuk tanggal 1 Ramadan 1444 H dan konversinya ke dalam kalender Masehi adalah Kamis Pon 23 Maret 2023 M.

              Menjelang 1 Syawal 1444 H ijtimak terjadi pada hari Kamis Legi tanggal 29 Ramadhan  1444 H/20 April 2023 M pukul 11:15:06 WIB. ijtimak terjadi siang hari sebelum terbenam matahari di Yogyakarta pada hari itu yakni pukul 17:35:51 WIB. Pada saat terbenam matahari hari Kamis Legi 20 April 2023 M bulan masih di atas ufuk (belum terbenam) dengan tinggi +01° 47¢ 57². Dengan demikian, hari raya Idul Fitri akan jatuh pada hari Jumat Pahing 21 April 2023 M.

              Menjelang 1 Zulhijah 1444 H ijtimak terjadi pada hari Ahad Kliwon tanggal 29 Zulkaidah 1444 H/18 Juni 2023 M pukul 11:39:47 WIB. Sebelum waktu tenggelamnya matahari yang terjadi pukul 17:31:05 WIB. Pada saat terbenam matahari hari Ahad Kliwon 18 Juni 2023 M bulan masih di atas ufuk (belum terbenam) dengan tinggi +01° 00¢ 25².

              Oleh karena itu sejak terbenam matahari di Yogyakarta Ahad Kliwon 18 Juni 2023 M bulan Zulkaidah 1444 H sudah berkhir dan sejak itu masuk tanggal 1 Zulhijah 1444 H dan konversinya ke dalam kalender Masehi adalah  Senin Legi 19 Juni 2023 M. Dengan demikian, hari ‘Arafah akan jatuh pada hari Selasa Wage 27 Juni 2023 M. dan raya Idul Adha akan jatuh pada hari Rabu Kliwon 28 Juni 2023 M.

              Dengan ini, kemungkinan besar Muhammadiyah akan memulai puasa bersamaan dengan penganut IR Mabims, namun berbeda hari pada idul fitri dan idul adha. (isma)

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              The Last of Us episode 4

              Next Post

              PCIM Malaysia Rencanakan Pembelian Tanah untuk Rumah Dakwah

              InfoLain

              BeritaMu

              Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

              01/05/2026
              BeritaMu

              Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

              01/05/2026
              BeritaMu

              Menyemai Arah, Meneguhkan Kader: Dari Tebing Tinggi Menuju Dakwah Berkelanjutan

              30/04/2026
              Next Post
              Musywil ‘Aisyiyah Kalbar Sukses Tetapkan Ketua dan Sekretaris Baru

              Musywil ‘Aisyiyah Kalbar Sukses Tetapkan Ketua dan Sekretaris Baru

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Kasus Daycare: Pemulihan Anak Korban Kekerasan Perlu Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

                01/05/2026

                Mahasiswi UMPWR Raih Tiga Penghargaan di Ajang Internasional Kuala Lumpur

                01/05/2026

                Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

                01/05/2026

                Cetak Pemimpin Muda, SMP Mutu Plus Fokus pada Pendidikan Karakter Siswa di Taruna Melati I

                01/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (27,941)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,594)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Kasus Daycare: Pemulihan Anak Korban Kekerasan Perlu Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

                01/05/2026

                Mahasiswi UMPWR Raih Tiga Penghargaan di Ajang Internasional Kuala Lumpur

                01/05/2026

                Transformasi Dakwah Digital Perempuan, Dua Badan Strategis Aisyiyah Batang Resmi Dilantik

                01/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In