Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (LPPM UMJ) menindaklanjuti Pogram Matching Fund Kedai Reka 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan mengadakan workshop series dengan tema “Penguatan Profil Peneliti Sinta Versi 3: Bersiap untuk Hibah Kemdikbudristek 2023 dan Matching Fund Kedai Reka 2023″ secara daring. (21/12)
Kegiatan workshop ini dibuka oleh Wakil Rektor I, Dr. Muhammad Hadi, S.Kp., M.Kep. yang menyampaikan bahwa UMJ tengah bersiap untuk melangkah maju dan mencapai akreditasi unggul dengan mempersiapkan instrumen-instrumennya. Salah satu instrumen tersebut adalah banyak jurnal dosen UMJ yang sudah terakreditasi. Hadi berharap selanjutnya jurnal-jurnal tersebut bisa “naik kelas” dan bisa mendapatkan dana hibah dan dapat dimanfaatkan dengan baik. “Dalam proses kenaikkan kelas tersebut tentu banyak tantangan yang akan dihadapi oleh UMJ, yakni berkaitan dengan kualitas proposal untuk mendapatkan hibah dan pengalokasian dana hibah,” tutur Hadi.
Ketua LPPM UMJ, Prof. Tri Yuni Hendrawati sebagai narasumber pertama menyampaikan bahwa UMJ dalam hal ini tidak hanya akan menyiapkan dosen peneliti untuk pengajuan hibah tetapi juga untuk menyiapkan peningkatan kepangkatan dosen. “Ada 5 bidang fokus dan prioritas riset nasional berdasarkan Peraturan Presiden yaitu green economy, blue economy, digital economy, tourism, dan health independence,” jelas Tri Yuni.
Tri Yuni juga menyebutkan salah satu kriteria penilaian pada proposal Matching Fund adalah kontribusi anggota tim pelaksana pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU). Selanjutnya Yuni menerangkan tahap-tahap peningkatan profil dan penyiapan proposal melalui strategi-strategi riset secara detail.
Koordinator Penelitian LPPM UMJ Darto., SE., MM. sebagai narasumber kedua menjelaskan secara rinci terkait roadmap penelitian dosen. Roadmap penelitian tersebut dimulai dari mengumpulkan material bahan bacaan pada portal ilmiah Garuda, pelaksaan riset dan report di Bima, publikasi dan pemeriksaan kekayaan intelektual di DJKI, integritas akademik di Anjani hingga pengukuran riset di Sinta. Darto juga menjelaskan lebih jauh terkait Sinta sesuai kebijakan Kemdikbudristek.
Narasumber ketiga yaitu Sekretaris LPPM UMJ Dr.Lusi Andriyani, M.Si., menjelaskan lebih jauh soal proposal matching fund. Lusi menyampaikan tujuan dari macthing fund sendiri adalah untuk mendorong terjadinya kerjasama yang saling menguntungkan antara pihak perguruan tinggi dengan mitra. Kerjasama yang dimaksud khususnya dalam bentuk pemanfaatan hasil penelitian dan atau kepakaran yang dimiliki perguruan tinggi.
Pada kesempatan terakhir, Yuni menyampaikan harapan yang sama dengan Wakil Rektor agar jurnal-jurnal riset dapat naik kelas pada sinta 1 dan 2. Terlebih jika mendapat dana, baik dari Dikti ataupun dari internal UMJ agar dapat digunakan untuk meningkatkan profil dan peningkatan kepangkatan dosen.
Program Matching Fund Kedaireka adalah program pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi yang melibatkan insan perguruan tinggi dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) untuk bersama-sama terlibat dalam menjawab tantangan di dalam dunia industri serta membentuk ekosistem Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. (RN/KSU)
Artikel UMJ Adakan Workshop Persiapan Matching Fund Kedai Reka pertama kali tampil pada Universitas Muhammadiyah Jakarta.




