Puisi adalah seni tradisional yang sudah lama ada di Indonesia. Untuk itu harus tetap hadir di tengah budaya kontemporer. Salah satu cara mempertahankannya yaitu dengan menyelenggarakan Lomba Puisi. Hal ini disampaikan oleh Azmi Al Bahij, M.Si., Ketua Panitia Pelaksana Milad Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ke-67 , dalam pagelaran Lomba Puisi di Auditorium Fakultas Ilmu Pendidikan (8/12).
Azmi mengungkapkan bahwa tujuan lomba puisi untuk menghasilkan prestasi dengan melihat potensi, minat dan bakat mahasiswa, khususnya di bidang seni. Menurutnya menang dan kalah adalah wajar saja bagi peserta, yang jelas adalah kehadiran mentalitas dalam berkompetisi. “Untuk UMJ bahwa ini adalah lomba tingkat nasional, maka ada kontribusi positif buat institusi jika ada mahasiswa UMJ yang menang. Karena ini tidak hanya UMJ saja, tetapi juga kampus lain, jika layak menang, ya bagus. Adanya kampus lain tentu sebagai daya saing berkompetisi,” tambah Azmi.
Lomba puisi diikuti oleh 48 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan juri Wika Sofiana, M.Hum. dan Khaerunnisa, M.Pd. Melalui tema bebas, juri menilai empat kriteria, di antaranya penafsiran mengenai pemahaman isi puisi; penghayatan perihal ketepatan emosi, ekspresi, dan daya konsentrasi; vokal tentang artikulasi, penguasaan tempo, dan dinamika informasi; dan penampilan terkait totalitas penghayatan dan keutuhan penampilan.
Ahmad Ramdhani, peserta lomba puisi yang tergabung dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dari Universitas Nahdlatul Wathan Mataram di UMJ, mengaku sempat merasa tegang, namun bisa tampil dengan baik. “Sebelum tampil itu nervous, karena lihat dari peserta sebelumnya, Masha Allah kuat-kuat dan memiliki bakat tersendiri. Sesudah tampil, Alhamdulillah lega. Semoga ini menjadi pengalaman bermanfaat saya di UMJ dan jadi proses perjalanan sebagai mahasiswa. Saya juga siap menerima hasil dari juri, karena menang atau kalah itu biasa, semoga yang juara dapat terus mengembangkan bakat dan sukses,” tutur Ahmad.
Foto bersama di akhir agenda, di Auditorium Fakultas Ilmu Pendidikan UMJ, Kamis (8/12).
Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dan langsung ditentukan pemenang Lomba Puisi. Pemenang lomba ini adalah juara 1 Barra Luthfi Prasetya dari UMJ; juara 2 Ahmad Ramdhani dari Universitas Nahdlatul Wathan Mataram; dan juara 3 Fadli Ramadhani dari UMJ. Sebelumnya, diadakan juga lomba Tari Tradisional yang mana juara 1 dari UMJ, juara 2 dari Universitas Djuanda Bogor, dan juara 3 dari kolaborasi universitas PMM. (QF/KSU).
Artikel Puisi, Seni Tradisional di Tengah Budaya Kontemporer pertama kali tampil pada Universitas Muhammadiyah Jakarta.



