• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan WMIT dan AEEC Australia

    Orang Tua Mengeluh, Guru Pun Mulai Gelisah: Ada Apa dengan Anak-Anak Kita?

    Jangan Menunda Kebaikan, Dunia sebagai Ladang Akhirat

    Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

    Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

    Mubaligh Muhammadiyah Diajak Berdakwah dengan Strategi dan Etika Digital

    Sosiologi Ibn Khaldun: ‘Asabiyyah di Era Digital: Ketika Solidaritas Juga Bisa Memecah (3)

    Sosiologi Ibn Khaldun: ‘Asabiyyah di Era Digital: Ketika Solidaritas Juga Bisa Memecah (3)

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan WMIT dan AEEC Australia

      Orang Tua Mengeluh, Guru Pun Mulai Gelisah: Ada Apa dengan Anak-Anak Kita?

      Jangan Menunda Kebaikan, Dunia sebagai Ladang Akhirat

      Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

      Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

      Mubaligh Muhammadiyah Diajak Berdakwah dengan Strategi dan Etika Digital

      Sosiologi Ibn Khaldun: ‘Asabiyyah di Era Digital: Ketika Solidaritas Juga Bisa Memecah (3)

      Sosiologi Ibn Khaldun: ‘Asabiyyah di Era Digital: Ketika Solidaritas Juga Bisa Memecah (3)

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan WMIT dan AEEC Australia

          Orang Tua Mengeluh, Guru Pun Mulai Gelisah: Ada Apa dengan Anak-Anak Kita?

          Jangan Menunda Kebaikan, Dunia sebagai Ladang Akhirat

          Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

          Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

          Mubaligh Muhammadiyah Diajak Berdakwah dengan Strategi dan Etika Digital

          Sosiologi Ibn Khaldun: ‘Asabiyyah di Era Digital: Ketika Solidaritas Juga Bisa Memecah (3)

          Sosiologi Ibn Khaldun: ‘Asabiyyah di Era Digital: Ketika Solidaritas Juga Bisa Memecah (3)

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan WMIT dan AEEC Australia

            Orang Tua Mengeluh, Guru Pun Mulai Gelisah: Ada Apa dengan Anak-Anak Kita?

            Jangan Menunda Kebaikan, Dunia sebagai Ladang Akhirat

            Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

            Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

            Mubaligh Muhammadiyah Diajak Berdakwah dengan Strategi dan Etika Digital

            Sosiologi Ibn Khaldun: ‘Asabiyyah di Era Digital: Ketika Solidaritas Juga Bisa Memecah (3)

            Sosiologi Ibn Khaldun: ‘Asabiyyah di Era Digital: Ketika Solidaritas Juga Bisa Memecah (3)

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Merdeka Belajar ala KH Ahmad Dahlan

              by
              26/11/2022
              in BeritaMu
              0
              Merdeka Belajar ala KH Ahmad Dahlan
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Merdeka Belajar ala K.H Ahmad Dahlan

              WartaTerkait

              PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan WMIT dan AEEC Australia

              Orang Tua Mengeluh, Guru Pun Mulai Gelisah: Ada Apa dengan Anak-Anak Kita?

              Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

              Jangan Menunda Kebaikan, Dunia sebagai Ladang Akhirat

              oleh : Shaim Basyari, S.Pd

              Istilah “Merdeka Belajar” dideklarasikan secara resmi oleh Nadiem Makarim pada Desember 2019 silam.  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “merdeka” dapat diartikan dengan bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri. Merdeka juga dapat diartikan tidak terkena atau lepas dari tuntutan. Kemerdekaan merupakan hak asasi setiap manusia sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945, “kemerdekaan adalah hak atas segala bangsa..”.

              Kebebasan atau kemerdekaan bukan berarti kita dapat melakukan segala hal semaunya. Saat ini masih banyak masyarakat yang salah mengartikan istilah merdeka belajar. Kata merdeka diartikan kebebasan untuk melakukan apapun, bebas mau belajar atau tidak, bebas mau mengerjakan tugas atau tidak. Padahal esensi merdeka belajar sesungguhnya bukanlah demikian. Merdeka belajar dicetuskan sebagai langkah agar sekolah dapat menjadi tempat bagi peserta didik mendalami minat dan bakatnya masing-masing.

              Merdeka Belajar sendiri sebenarnya bukan sesuatu yang baru di dunia Pendidikan kita. Bahkan konsep ini sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Kita dapat melihat filosofi merdeka belajar ini pada salah satu tokoh pendidikan nasional sekaligus pendiri Muhammadiyah, K.H Ahmad Dahlan.

              Merdeka sebagai Guru

              Pada tahun 1912, sistem pendidikan yang berkembang di Indonesia adalah pendidikan pesantren dan pendidikan Barat. Metode pembelajaran yang dipergunakan di lembaga pendidikan pesantren kala itu masih menggunakan metode sorogan, yaitu Kiai (Guru) membacakan teks dalam kitab (buku), memberikan artinya dengan bahasa daerah masing-masing dan santri (peserta didik) dengan tekun mendengarkan apa yang dibaca Kiai tersebut.

              Sebagai seorang guru, K.H Ahmad Dahlan melakukan pembaharuan metode pembelajaran. Hal ini tergambar pada percakapan antara K.H Ahmad Dahlan dengan peserta didiknya. “Pengajian sudah selesai pak Kiai?”.  “ Saya menunggu kalian (Jazuli, Danil, Muhammad Sangidu)” jawab K.H. Ahmad Dahlan. Kemudian, ketiganya bertanya, “ Kira-kira kita mau ngaji apa pak Kiai?”. “Kalian maunya ngaji apa?” jawab K.H Ahmad Dahlan. “Biasanya kalau pengajian itu, pembahasannya dari gurunya pak Kiai”. Jawab Jazuli kepada K.H Ahmad Dahlan. “ Nanti yang pintar hanya guru ngajinya, muridnya hanya mengikuti gurunya. Pengajian disini, kalian yang menentukan. Mulai dari bertanya”. Dari cerita ini, kita dapat menyimpulkan bahwa K.H Ahmad Dahlan melakukan pembaharuan metode pengajaran berupa tanya-jawab yang jarang dilakukan pada masa itu.

              Berdasarkan cerita itu pula, kita dapat memahami bahwa kemerdekaan guru dapat diartikan sebagai kemerdekaan guru dalam berpikir, tidak bergantung dan terpenjara pada satu pemikiran. Guru harus mampu berinovasi, merancang bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan menarik. Memikirkan solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul, memikirkan metode dan pendekatan yang tepat dalam proses pembelajaran, memikirkan strategi pembelajaran yang baik, penilaian yang tepat serta memikirkan output peserta didiknya agar sesuai dengan yang diharapkan baik dari segi sikap, pengetahuan dan ketrampilan.

              Merdeka sebagai Peserta Didik

              Peserta didik yang merdeka adalah mereka yang belajar tanpa paksaan. Memahami bahwa belajar diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Pada masa itu, pandangan umat Islam tradisionalis terlalu menitikberaktkan pendidikan pada aspek spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Menurut K.H Ahmad Dahlan, sikap ini mengakibatkan kelumpuhan atau bahkan kemunduran di dunia Islam, sementara kelompok lain telah mengalami kemajuan dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi.

              Dalam konsep pendidikan K.H Ahmad Dahlan, target yang paling penting dalam tujuan pendidikan itu sendiri adalah kepribadian (sikap). Selain itu, K.H. Ahmad Dahlan juga berpandangan bahwa pendidikan harus membekali siswa dengan pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk kemajuan materiil (ekonomi). Oleh karena itu, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dimana siswa atau peserta didik tersebut berada.

              Dalam konteks pendidikan zaman now, merdeka sebagai peserta didik ditandai juga dengan konten pembelajaran yang dipersingkat menjadi materi esensial dan lebih menekankan pada kebermaknaan pembelajaran. Peserta didik diajak untuk menemukan pemecahan masalah dari persoalan yang ada di sekelilingnya.

              Merdeka sebagai Manusia

              Puncak merdeka belajar itu sendiri adalah menjadi manusia yang merdeka. Manusia yang merdeka adalah manusia yang berkemajuan. Dalam konteks merdeka belajar, baik guru maupun peserta didik harus menjadi manusia yang berani. Berani berinovasi, berani mencoba tanpa takut salah. Keberanian berinovasi tentu harus didasari dengan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, manusia harus selalu belajar.

              Muhammadiyah, sebagai organisasi besutan K.H Ahmad Dahlan juga telah mendeklarasikan konsep pendidikan Islam berkemajuan. Pendidikan Islam berkemajuan merupakan pendidikan Islam yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan agama. Pendidikan Islam berkemajuan juga memberikan kebebasan untuk setiap individu baik laki-laki maupun perempuan untuk berkembang dan memanfaatkan potensi diri serta menekankan pada keseimbangan pendidikan yang diperoleh peserta didik dengan lebih menitikberaktkan pada pembinaan moralitas untuk awal pembentukan kepribadian yang sempurna (insan kamil) dan menjadi individu yang rahmatan lil ‘alamin.

              The post Merdeka Belajar ala KH Ahmad Dahlan appeared first on Suara Muhammadiyah.

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Dukung Program HW PAUD, Ini Respon Ketua PDA Jepara

              Next Post

              Hari Guru, Ajak Siswa Peduli Bencana Cianjur

              InfoLain

              BeritaMu

              PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan WMIT dan AEEC Australia

              14/10/2026
              BeritaMu

              Orang Tua Mengeluh, Guru Pun Mulai Gelisah: Ada Apa dengan Anak-Anak Kita?

              14/10/2026
              Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah
              BeritaMu

              Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

              14/10/2026
              Next Post

              Haji Wright

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan WMIT dan AEEC Australia

                14/10/2026

                Orang Tua Mengeluh, Guru Pun Mulai Gelisah: Ada Apa dengan Anak-Anak Kita?

                14/10/2026

                Jangan Menunda Kebaikan, Dunia sebagai Ladang Akhirat

                14/10/2026
                Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

                Perang Saudi – Houthi dan Keselamatan Jamaah Umrah

                14/10/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,810)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,321)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan WMIT dan AEEC Australia

                14/10/2026

                Orang Tua Mengeluh, Guru Pun Mulai Gelisah: Ada Apa dengan Anak-Anak Kita?

                14/10/2026

                Jangan Menunda Kebaikan, Dunia sebagai Ladang Akhirat

                14/10/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In