WARTAPTM.ID, MAKASSAR – Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Nasrulhaq, meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) dari University of Palermo, Italia, pada 2026. Capaian tersebut menjadikannya dosen sekaligus alumnus pertama Unismuh yang menyelesaikan pendidikan doktor di perguruan tinggi Eropa.
Dalam disertasinya, Nasrulhaq mengkaji keberlanjutan kebijakan transportasi perkotaan dengan mengambil studi kasus di Palermo, Italia. Penelitian itu menyoroti pentingnya penegakan aturan, kapasitas kepolisian kota, kolaborasi antarlembaga, serta dukungan politik pemerintah dalam mewujudkan sistem mobilitas yang berkelanjutan.
Nasrulhaq menyelesaikan studi melalui Doctoral Program in Model-Based Public Planning, Policy Design and Management. Program tersebut melibatkan kolaborasi akademik University of Palermo, Italia, University of Bergen, Norwegia, dan Radboud University, Belanda. Bidang kajiannya berfokus pada desain kebijakan dan perencanaan publik.
Disertasi berjudul “Sustainability of Sustainable Mobility Policies through Enhancing Performance of Municipal Police and Local Stakeholders: Applying Dynamic Performance Management and Governance in the Palermo Case” itu berangkat dari persoalan penerapan kebijakan mobilitas perkotaan di Palermo.
Sejak 2020, Pemerintah Kota Palermo mengadopsi konsep Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP) yang dikembangkan Komisi Eropa. Kebijakan tersebut bertujuan membangun sistem transportasi yang lebih tertib, ramah lingkungan, serta memberikan ruang yang lebih aman bagi pejalan kaki.
Namun, pelanggaran parkir dan penggunaan kendaraan pribadi di kawasan pejalan kaki maupun zona lalu lintas terbatas masih menjadi tantangan. Di sisi lain, kepolisian kota menghadapi beban pengawasan yang tidak sebanding dengan kapasitas personel.
Melalui pengamatan lapangan dan wawancara dengan sejumlah pemangku kepentingan, Nasrulhaq menganalisis hubungan antara kinerja petugas, kapasitas organisasi, kebijakan pemerintah, dan perilaku masyarakat. Ia menggunakan pendekatan Dynamic Performance Management (DPM) dan Dynamic Performance Governance (DPG) berbasis metode system dynamics untuk memetakan keterkaitan berbagai faktor tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan patroli, pemanfaatan kamera pengawas lalu lintas, dan konsistensi pemberian sanksi diperlukan untuk mengendalikan pelanggaran. Meski demikian, penegakan hukum tidak cukup jika tidak disertai pendidikan publik, penyediaan infrastruktur, dan keterlibatan berbagai pihak.
Nasrulhaq menekankan bahwa keberlanjutan kebijakan mobilitas perkotaan membutuhkan langkah penanganan dan pencegahan yang berjalan beriringan.
“Untuk mencapai mobilitas perkotaan berkelanjutan, semua sektor harus bergerak secara simultan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).
Ia juga menilai komitmen politik wali kota dan lembaga legislatif berperan penting dalam memastikan kebijakan berjalan konsisten. Dukungan tersebut diperlukan, terutama dalam penganggaran, penegakan aturan, pendidikan masyarakat, dan pengembangan infrastruktur.
Riset Didukung Program Uni Eropa
Penelitian doktoral Nasrulhaq mendapat dukungan pendanaan melalui Programma Operativo Nazionale (PON) Ricerca e Innovazione, program yang didanai bersama oleh Uni Eropa dan Pemerintah Italia. Salah satu orientasinya ialah mendukung pengembangan riset di bidang lingkungan dan inovasi.
Kajian tersebut berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Penelitian ini juga relevan dengan penguatan tata kelola kelembagaan publik sebagaimana tercermin dalam SDG 16.
Temuan Nasrulhaq dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pemerintah daerah di Indonesia yang menghadapi persoalan serupa, seperti parkir liar, pelanggaran kawasan pejalan kaki, dan keterbatasan kapasitas pengawasan. Namun, penerapannya tetap perlu mempertimbangkan kondisi sosial, kelembagaan, dan kebijakan di setiap daerah.
Capaian akademik tersebut melanjutkan perjalanan pendidikan Nasrulhaq yang dimulai dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Unismuh Makassar. Ia kemudian menempuh pendidikan magister pada Program Studi Manajemen dan Kebijakan Publik FISIP Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Pada 2022, Nasrulhaq memulai pendidikan doktor di University of Palermo. Selama masa studi, ia juga mengikuti program visiting student di University of Bergen pada 2022 dan Radboud University pada 2023. Pada 2024, ia mengikuti kursus singkat di University of Baltimore, Amerika Serikat.
Ia turut memperluas jejaring akademik melalui forum internasional, antara lain Annual Conference of the European Group for Public Administration di Lisbon, Portugal, pada 2022 dan di Athena, Yunani, pada 2024.
Pengalaman tersebut memperkuat bidang keilmuannya dalam administrasi publik, desain kebijakan, dan tata kelola pemerintahan. Sebagai Wakil Dekan I FISIP Unismuh Makassar, Nasrulhaq juga mendorong perluasan kerja sama internasional untuk mendukung pengembangan akademik dan kelembagaan.
Keberhasilan menyelesaikan studi doktor di Italia menambah sumber daya akademik Unismuh Makassar, sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah dalam pengembangan kajian kebijakan publik yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat.
The post Dosen Unismuh Makassar Raih Gelar Doktor dari University of Palermo Italia appeared first on Warta PTM.



