PWMJATENG.COM, SEMARANG — Kebutuhan tenaga medis yang tanggap dalam kondisi darurat mendorong dunia pendidikan bergerak cepat. Demi mencetak lulusan siap kerja, sebanyak 159 calon perawat dari Universitas Muhammadiyah Semarang memperkuat kemampuan klinis mereka melalui pelatihan BTCLS 118.
Program Studi Pendidikan Profesi Ners FIKKES UNIMUS menggelar agenda strategis ini selama lima hari, 26–30 Oktober 2026. Pelatihan intensif tersebut bertujuan membekali para calon perawat agar mampu menangani kasus trauma serta kegawatdaruratan jantung secara terstandar.
Ketua Prodi Pendidikan Profesi Ners FIKKES UNIMUS, Dr. Ns. Mariyam, S.Kep., M.Kep., Sp.An., menegaskan pentingnya pembekalan ini. Menurutnya, sertifikasi medis tingkat lanjut telah menjadi syarat utama rekrutmen tenaga kesehatan di berbagai rumah sakit.
“Kami berkomitmen mempersiapkan mahasiswa agar tidak sekadar lulus secara akademik. Lewat pelatihan BTCLS 118, lulusan UNIMUS hadir sebagai perawat profesional yang siap kerja dan tanggap menghadapi situasi kritis,” ujar Mariyam di Semarang, Senin (26/10/2026).
Ia menambahkan bahwa dalam kondisi darurat, setiap detik sangat berharga bagi keselamatan pasien. Oleh karena itu, perawat harus berpikir cepat, mengambil keputusan tepat, dan bertindak sesuai standar operasional.
Etika Profesi dan Kesiapan Kerja Perawat
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPK PPNI UNIMUS, Dr. Chanif, menekankan pentingnya penguasaan etika profesi. Ia menyebutkan bahwa keberadaan organisasi profesi bertugas mengawal integritas serta profesionalisme calon perawat di lapangan.
Sebagai salah satu komisariat PPNI terbesar di Kota Semarang, DPK PPNI UNIMUS terus mendorong para lulusan agar cepat beradaptasi. Penguasaan keterampilan klinis yang mumpuni harus selalu beriringan dengan tanggung jawab moral.
“Menjadi perawat profesional tidak cukup hanya mengandalkan gelar akademik. Investasi kompetensi melalui pelatihan BTCLS 118 ini menjadi modal besar untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks,” kata Chanif.
Simulasi Praktis Penanganan Pasien Kritis
Sementara itu, perwakilan tim instruktur 118, Ns. IPW. Agung Susila, S.Kep., M.Kep., menjelaskan fokus materi pelatihan. Seluruh peserta mendapatkan pembekalan teori, praktik simulasi klinis, hingga manajemen bantuan hidup dasar.
Agung menilai kemampuan menghadapi situasi kritis tidak cukup dipelajari dari buku teks semata. Pembiasaan pengambilan keputusan klinis secara cepat dan terukur menjadi kunci utama keselamatan pasien.
“Melalui pelatihan BTCLS 118, kami melatih peserta agar tidak panik saat menghadapi pasien kritis. Tim instruktur memberikan pembekalan seimbang antara teori, keterampilan teknis, dan sikap profesional,” tegas Agung.
Rangkaian pelatihan intensif ini resmi berakhir pada Jumat (30/10/2026) setelah seluruh sesi evaluasi kompetensi mandiri dilaksanakan. Melalui program ini, UNIMUS membuktikan komitmennya dalam menyalurkan sumber daya manusia keperawatan yang unggul, tangguh, dan berdaya saing tinggi di dunia kerja.
Kontributor: Prima Trisna Aji
Editor: Akmal
The post Cetak Lulusan Siap Kerja, 159 Calon Perawat UNIMUS Perkuat Kompetensi Lewat Pelatihan BTCLS 118 appeared first on Muhammadiyah Jateng.



