• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Langkah Penting Layani Pasien JKN, RS UMS AR Fachrudin Gelar Kredensialing BPJS Kesehatan

    Sambut Hari Santri 2026, MI Muhammadiyah Al Tanbih Kudus Gelar Apel Bersama

    Selamat Hari Santri 2026: Jangan Berhenti pada Jargon

    Berlangsung Khidmat dan Serentak, Ponpes Darul Arqom Patean Gelar Upacara Hari Santri Nasional 2026

    Santri Masa Kini, Penjaga Nilai Islam dan Penggerak Kemajuan Bangsa

    KPK tetapkan 15 desa di Aceh sebagai percontohan antikorupsi

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Langkah Penting Layani Pasien JKN, RS UMS AR Fachrudin Gelar Kredensialing BPJS Kesehatan

      Sambut Hari Santri 2026, MI Muhammadiyah Al Tanbih Kudus Gelar Apel Bersama

      Selamat Hari Santri 2026: Jangan Berhenti pada Jargon

      Berlangsung Khidmat dan Serentak, Ponpes Darul Arqom Patean Gelar Upacara Hari Santri Nasional 2026

      Santri Masa Kini, Penjaga Nilai Islam dan Penggerak Kemajuan Bangsa

      KPK tetapkan 15 desa di Aceh sebagai percontohan antikorupsi

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Langkah Penting Layani Pasien JKN, RS UMS AR Fachrudin Gelar Kredensialing BPJS Kesehatan

          Sambut Hari Santri 2026, MI Muhammadiyah Al Tanbih Kudus Gelar Apel Bersama

          Selamat Hari Santri 2026: Jangan Berhenti pada Jargon

          Berlangsung Khidmat dan Serentak, Ponpes Darul Arqom Patean Gelar Upacara Hari Santri Nasional 2026

          Santri Masa Kini, Penjaga Nilai Islam dan Penggerak Kemajuan Bangsa

          KPK tetapkan 15 desa di Aceh sebagai percontohan antikorupsi

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Langkah Penting Layani Pasien JKN, RS UMS AR Fachrudin Gelar Kredensialing BPJS Kesehatan

            Sambut Hari Santri 2026, MI Muhammadiyah Al Tanbih Kudus Gelar Apel Bersama

            Selamat Hari Santri 2026: Jangan Berhenti pada Jargon

            Berlangsung Khidmat dan Serentak, Ponpes Darul Arqom Patean Gelar Upacara Hari Santri Nasional 2026

            Santri Masa Kini, Penjaga Nilai Islam dan Penggerak Kemajuan Bangsa

            KPK tetapkan 15 desa di Aceh sebagai percontohan antikorupsi

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Santri Masa Kini, Penjaga Nilai Islam dan Penggerak Kemajuan Bangsa

              admin by admin
              23/10/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Merawat Tradisi, Mengembangkan Inovasi, Mengabdi untuk Negeri

              Santri bukan sekadar penjaga warisan masa lalu. Santri merupakan generasi penerus yang bertanggung jawab menghadirkan nilai-nilai Islam sebagai kekuatan untuk membangun masa depan.

              WartaTerkait

              Langkah Penting Layani Pasien JKN, RS UMS AR Fachrudin Gelar Kredensialing BPJS Kesehatan

              Sambut Hari Santri 2026, MI Muhammadiyah Al Tanbih Kudus Gelar Apel Bersama

              Selamat Hari Santri 2026: Jangan Berhenti pada Jargon

              Berlangsung Khidmat dan Serentak, Ponpes Darul Arqom Patean Gelar Upacara Hari Santri Nasional 2026

              Pesantren bukan sekadar tempat untuk belajar membaca kitab, menghafal Al-Qur’an, atau mendalami ilmu agama. Pesantren merupakan ruang pembentukan manusia, tempat iman ditanamkan, akhlak dibiasakan, ilmu dikembangkan, dan pengabdian ditumbuhkan.

              Dari lingkungan pesantren, lahir generasi yang tidak hanya memahami agama, tetapi juga ditempa untuk hidup sederhana, menghargai ilmu, menghormati guru, menjaga kedisiplinan, dan mengutamakan kemanfaatan bagi sesama.

              Sepanjang sejarah Islam di Nusantara, pesantren, surau, dan dayah menjadi bagian penting dalam perkembangan pendidikan serta kehidupan masyarakat. Para ulama dan santri berperan dalam menyebarkan Islam, mendidik masyarakat, memelihara tradisi keilmuan, serta mengambil bagian dalam perjuangan bangsa.

              Kiprah tersebut mengajarkan satu hal penting: ilmu yang dipelajari dengan sungguh-sungguh harus melahirkan tanggung jawab terhadap kehidupan.

              Kini, ketika dunia bergerak semakin cepat, warisan tersebut perlu dilanjutkan dengan semangat yang sama melalui bentuk perjuangan yang sesuai dengan tantangan zaman.

              Santri Masa Lalu: Berjuang dengan Ilmu dan Pengabdian

              Sejarah mencatat bahwa sebagian ulama dan santri turut berperan dalam perjuangan melawan kolonialisme dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satu momentum penting adalah Resolusi Jihad yang dikeluarkan Nahdlatul Ulama (NU) pada 22 Oktober 1945, yang menjadi bagian dari dinamika perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

              Perjuangan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari perjuangan berbagai elemen bangsa yang memiliki cita-cita bersama untuk menjaga kemerdekaan.

              Di tengah keterbatasan zaman, para ulama dan santri membangun kekuatan melalui pendidikan, dakwah, solidaritas masyarakat, serta keberanian membela kebenaran.

              Mereka menunjukkan bahwa perjuangan tidak selalu dimulai dengan kekuatan besar. Perjuangan dapat dimulai dari majelis ilmu, ruang belajar sederhana, dan keteguhan dalam memegang prinsip.

              Semangat itulah yang seharusnya diwarisi oleh generasi santri saat ini.

              Jika dahulu para pendahulu berjuang menghadapi penjajahan, santri masa kini menghadapi tantangan yang tidak kalah penting, seperti kebodohan, kemiskinan, ketimpangan sosial, krisis moral, penyebaran informasi palsu, dan penyalahgunaan teknologi.

              Bentuk perjuangannya boleh berubah, tetapi nilai dasarnya tetap sama: keberanian, ilmu, integritas, dan pengabdian.

              Santri Masa Kini: Jangan Berhenti pada Kebanggaan Sejarah

              Menghormati sejarah merupakan kewajiban moral. Namun, membanggakan masa lalu saja tidak cukup. Sejarah yang mulia harus menjadi energi untuk menghasilkan karya pada masa kini.

              Santri masa kini perlu memiliki kedalaman ilmu agama sekaligus keluasan wawasan. Mereka perlu menguasai bahasa, sains, teknologi, keterampilan komunikasi, kemampuan berpikir kritis, serta kompetensi profesional sesuai bidangnya.

              Al-Qur’an memberikan landasan yang kuat bagi semangat keilmuan ini. Allah Swt. berfirman:

              اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

              “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”

              (QS. Al-‘Alaq: 1)

              Wahyu pertama ini mengingatkan bahwa membaca, belajar, dan mengembangkan pengetahuan merupakan bagian penting dari kehidupan seorang Muslim.

              Ilmu tidak seharusnya berhenti pada penguasaan informasi, tetapi perlu menjadi sarana untuk memahami kehidupan dan memperbaikinya.

              Santri yang berkemajuan bukanlah santri yang meninggalkan kitab-kitab klasik demi teknologi. Sebaliknya, mereka mempelajari warisan keilmuan Islam secara mendalam, kemudian mengembangkan kemampuan untuk menjawab persoalan masyarakat modern.

              Santri harus mampu membaca kitab sekaligus membaca realitas, memahami dalil sekaligus memahami konteks, serta menjaga tradisi tanpa takut terhadap inovasi yang bermanfaat.

              Ilmu Harus Melahirkan Kemanfaatan

              Dalam Islam, kemuliaan ilmu tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab moral. Allah Swt. berfirman:

              يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

              “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

              (QS. Al-Mujadilah: 11)

              Ayat ini mengingatkan bahwa ilmu memiliki kedudukan yang mulia. Namun, kemuliaan tersebut bukan alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain.

              Semakin luas ilmu seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk berlaku jujur, adil, rendah hati, dan bermanfaat.

              Rasulullah saw. juga bersabda:

              مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

              “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”

              (HR. Muslim, no. 2699)

              Hadis ini menegaskan keutamaan perjalanan menuntut ilmu. Bagi santri, belajar bukan sekadar kewajiban selama berada di pesantren. Belajar merupakan perjalanan panjang yang harus terus dilanjutkan sepanjang kehidupan.

              Ilmu agama perlu diperdalam, pengetahuan umum perlu dikembangkan, keterampilan harus dilatih, dan pengalaman harus dievaluasi. Semua itu dilakukan dengan niat yang baik dan cara yang bertanggung jawab.

              Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan orang yang pandai berbicara tentang kebaikan, tetapi juga orang yang mampu mewujudkannya melalui tindakan nyata.

              Tujuh Kiprah Santri untuk Membangun Peradaban Berkemajuan

              Ada tujuh kiprah yang dapat dilakukan santri untuk mengambil bagian dalam membangun peradaban yang berkemajuan.

              Pertama, menjadi penjaga tradisi keilmuan. Santri harus mencintai ilmu, menghormati ulama, memahami sumber ajaran Islam, serta membangun budaya membaca, menulis, berdiskusi, dan meneliti.

              Kedua, menjadi penggerak pendidikan. Santri perlu mengambil bagian dalam mencerdaskan masyarakat, membantu generasi muda memperoleh pendidikan yang bermutu, dan menghadirkan pembelajaran yang mencerahkan.

              Ketiga, menjadi pelopor literasi digital. Di tengah derasnya arus informasi, santri harus mampu memeriksa kebenaran berita, menjaga etika komunikasi, serta menyebarkan dakwah yang bersumber jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

              Keempat, membangun kemandirian ekonomi. Santri perlu mengembangkan keterampilan usaha, memahami pengelolaan keuangan, menciptakan produk yang bermanfaat, dan membuka peluang kerja bagi masyarakat.

              Kelima, menegakkan moral dan keadilan. Integritas harus tercermin dalam kejujuran, kedisiplinan, sikap amanah, penolakan terhadap korupsi, serta keberanian membela hak orang lain melalui cara yang benar.

              Keenam, memperkuat persatuan bangsa. Santri harus mampu membangun kerja sama, menghargai perbedaan, serta menghadirkan Islam sebagai sumber kedamaian dan kemaslahatan dalam kehidupan bersama.

              Ketujuh, merawat bumi dan lingkungan. Menjaga kebersihan, mengelola sampah, menghemat air, dan mengembangkan lingkungan pesantren yang sehat merupakan bagian dari tanggung jawab manusia dalam memakmurkan bumi.

              Allah Swt. berfirman:

              هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا

              “Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya.”

              (QS. Hud: 61)

              Ayat tersebut memberikan landasan refleksi bahwa kehidupan manusia tidak boleh hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya, tetapi juga harus disertai tanggung jawab untuk membangun dan memelihara kehidupan.

              Ketujuh peran tersebut menunjukkan bahwa ruang pengabdian santri sangat luas. Santri dapat berkontribusi melalui profesi apa pun yang dijalani, selama ilmu dan keterampilannya digunakan secara benar serta membawa manfaat.

              Peradaban Berkemajuan Dimulai dari Perubahan Diri

              Sering kali kita membicarakan kemajuan dalam skala besar, mulai dari kemajuan bangsa, pembangunan ekonomi, kecanggihan teknologi, hingga kualitas pendidikan. Namun, perubahan besar tidak dapat dilepaskan dari perubahan perilaku manusia.

              Allah Swt. berfirman:

              إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

              “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.”

              (QS. Ar-Ra‘d: 11)

              Pesan ayat ini relevan bagi kehidupan santri. Peradaban yang maju tidak akan lahir dari kebiasaan menunda pekerjaan, budaya asal-asalan, ketidakjujuran, atau sikap merasa cukup dengan kemampuan yang dimiliki.

              Kemajuan harus dimulai dari hal-hal mendasar, seperti disiplin dalam belajar, jujur dalam ujian, bersungguh-sungguh dalam bekerja, menjaga kebersihan, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab terhadap amanah.

              Pesantren yang ingin maju perlu membangun budaya mutu. Guru perlu terus meningkatkan kompetensi, santri perlu meningkatkan kesungguhan belajar, pengelola lembaga perlu memperbaiki tata kelola, dan alumni perlu memperluas kontribusi kepada masyarakat.

              Semua pihak harus bersedia melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.

              Kemajuan bukan sekadar slogan yang diucapkan dalam pidato, melainkan hasil dari kebiasaan baik yang dikerjakan secara konsisten.

              Dari Santri untuk Umat dan Bangsa

              Peradaban yang berkemajuan tidak dibangun oleh satu kelompok saja. Peradaban membutuhkan kerja sama antara ulama, pendidik, ilmuwan, pengusaha, pemimpin, pemerintah, dan masyarakat.

              Al-Qur’an memberikan pedoman:

              وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ

              “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”

              (QS. Al-Ma’idah: 2)

              Pesan ini mengingatkan bahwa kolaborasi merupakan kekuatan penting dalam mewujudkan kebaikan.

              Pesantren perlu membuka ruang kerja sama dengan perguruan tinggi, sekolah, lembaga sosial, dunia usaha, dan komunitas profesional.

              Santri juga perlu belajar menghargai keahlian orang lain. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan hanya dengan satu pendekatan. Persoalan kesehatan membutuhkan ilmu kesehatan, persoalan ekonomi membutuhkan kompetensi ekonomi, dan persoalan teknologi membutuhkan pemahaman teknis.

              Dalam hal ini, nilai-nilai agama dapat menjadi pedoman moral yang mengarahkan seluruh keahlian tersebut agar digunakan secara bertanggung jawab.

              Dengan keterbukaan, kerja sama, dan integritas, santri dapat berperan lebih luas dalam pembangunan bangsa tanpa kehilangan identitas keislamannya.

              Santri yang Ditunggu Zaman

              Dunia tidak hanya membutuhkan santri yang mampu menjelaskan masa lalu dengan baik. Dunia membutuhkan santri yang mampu menjawab tantangan masa kini dan mempersiapkan masa depan.

              Dunia membutuhkan santri yang kuat imannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, mandiri hidupnya, dan nyata pengabdiannya.

              Santri diharapkan tidak berhenti pada hafalan, tetapi terus memperdalam pemahaman. Tidak berhenti pada wacana, tetapi menghasilkan karya. Tidak hanya bangga terhadap sejarah, tetapi juga bersedia memikul tanggung jawab untuk melanjutkannya.

              Sebab, kejayaan sebuah peradaban tidak hanya ditentukan oleh kemuliaan warisan yang dimiliki, tetapi juga oleh kesungguhan generasi penerus dalam mengembangkan warisan tersebut.

              Merawat tradisi adalah kewajiban. Mengembangkan inovasi adalah kebutuhan. Mengabdi kepada umat dan bangsa adalah panggilan.

              Dari pesantren, santri belajar mengenal Allah, memahami ilmu, membentuk akhlak, dan mengembangkan tanggung jawab. Dari bekal itulah diharapkan lahir generasi yang mampu menghadirkan Islam sebagai kekuatan ilmu, kemanusiaan, keadilan, dan kemajuan.

              Santri bukan hanya bagian dari sejarah peradaban. Santri adalah bagian dari masa depan yang sedang dibangun.


              Referensi:

              1. Al-Qur’an: QS. Al-‘Alaq: 1; QS. Al-Mujadilah: 11; QS. Hud: 61; QS. Ar-Ra‘d: 11; dan QS. Al-Ma’idah: 2.
              2. Muslim ibn al-Hajjaj. Sahih Muslim, hadis no. 2699. Lihat hadis.
              3. Dhofier, Zamakhsyari. (2011). Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia. Jakarta: LP3ES.
              4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
              5. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.

              Editor: Al-Afasy

              The post Santri Masa Kini, Penjaga Nilai Islam dan Penggerak Kemajuan Bangsa appeared first on Muhammadiyah Jateng.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              KPK tetapkan 15 desa di Aceh sebagai percontohan antikorupsi

              Next Post

              Selamat Hari Santri 2026: Jangan Berhenti pada Jargon

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Langkah Penting Layani Pasien JKN, RS UMS AR Fachrudin Gelar Kredensialing BPJS Kesehatan

              23/10/2026
              BeritaMu

              Sambut Hari Santri 2026, MI Muhammadiyah Al Tanbih Kudus Gelar Apel Bersama

              23/10/2026
              BeritaMu

              Selamat Hari Santri 2026: Jangan Berhenti pada Jargon

              23/10/2026
              Next Post

              Selamat Hari Santri 2026: Jangan Berhenti pada Jargon

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Sambut Hari Santri 2026, MI Muhammadiyah Al Tanbih Kudus Gelar Apel Bersama

                23/10/2026

                Langkah Penting Layani Pasien JKN, RS UMS AR Fachrudin Gelar Kredensialing BPJS Kesehatan

                23/10/2026

                Berlangsung Khidmat dan Serentak, Ponpes Darul Arqom Patean Gelar Upacara Hari Santri Nasional 2026

                23/10/2026

                Selamat Hari Santri 2026: Jangan Berhenti pada Jargon

                23/10/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,927)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,345)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Sambut Hari Santri 2026, MI Muhammadiyah Al Tanbih Kudus Gelar Apel Bersama

                23/10/2026

                Langkah Penting Layani Pasien JKN, RS UMS AR Fachrudin Gelar Kredensialing BPJS Kesehatan

                23/10/2026

                Berlangsung Khidmat dan Serentak, Ponpes Darul Arqom Patean Gelar Upacara Hari Santri Nasional 2026

                23/10/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In