WARTAPTM.ID, NTT — Brigadir Relawan Mahasiswa Tanggap Bencana Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Bramasgana Umsida) melakukan pendampingan psikososial kepada anak-anak dan memantau kondisi pendidikan warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Kamis (8/10/2026), tim telah bergerak dari Reo, Kabupaten Manggarai, menuju Pota dan Dusun Ronting, Kabupaten Manggarai Timur.
Selama berada di wilayah terdampak, relawan menemukan rumah warga mengalami kerusakan sedang hingga berat. Sejumlah warga masih bertahan di tenda pengungsian karena khawatir terhadap gempa susulan. Kondisi tersebut juga memengaruhi aktivitas harian dan proses belajar anak-anak.
Ketua Bramasgana Umsida, Tatan Rackhen Ariaseta, mengatakan tim tiba di Reo sekitar pukul 02.00 WITA pada Sabtu (3/10/2026). Saat itu, warga masih merasakan gempa susulan.
“Pada malam tersebut masih terjadi gempa dengan kekuatan sekitar 6,0 M,” ujar Tatan.
Pada Ahad (4/10/2026), tim meninjau sejumlah wilayah terdampak, termasuk Desa Waso yang menurut informasi tim berada sekitar delapan kilometer dari titik gempa. Relawan mendapati sebagian warga masih takut beraktivitas di dalam rumah karena trauma dan kekhawatiran terhadap gempa susulan.
“Berdasarkan cerita warga, rasa trauma dan takut masih muncul ketika mereka hendak kembali beraktivitas di dalam rumah,” terang Tatan.
Di tengah kondisi tersebut, Bramasgana mengadakan kegiatan psikososial bersama anak-anak melalui permainan dan aktivitas kelompok. Kegiatan serupa dilanjutkan setelah tim berpindah ke Pota pada Selasa (6/10/2026), termasuk melalui kunjungan ke SD Inpres Logo dan sekolah dasar lainnya.
Pendampingan itu menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan ruang interaksi bagi anak-anak di tengah situasi pascabencana. Di sejumlah lokasi, area yang sebelumnya digunakan untuk bermain juga telah dimanfaatkan sebagai tempat tinggal sementara warga.
Pada Rabu (7/10/2026), tim Bramasgana Umsida dijemput MDMC Jawa Timur untuk menuju Dusun Ronting, Manggarai Timur. Di lokasi tersebut, relawan mendapati warga masih menempati sejumlah tempat pengungsian di tanah lapang. Kerusakan juga terjadi pada berbagai bangunan, termasuk rumah warga, masjid, sekolah, dan toko.
Dalam koordinasi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) setempat pada Kamis (8/10/2026), tim memperoleh informasi bahwa sejumlah sekolah darurat mulai didirikan. Namun, pelaksanaan kegiatan belajar masih menghadapi kendala.
Sebagian orang tua belum mengizinkan anak-anak kembali bersekolah karena khawatir terhadap gempa susulan. Sementara itu, kegiatan belajar di sekolah darurat dilaksanakan secara bergantian, sekitar pukul 07.00 hingga 11.00 WITA.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan bangunan, tetapi juga pemulihan rasa aman masyarakat dan keberlangsungan pendidikan anak-anak.
Rektor Umsida, Hidayatulloh, mengatakan keterlibatan Bramasgana merupakan bagian dari respons kemanusiaan Muhammadiyah melalui Muhammammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu.
“Indonesia ini untuk menyelesaikan masalah umat tidak mungkin bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Tidak mampu. Karena itu butuh peran serta masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hidayatulloh, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir. MDMC melakukan konsolidasi untuk menghubungkan berbagai kegiatan penanganan, mulai dari penggalangan dan pengelolaan bantuan hingga proses pemulihan.
Di NTT, upaya lanjutan yang direncanakan antara lain pembangunan sekolah, tempat ibadah, dan hunian sementara. Pelaksanaannya membutuhkan koordinasi dan dukungan berbagai pihak sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
“Nah inilah Muhammadiyah yang tidak mengenal batas waktu dan ruang,” tegasnya.
Melalui keterlibatan relawan mahasiswa, Umsida turut mendukung respons kebencanaan yang mencakup pendampingan masyarakat, perhatian terhadap kondisi psikososial anak, serta pemantauan keberlangsungan pendidikan di wilayah terdampak gempa.
The post Relawan Umsida di NTT Dampingi Anak dan Pantau Pemulihan Sekolah Pascagempa appeared first on Warta PTM.




