PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta terus memperluas jejaring internasionalnya. Saat ini, UMS tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Indonesia Trade Promotion Center Hamburg. Oleh karena itu, langkah ini menjadi ruang terbuka bagi lulusan tenaga kesehatan ke Jerman guna memperluas karier global.
Pertemuan daring melalui Zoom Meeting pada Senin lalu membahas skema mobilitas alumni tersebut. Selain itu, penjajakan ini melibatkan Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Farmasi, serta LP3A UMS.
Sementara itu, Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., menegaskan komitmen kampus dalam mendorong alumni berkarier di tingkat global. Sebab, pihaknya ingin menyiapkan lulusan secara matang sebelum mereka melangkah ke pasar kerja Eropa.
“Kerja sama ini membuka akses pengalaman internasional bagi alumni UMS. Namun, kita wajib mempersiapkan kompetensi, bahasa, dan regulasi yang berlaku secara cermat,” ujar Mutohharun, Rabu.
Syarat Nakes Kerja di Jerman
Dalam hal ini, ITPC Hamburg bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan lulusan UMS dengan institusi kesehatan di Jerman. Bahkan, peluang emas ini menyasar alumni dari FKG, FIK, hingga FF UMS.
Selanjutnya, Kabid Pusat Karier dan Hubungan Alumni LP3A UMS, Dr. Moh. Indra Bangsawan, S.H., M.H., menekankan pentingnya kesiapan matang. Akibatnya, alumni harus menguasai bahasa profesional dan memahami budaya kerja setempat.
“Kami tidak hanya menyiapkan lulusan kompeten secara akademik. Di samping itu, kesiapan bahasa, pemahaman budaya kerja, serta lisensi profesi di negara tujuan menjadi kunci utama,” tegas Indra.
Selain penguasaan bahasa, pengakuan kualifikasi dan lisensi profesi juga menjadi syarat nakes kerja di jerman yang wajib fulfilled. Kemudian, adaptasi terhadap sistem pelayanan kesehatan, asuransi, serta mekanisme pendampingan awal turut menjadi fokus persiapan.
Manfaat Mobilitas Global bagi Alumni UMS
Di sisi lain, program kerja nakes di jerman ini memberikan nilai tambah yang besar bagi para alumni. Oleh sebab itu, selain memperoleh pengalaman profesional, lulusan dapat membawa pulang ilmu dan praktik terbaik dari lingkungan kerja internasional.
Pengalaman internasional tersebut tentu memperluas jejaring profesional UMS dengan berbagai institusi kesehatan global. Hasilnya, hal ini sekaligus membuka peluang kerja sama riset dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
“UMS memastikan peluang internasional ini berjalan selaras dengan penguatan kompetensi dan perlindungan tenaga kerja. Dengan demikian, mobilitas ini menjadi bagian dari penguatan SDM UMS di tingkat global,” tambah Indra.
Akhirnya, Florian Schuck dari ITPC Hamburg menyambut positif penjajakan jalur mobilitas tersebut. Oleh karena itu, pihaknya siap melanjutkan pembahasan detail terkait mekanisme penempatan, persyaratan profesi, serta pemenuhan regulasi di Indonesia dan Jerman.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal
The post Buka Peluang Kerja Nakes di Jerman, UMS Gandeng ITPC Hamburg appeared first on Muhammadiyah Jateng.



