PWMJATENG.COM, JEPARA — Pengurus Masjid Al Istiqomah Tahunan kembali menggelar majelis ilmu rutin pada Kamis (13/8/2026) ba’da Maghrib. Dalam agenda Pengajian Kamis Malam Jum’at Masjid Al Istiqomah Tahunan, Ustadz Agus Arifin ajak jamaah mengisi kemerdekaan dengan jihad dan kesabaran secara nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.
Makna Perjuangan di Era Modern
Ustadz Agus Arifin mengawali tausyiah dengan mengajak seluruh jamaah memanjatkan rasa syukur atas nikmat kesehatan dan keimanan. Melalui momentum bulan Agustus ini, ia menegaskan bahwa mengisi kemerdekaan dengan jihad tidak lagi membutuhkan perjuangan fisik atau perang senjata seperti zaman dahulu.
“Sebagai generasi penerus, kita bertugas mengisi kemerdekaan dengan perjuangan yang relevan. Perjuangan ini tetap bernilai jihad, tetapi bentuknya bukan perang fisik,” tegas Ustadz Agus Arifin di hadapan para jamaah.
Mengutip pelajaran dari Surah Ali Imran ayat 142, Ustadz Agus Arifin menjelaskan bahwa jalan menuju surga selalu menuntut pengorbanan serta keteguhan hati. Oleh karena itu, pengurus masjid memfasilitasi majelis ini untuk memperkuat keimanan warga sekitar.
Jihad Melawan Kemiskinan dan Hawa Nafsu
Ustadz Agus Arifin kemudian merinci beberapa bentuk perjuangan nyata masyarakat saat ini. Salah satu poin utamanya adalah jihad melawan kemiskinan melalui kerja keras yang halal demi mencukupi kebutuhan keluarga. Selain itu, ia mengingatkan warga agar bijak membedakan kebutuhan pokok dari sekadar keinginan konsumtif.
Perjuangan penting lainnya meliputi upaya melawan hawa nafsu dan ketidakadilan. Iman yang kuat berfungsi sebagai benteng utama agar seseorang tidak mudah terjerumus dalam perbuatan maksiat. Di samping itu, penceramah menekankan pentingnya memberantas kebodohan melalui dukungan terhadap pendidikan anak-anak.
“Membangun bangsa dapat kita mulai dari lingkungan terdekat, seperti aktif dalam kegiatan RT maupun PKK. Langkah sederhana ini merupakan bagian dari jihad sosial untuk membina akhlak masyarakat,” tambah Ustadz Agus Arifin.
Empat Tingkatan Sabar dalam Kehidupan
Selain semangat berjuang, Ustadz Agus Arifin mengingatkan jamaah mengenai pentingnya rasa sabar. Sabar bukan berarti pasrah tanpa tindakan, melainkan kemampuan menahan diri sembari mencari solusi terbaik atas permasalahan hidup.
Ia membagi kesabaran menjadi empat bentuk, yaitu sabar dalam ketaatan, sabar menghadapi musibah, sabar menjauhi maksiat, serta sabar saat menerima kenikmatan. Menurutnya, kelimpahan harta dan jabatan juga merupakan bentuk ujian yang membutuhkan kesabaran agar seseorang tidak lupa diri.
Melalui Pengajian Kamis Malam Jum’at Masjid Al Istiqomah Tahunan, Ustadz Agus Arifin ajak jamaah mengisi kemerdekaan dengan jihad dan kesabaran secara konsisten. Pengurus berharap pesan tausyiah ini mampu mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan kepedulian sosial antarwarga.
Kontributor: Muslim
Editor: Akmal
The post Pengajian Kamis Malam Jum’at Masjid Al Istiqomah Tahunan, Ustadz Agus Arifin Ajak Jamaah Mengisi Kemerdekaan dengan Jihad dan Kesabaran appeared first on Muhammadiyah Jateng.



