• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Senin, Oktober 12, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Tim P2M UMS dan ‘Aisyiyah Jombor Inisiasi Tim P3AK Sukoharjo untuk Cegah Kekerasan Rumah Tangga

    Sulap Kotoran Sapi Jadi Kompos Blok dan Briket, Mahasiswa IMM UNIMUS Beri Solusi Limbah di Getasan

    LHKP PWM Jateng Dorong Pengelolaan MBG Berkemajuan dan Berkeadilan lewat Pelatihan Ideologi Kepemimpinan

    PDM Temanggung Perkuat Sinergi Cabang dan Dorong Pengembangan Klinik Muhammadiyah di Kedu

    Upgrading Amil Lazismu Kendal, Ikhwanushoffa Tegaskan Pentingnya Kedisiplinan dan Etika Kerja

    Kajian PSIB UMM Gagas Jalan Tengah Jurnalisme Islam Berkemajuan

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Tim P2M UMS dan ‘Aisyiyah Jombor Inisiasi Tim P3AK Sukoharjo untuk Cegah Kekerasan Rumah Tangga

      Sulap Kotoran Sapi Jadi Kompos Blok dan Briket, Mahasiswa IMM UNIMUS Beri Solusi Limbah di Getasan

      LHKP PWM Jateng Dorong Pengelolaan MBG Berkemajuan dan Berkeadilan lewat Pelatihan Ideologi Kepemimpinan

      PDM Temanggung Perkuat Sinergi Cabang dan Dorong Pengembangan Klinik Muhammadiyah di Kedu

      Upgrading Amil Lazismu Kendal, Ikhwanushoffa Tegaskan Pentingnya Kedisiplinan dan Etika Kerja

      Kajian PSIB UMM Gagas Jalan Tengah Jurnalisme Islam Berkemajuan

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Tim P2M UMS dan ‘Aisyiyah Jombor Inisiasi Tim P3AK Sukoharjo untuk Cegah Kekerasan Rumah Tangga

          Sulap Kotoran Sapi Jadi Kompos Blok dan Briket, Mahasiswa IMM UNIMUS Beri Solusi Limbah di Getasan

          LHKP PWM Jateng Dorong Pengelolaan MBG Berkemajuan dan Berkeadilan lewat Pelatihan Ideologi Kepemimpinan

          PDM Temanggung Perkuat Sinergi Cabang dan Dorong Pengembangan Klinik Muhammadiyah di Kedu

          Upgrading Amil Lazismu Kendal, Ikhwanushoffa Tegaskan Pentingnya Kedisiplinan dan Etika Kerja

          Kajian PSIB UMM Gagas Jalan Tengah Jurnalisme Islam Berkemajuan

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Tim P2M UMS dan ‘Aisyiyah Jombor Inisiasi Tim P3AK Sukoharjo untuk Cegah Kekerasan Rumah Tangga

            Sulap Kotoran Sapi Jadi Kompos Blok dan Briket, Mahasiswa IMM UNIMUS Beri Solusi Limbah di Getasan

            LHKP PWM Jateng Dorong Pengelolaan MBG Berkemajuan dan Berkeadilan lewat Pelatihan Ideologi Kepemimpinan

            PDM Temanggung Perkuat Sinergi Cabang dan Dorong Pengembangan Klinik Muhammadiyah di Kedu

            Upgrading Amil Lazismu Kendal, Ikhwanushoffa Tegaskan Pentingnya Kedisiplinan dan Etika Kerja

            Kajian PSIB UMM Gagas Jalan Tengah Jurnalisme Islam Berkemajuan

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Boedi Oetomo dan Kiai Dahlan: Masa Lalu yang Membangun Masa Depan

              admin by admin
              12/08/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Boedi Oetomo dan Kiai Dahlan: Masa Lalu yang Membangun Masa Depan

              Oleh : Jufri

              WartaTerkait

              Tim P2M UMS dan ‘Aisyiyah Jombor Inisiasi Tim P3AK Sukoharjo untuk Cegah Kekerasan Rumah Tangga

              Sulap Kotoran Sapi Jadi Kompos Blok dan Briket, Mahasiswa IMM UNIMUS Beri Solusi Limbah di Getasan

              LHKP PWM Jateng Dorong Pengelolaan MBG Berkemajuan dan Berkeadilan lewat Pelatihan Ideologi Kepemimpinan

              PDM Temanggung Perkuat Sinergi Cabang dan Dorong Pengembangan Klinik Muhammadiyah di Kedu

              Bulan Agustus selalu mengingatkan kita pada bulan lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka. Setiap tahun kita kembali mengenang perjuangan para pendahulu yang dengan gagasan, pengorbanan dan keberaniannya meletakkan dasar bagi Indonesia yang kita nikmati hari ini. Karena itu, dalam tulisan ini saya ingin melihat kembali sebuah bagian dari masa lalu yang menurut saya menarik untuk direnungkan: hubungan Kiai Haji Ahmad Dahlan dengan Boedi Oetomo. Sebuah perjumpaan antara ulama, kaum terpelajar, pendidikan dan organisasi yang mungkin tampak sederhana pada zamannya, tetapi ternyata menyimpan gagasan besar tentang bagaimana masa lalu dapat ikut membangun masa depan.

              Karena itu pula, pagi ini saya sengaja membaca kembali sebuah buku penting tentang pergerakan Islam yang ditulis oleh Deliar Noer, berjudul Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900–1942. Buku ini menarik karena membantu kita melihat sejarah pergerakan Islam Indonesia bukan hanya dari tokoh dan organisasi, tetapi juga dari gagasan, pendidikan, hubungan antartokoh dan suasana intelektual yang berkembang pada masa itu. Dari buku inilah saya menemukan kembali kisah menarik tentang hubungan Kiai Dahlan dengan Boedi Oetomo, termasuk perjumpaannya dengan dr. Soetomo.

              Ketika berbicara tentang sejarah Muhammadiyah, kita biasanya langsung menuju tahun 1912, ketika Kiai Haji Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di Yogyakarta.

              Namun, seperti halnya sebuah pohon besar, Muhammadiyah memiliki akar yang jauh lebih panjang daripada tahun kelahirannya.

              Ada proses pencarian, perjumpaan dengan kaum terpelajar, pengalaman berdakwah, pergulatan pemikiran, pendidikan dan kebutuhan untuk membangun sebuah organisasi yang mampu menggerakkan masyarakat secara lebih luas.

              Salah satu bagian menarik dari proses tersebut adalah hubungan Kiai Dahlan dengan Boedi Oetomo.

              Menurut catatan Deliar Noer dalam Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900–1942, pada tahun 1909 Kiai Dahlan masuk Boedi Oetomo.

              Tetapi ada hal penting yang perlu dipahami. Kiai Dahlan masuk bukan sekadar untuk menjadi anggota sebuah organisasi. Beliau memiliki tujuan yang sangat berkaitan dengan dakwah dan pendidikan.

              Beliau ingin memberikan pelajaran agama kepada anggota-anggota Boedi Oetomo.

              Mengapa Boedi Oetomo?

              Pada masa itu, sebagian anggota Boedi Oetomo bekerja di sekolah-sekolah, termasuk sekolah yang didirikan pemerintah. Kiai Dahlan melihat bahwa kaum terpelajar tersebut merupakan pintu penting untuk memperluas pendidikan agama.

              Harapannya, melalui anggota-anggota Boedi Oetomo yang bekerja di sekolah, pelajaran agama yang diberikan Kiai Dahlan dapat diteruskan kepada murid-murid mereka.

              Ini menunjukkan cara berpikir Kiai Dahlan yang cukup maju untuk ukuran zamannya.

              Beliau tidak hanya berpikir tentang bagaimana menyampaikan ilmu kepada orang yang hadir di hadapannya, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut dapat diteruskan melalui orang lain kepada masyarakat yang lebih luas.

              Dan ternyata, cara Kiai Dahlan memberikan pelajaran agama mendapat respons yang baik.

              Menurut Deliar Noer, pelajaran yang diberikan Dahlan tampaknya memenuhi harapan dan kebutuhan anggota-anggota Boedi Oetomo.

              Mereka kemudian menyarankan agar Kiai Dahlan membuka sekolah sendiri, yang diatur secara rapi dan didukung oleh sebuah organisasi yang bersifat permanen.

              Di sinilah sejarah menjadi menarik.

              Setelah menguraikan pengalaman Kiai Dahlan bersama Boedi Oetomo tersebut, Deliar Noer menulis:

              “Demikianlah Muhammadiyah didirikan.”

              Tentu kita tidak harus menyederhanakan bahwa Muhammadiyah lahir hanya karena saran anggota Boedi Oetomo. Kiai Dahlan telah memiliki gagasan pembaruan, pengalaman berdakwah dan kegelisahan terhadap keadaan umat.

              Namun pengalaman bersama Boedi Oetomo tampaknya menjadi salah satu bagian penting yang mempertemukan dakwah, pendidikan dan kebutuhan akan organisasi yang lebih teratur.

              Hubungan Kiai Dahlan dengan lingkungan Boedi Oetomo juga semakin menarik karena tidak hanya berlangsung dalam forum organisasi. Hubungan itu diperkuat dengan diskusi-diskusi yang sering terjadi antara Kiai Dahlan dan dr. Soetomo.

              Di sinilah kita dapat melihat bahwa perjumpaan mereka bukan sekadar pertemuan antara seorang ulama dengan anggota sebuah organisasi.

              Ada dialog.

              Ada pertukaran pikiran.

              Ada kegelisahan yang dibicarakan bersama tentang pendidikan, masyarakat dan masa depan bangsa.

              Kiai Dahlan datang dengan latar belakang pemikiran Islam dan pengalaman dakwahnya, sementara dr. Soetomo merupakan salah seorang tokoh kaum terpelajar dan pergerakan nasional.

              Perbedaan latar belakang itu justru menjadi kekayaan dalam dialog.

              Mereka tidak harus menjadi sama untuk dapat berdiskusi.

              Mereka tidak harus berada dalam organisasi yang sama untuk dapat bertukar pikiran.

              Justru dari perbedaan itulah muncul ruang untuk saling memahami.

              Dan menariknya, hubungan tersebut tidak berhenti pada diskusi.

              Pada 1917, ketika Boedi Oetomo mengadakan kongres di Yogyakarta, rumah Kiai Haji Ahmad Dahlan digunakan sebagai pusat kegiatan kongres tersebut.

              Bayangkan, seorang ulama pembaharu Islam bukan hanya berdialog dengan kaum terpelajar Boedi Oetomo, tetapi rumahnya juga menjadi tempat berlangsungnya kegiatan organisasi tersebut.

              Bagi saya, ini merupakan gambaran penting tentang suasana intelektual pada masa awal pergerakan Indonesia.
              Batas organisasi belum menjadi tembok yang kaku.

              Orang bisa berbeda latar belakang, berbeda organisasi dan berbeda cara pandang, tetapi tetap bisa bertemu dalam diskusi, pendidikan dan cita-cita tentang kemajuan masyarakat.

              Dari sini kita juga dapat melihat bahwa sejarah kebangkitan Indonesia sebenarnya dibangun oleh banyak perjumpaan.

              Ada ulama dan intelektual.
              Ada sekolah dan organisasi.
              Ada pengajian dan diskusi.
              Ada gagasan pembaruan Islam dan gagasan kebangsaan.
              Semuanya saling bersinggungan dalam ruang sejarah yang sama.

              Dan mungkin justru di situlah salah satu kekuatan generasi terdahulu.

              Mereka tidak sibuk membangun sekat.
              Mereka sibuk membangun manusia.
              Kiai Dahlan memahami bahwa pendidikan adalah jalan perubahan.

              Namun beliau juga memahami bahwa pendidikan membutuhkan sistem.

              Sekolah membutuhkan pengelolaan.
              Dakwah membutuhkan organisasi.
              Dan amal sosial membutuhkan kelembagaan.

              Maka pengalaman di Boedi Oetomo menjadi salah satu bagian penting dari proses panjang yang kemudian mengantarkan lahirnya Muhammadiyah.

              Muhammadiyah pada awalnya tentu belum seperti Muhammadiyah yang kita kenal sekarang.

              Menurut Deliar Noer, pada tahun-tahun pertama kegiatan Muhammadiyah masih sangat terbatas, terutama di sekitar Kauman, Yogyakarta. Kiai Dahlan sendiri aktif bertabligh, mengajar di sekolah Muhammadiyah, memberikan bimbingan kepada masyarakat dan membantu fakir miskin dengan mengumpulkan dana serta pakaian untuk mereka.

              Kemudian ruang geraknya mulai diperluas.

              Pada 1920, kegiatan Muhammadiyah meluas ke seluruh Pulau Jawa.

              Dan pada 1921, perluasan itu mencapai seluruh Indonesia.

              Dari Kauman, sebuah gerakan kemudian bergerak menuju wilayah yang jauh lebih luas.

              Itulah menariknya membaca sejarah dari buku-buku seperti karya Deliar Noer.

              Kita diajak melihat bahwa sebuah organisasi besar tidak muncul begitu saja.
              Ada gagasan.
              Ada proses.
              Ada perjumpaan.
              Ada diskusi.
              Ada keberanian untuk memasuki ruang yang berbeda.
              Dan ada kesediaan untuk belajar dari pengalaman.
              Masa Lalu yang Membangun Masa Depan

              Barangkali inilah alasan mengapa kisah Kiai Dahlan dan Boedi Oetomo penting kita baca kembali pada bulan Agustus.

              Kita sering menikmati hasil dari apa yang dibangun oleh generasi terdahulu, tetapi lupa melihat proses panjang yang melahirkannya.

              Kiai Dahlan memberikan contoh bahwa dakwah tidak harus selalu dimulai dengan mendirikan ruang sendiri.

              Beliau bersedia masuk ke ruang yang sudah ada.
              Beliau mengajar.
              Beliau berdialog.
              Beliau berdiskusi dengan tokoh-tokoh kaum terpelajar seperti dr. Soetomo.
              Beliau memahami kebutuhan zaman.

              Kemudian pengalaman itu ikut mengantarkan lahirnya sebuah lembaga pendidikan dan organisasi yang kelak berkembang menjadi Muhammadiyah.

              Inilah yang saya maksud dengan masa lalu yang mampu membangun masa depan.

              Sebuah langkah pada tahun 1909 mungkin tampak sederhana: seorang ulama masuk ke sebuah organisasi kaum terpelajar untuk memberikan pelajaran agama.

              Tetapi sejarah kemudian menunjukkan bahwa perjumpaan itu memiliki jejak yang panjang.

              Dari pengajaran muncul kebutuhan sekolah.
              Dari sekolah muncul kebutuhan organisasi.
              Dari diskusi muncul pertukaran gagasan.
              Dari organisasi lahir gerakan.
              Dan dari gerakan lahir amal usaha yang terus berkembang lintas zaman.

              Mungkin inilah salah satu pelajaran terbesar dari sejarah Kiai Dahlan.

              Jangan pernah meremehkan sebuah perjumpaan gagasan.

              Sebab kita tidak pernah tahu, sebuah diskusi yang berlangsung sederhana pada hari ini akan melahirkan perubahan sebesar apa pada masa depan.

              Dan mungkin Indonesia yang kita rayakan kemerdekaannya setiap bulan Agustus juga dibangun oleh perjumpaan-perjumpaan semacam itu: antara ulama dan intelektual, antara pendidikan dan organisasi, antara gagasan dan tindakan.

              Karena bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh mereka yang merebut kemerdekaan pada satu hari.

              Bangsa yang besar juga dibangun oleh mereka yang jauh sebelumnya menyiapkan manusianya untuk mampu merdeka.

              Dan dalam bagian sejarah itu, hubungan Kiai Dahlan, Boedi Oetomo dan dr. Soetomo layak untuk terus kita ingat.

              Sebab masa depan sering kali dibangun oleh orang-orang yang bekerja dalam kesunyian pada masa lalu.

              Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              UMSU Melepas 47 Mahasiswa Ikuti Student Mobility dan ASEMO Malaysia

              Next Post

              KMP Putri Yasmin Terbakar di Lombok Barat, Penumpang Panik Pakai Pelampung

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Tim P2M UMS dan ‘Aisyiyah Jombor Inisiasi Tim P3AK Sukoharjo untuk Cegah Kekerasan Rumah Tangga

              11/10/2026
              BeritaMu

              Sulap Kotoran Sapi Jadi Kompos Blok dan Briket, Mahasiswa IMM UNIMUS Beri Solusi Limbah di Getasan

              11/10/2026
              BeritaMu

              LHKP PWM Jateng Dorong Pengelolaan MBG Berkemajuan dan Berkeadilan lewat Pelatihan Ideologi Kepemimpinan

              11/10/2026
              Next Post

              KMP Putri Yasmin Terbakar di Lombok Barat, Penumpang Panik Pakai Pelampung

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                GSIH Komdigi Gelar Roadshow Garuda Spark Nextpreneur Sumut 2026 di UMSU​Peny Eriska

                11/10/2026

                Mahasiswa UUM Malaysia dan FEB UMSU Gelar Pertukaran Budaya​Peny Eriska

                11/10/2026

                UMSU Lepas Tiga Mahasiswa FKIP Ikuti Program SEA Teacher di Filipina​Peny Eriska

                11/10/2026

                UMSU Terima SK Pendirian Dua Prodi Baru​Peny Eriska

                11/10/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,770)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,308)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                GSIH Komdigi Gelar Roadshow Garuda Spark Nextpreneur Sumut 2026 di UMSU​Peny Eriska

                11/10/2026

                Mahasiswa UUM Malaysia dan FEB UMSU Gelar Pertukaran Budaya​Peny Eriska

                11/10/2026

                UMSU Lepas Tiga Mahasiswa FKIP Ikuti Program SEA Teacher di Filipina​Peny Eriska

                11/10/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In